Mohon tunggu...
Steven Chaniago
Steven Chaniago Mohon Tunggu... Mahasiswa Komunikasi

Bila ingin memuat artikel untuk kebutuhan Fair Use, bisa menghubungi saya melalui Email di: kecengsc@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Rajin Menulis, Salah Satu Keputusan Terbaik dalam Hidup Saya

19 Februari 2021   07:38 Diperbarui: 19 Februari 2021   07:59 340 69 26 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Rajin Menulis, Salah Satu Keputusan Terbaik dalam Hidup Saya
Ilustrasi menulis/learnspecialenglish.com 

Mulai menulis di Kompasiana di awal Agustus 2020 yang lalu, tidak saya sangka akan menjadi salah satu game changer di hidup saya. Dari yang awalnya sekedar iseng mencari platform untuk mencurahkan unek-unek dan ide yang ada di dalam kepala, sekarang malah jadi ketagihan menulis.

Bila diingat-ingat kembali, maka sepertinya ada banyak sekali manfaat atau benefit yang saya dapat dari menulis di Kompasiana. Saya ingat diawal saya menulis, ada salah satu artikel tentang drama Korea yang menjadi headline di K dan jadi perbincangan hangat di Line Today.

Artikel itulah yang kemudian membuat nama saya cukup populer di kalangan dosen dan teman-teman. Mereka pun mulai menyematkan titel sebagai seorang penulis kepada saya, yang membuat semangat menulis saya kian terpacu.

Tak hanya dosen dan teman-teman, mama saya pun tak kalah bangganya punya anak seorang penulis, ya maklum karena di keluarga saya semuanya bergelut di dunia bisnis, tak ada satu pun yang berkutat di dunia seni.

Selain itu, tak bisa dipungkiri juga bahwa K-rewards dari Kompasiana juga adalah motivasi tambahan untuk lebih rajin menulis, sebab K-rewards membuat saya kini tak lagi menjadi pengangguran hahaha.

Namun, beberapa contoh di atas sebenarnya bisa dibilang benefit-benefit klasik alias hampir dialami oleh semua orang. Di artikel ini, saya secara spesifik akan berbagi 5 benefit rajin menulis bagi perkembangan diri saya sebagai seorang mahasiswa.

1. Ditunjuk Menjadi Article Reviewer

Bulan Januari lalu ketika saya memposting tentang artikel tentang Eiger di IG story pribadi, saya tiba-tiba mendapat ucapan selamat sekaligus undangan untuk menjadi Article Reviewer dari dosen saya.

Article Reviewer sendiri adalah seperti asisten dosen namun dengan tugas yang lebih sedikit (spesifik), yakni khusus untuk me-review artikel-artikel milik junior saya di universitas, sebelum artikel tersebut di publish.

Tentu tawaran tersebut tak langsung saya terima. Terang saja, saya merasa masih terlalu dini untuk mengemban tugas demikian. Namun, karena dosen saya sudah menyatakan bahwa beliau percaya dengan kemampuan saya, akhirnya saya terima juga tugas tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x