Mohon tunggu...
Steven Chaniago
Steven Chaniago Mohon Tunggu... Mahasiswa Komunikasi

Bila ingin memuat artikel untuk kebutuhan Fair Use, bisa menghubungi saya melalui Email di: kecengsc@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Ilkay Gundogan, Pemain "Underrated" Pahlawan Manchester City

14 Februari 2021   16:35 Diperbarui: 14 Februari 2021   17:28 245 51 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ilkay Gundogan, Pemain "Underrated" Pahlawan Manchester City
Potret Ilkay Gundogan, pemain kunci Manchester City beberapa laga terakhir dengan produktivitas golnya yang meningkat pesat

Manchester City semakin mengokohkan posisinya sebagai pemuncak tahta Premier League setelah dini hari tadi (14/02/2021), mengalahkan Tottenham Hotspur dengan skor telak 3-0 di Etihad Stadium.

Kemenangan ini sendiri membuat Manchester City semakin kokoh di puncak klasemen sementara dengan 53 poin dari 23 pertandingan, unggul 7 poin dari Leicester City di peringkat kedua yang sudah memainkan 24 pertandingan.

Manchester City pun hampir bisa dipastikan akan merengkuh gelar juara Premier League musim ini. Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp pun terang-terangan bahwa tak ada lagi harapan bagi timnya untuk mempertahankan gelar juara. Ia realistis bahwa akan sangat sulit untuk mengejar City di puncak klasemen.

Kalau pun ada tim yang bisa menjegal City, itu hanya tetangga mereka, yakni Manchester United. Namun, The Red Devils kerap kesulitan menang melawan klub besar, sementara City sendiri sudah mengalahkan Chelsea, Tottenhan dan Liverpool, serta konsisten menang melawan tim semenjana. Jadi, mustahil rasanya melihat Manchester City tidak memenangi Premier League musim ini.

Kemenangan atas pasukan Jose Mourinho semalam juga membuat The Citizens berhasil memperpanjang rekor tidak terkalahkan mereka menjadi 15 laga unbeaten, dengan torehan 13 kali menang dan 2 kali bermain imbang.

Namun, ada yang menarik di laga Manchester City kontra Tottenham Hotspur tadi malam. Hal tersebut adalah ketika komentator tak henti-hentinya memuji permainan apik Ilkay Gundogan, salah satu gelandang Manchester City.

Ya, pujian itu sangat beralasan sebab Gundogan berkontribusi langsung terhadap ketiga gol Man. City tadi malam. Gol pertama City yang berasal dari kaki Rodri, bermula dari manuver Gundogan yang coming-from-behind menyambut umpan Gabriel Jesus, dan berujung dirinya dijatuhkan oleh Pierre-Emile Hojbjerg di kotak penalti.

Gol kedua dan ketiga The Citizens, sudah jelas dicetak oleh Gundogan sendiri. Sang komentator pun berkata bahwa pemain yang menjadi Player of the Month di bulan Januari ini, kemungkinan akan menjadi Player of the Month lagi di bulan Februari.

Pernyataan sang komentator tersebut sejatinya tidaklah berlebihan. Gundogan memang menjadi pemain kunci bagi Guardiola musim ini, terutama di beberapa laga terakhir.

Hal itu terbukti dari torehan 8 gol Gundogan dari 7 laga terakhir. Secara total keseluruhan di Premier League, pemain Timnas Jerman ini sudah berkontribusi dengan 11 gol serta 1 assist dari 18 penampilannya terhadap total 46 gol Man. City di musim ini.

Performa menanjak Gundogan ini seakan menjadi jawaban dari persoalan lini depan yang dihadapi The Citizens di awal musim dahulu. Ya, persoalan itu adalah tidak adanya pemain yang bisa bersinar kala City melawan tim-tim kuat macam Leicester, Manchester United, Tottenham dan Chelsea.

Raheem Sterling, Riyad Mahrez, Gabriel Jesus, hingga Bernardo Silva yang diharapkan menjadi pembeda di laga-laga berat, nyatanya tak mampu menunaikan tugas berat tersebut dengan baik. Namun kini Guardiola tak perlu pusing, sebab ada Gundogan yang mampu menjadi pemain pembeda tersebut.

Dua golnya dalam laga kontra Liverpool 7 Februari yang lalu, dan dua gol lagi saat menghadapi Tottenham tadi malam, menjadi bukti nyata bahwa Ilkay Gundogan adalah pemain yang dapat dipercaya untuk memegang peranan penting terutama dalam laga-laga besar.

Produktivitas Gundogan yang menanjak beberapa bulan belakangan, tak lepas dari cederanya Kevin De Bryune, playmaker andalan City. Ya, Gundogan sepertinya di-plot oleh Guardiola menggantikan peran De Bruyne sebagai gelandang serang sekaligus sumber kreativitas.

Pilihan memilih Gundogan sebagai pengganti De Bruyne, bisa saya bilang sebagai keputusan yang tepat dari pelatih Guardiola. Sebab layaknya De Bruyne, Gundogan juga mempunyai positioning tanpa bola yang cemerlang dan kecepatan yang mumpuni untuk menjadi seorang gelandang serang.

Ditambah lagi, gelandang 30 tahun ini juga mempunyai finishing yang memadai, ya sudah terbukti dengan tingginya produktivitas golnya di beberapa laga terakhir kala dipasang sebagai gelandang serang.

Gundogan yang sekarang jelas berbeda dengan Gundogan yang kita kenal selama 2 musim terakhir. Sebab, Gundogan sendiri biasanya dipercaya bermain di posisi gelandang bertahan, yang biasanya ditempati Fernandinho.

Nah, posisi gelandang bertahan jelas tidak mendukung Gundogan dalam mengoptimalkan potensi menyerang dan insting golnya yang tajam, meski juga ia bermain sama baiknya di posisi tersebut.

Insting tajam dan naluri mencetak gol Gundogan yang tinggi itu pun juga diakui oleh pelatih Josep Guardiola. "Saya berkali-kali mengatakan bahwa Gundogan dapat bermain sebagai striker dalam formasi false nine, tapi orang-orang tertawa" ucap Pep kepada BBC, Minggu, 14 Februari 2021.

Pep juga mengakui bahwa ia memberi kebebasan kepada Gundogan untuk bermain lebih dekat dengan area penalti lawan. Maka dari itu, tak heran apabila kita melihat manuver Gundogan di dalam kotak penalti lawan, seperti yang ia tunjukan berkali-kali terutama saat melawan Spurs semalam.

Peran Gundogan membuat para fans Manchester City tak lagu terlalu merindukan Kevin De Bruyne yang cedera, sebab Gundogan mampu bermain sama apiknya layaknya De Bruyne.

Gol-gol mantan pemain Borrusia Dortmund ini pun juga membuat City tak perlu khawatir akan lini depan mereka sembari menunggu Sergio Aguero kembali ke top performance pasca sembuh dari cedera.

Menurut saya pribadi, Gundogan masih akan terus menambah pundi-pundi golnya di Premier League dan mampu mengejar torehan Patrick Bamford dan Jamie Vardy (12 gol) dan bahkan Harry Kane, Bruno Fernandes, Son, dan Calvert-Lewin, asalkan Gundogan bisa bermain konsisten.

Apalagi, musuh berat City musim ini tinggal Manchester United, Chelsea, dan Leicester City. Jadi, Gundogan punya peluang yang cukup besar untuk finish di bawah M. Salah sebagai top skor Premier League musim ini, atau bahkan melampaui Salah, mengingat inkonsistensi Liverpool beberapa laga belakangan.

Nah menurut Kompasianer, apakah Gundogan mampu mempertahankan performanya sebagai pemain penting Manchester City dan bersaing di perolehan top skor Premier League musim ini? Kalau saya sih, yes.

VIDEO PILIHAN