Mohon tunggu...
Steven Chaniago
Steven Chaniago Mohon Tunggu... Mahasiswa Komunikasi

Bila ingin memuat artikel untuk kebutuhan Fair Use, bisa menghubungi saya melalui Email di: kecengsc@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Selamat Jalan, Diego "The Hand of God" Maradona

26 November 2020   10:44 Diperbarui: 26 November 2020   10:52 344 42 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Selamat Jalan, Diego "The Hand of God" Maradona
Potret Diego Maradona Semasa Aktif di Lapangan Hijau

Tahun 2020 tak kunjung menyudahi kekelamannya. Setelah Kobe Bryant, Chadwick Boseman, Eddie Van Halen, serta orang hebat lainnya dipanggil Yang Maha Kuasa, kini salah satu mantan pesepakbola terbaik di dunia yakni Diego Marandona juga telah meninggalkan dunia yang fana ini.

Hari ini tanggal 26 November 2020, tagar RIP Diego Maradona sempat menjadi trending topic di seluruh dunia. Hal itu menyusul pemberitaan yang mengabarkan jika legenda asal Argentina ini telah menghembuskan nafas terakhir di rumah kediamannya dikarenakan serangan jantung.

Hal itu sontak membuat banyak pecinta sepakbola berduka atas kepergiannya, tak terkecuali saya. Maka dari itu, saya memutuskan membuat artikel ini guna mengapresiasi karir Diego Maradona yang melegenda tersebut.

Pemain bernama lengkap Diego Armando Maradona ini lahir pada 30 Oktober 1960 di Buenos Aires, Argentina. Diketahui sedari usia belia, Diego Maradona hidupnya adalah selalu tentang bola. Pada umurnya yang ke-9, Maradona kecil direkrut oleh talent scout Argentinos Juniors saat asyik bermain bola di jalanan.

Di Argentinos Juniors, Maradona mendapat julukan "El Pibe de Oro" yang berarti "Anak Emas" karena skillnya yang menawan. Di usia 15 tahun, Maradona membuat debutnya di tim utama Argentinos Juniors dan langsung menjadi salah satu playmaker terbaik di Amerika Selatan, bersaing dengan bintang Brazil kala itu, Zico.

Di usia yang masih dikategorikan remaja, Maradona berhasil menjadi top skor liga sebanyak 3x dan menjadi pemain terbaik Amerika Selatan sebanyak 2x dari 5 tahun pertamanya bermain bersama Argentinos Juniors. Ya, torehan tersebut didapat Maradona bahkan sebelum usianya genap 20 tahun.

Lalu di tahun 1981, Maradona memutuskan hengkang dari Argentinos Juniors dan bergabung bersama klub favorit ayahnya, Boca Juniors. Meski hanya 1 tahun menetap, nyatanya Maradona tetap sangat berkesan di hati fans. Hal itu tak lepas dari perannya membawa Boca Juniors menjuarai liga Argentina dan performa apiknya kala menghadapi klub rival, River Plate.

Setelah World Cup 1982, Maradona yang kini sudah beranjak dewasa mengambil langkah besar dengan menginjakan kaki di Eropa dan bergabung bersama raksasa Spanyol, FC Barcelona. Transfer tersebut pun memecahkan rekor dunia yakni 8 juta Euro.

2 tahun di Barcelona, Maradona berhasil memboyong trofi Copa Del Rey, League Cup, dan Supercoppa ke Camp Nou. Meski beberapa kali berkutat dengan cedera, Maradona dinilai berhasil memukau para pecinta sepakbola di Spanyol. Hal ini dibuktikan dengan Maradona adalah pemain Blaugrana pertama yang mendapat standing ovation dari fans Real Madrid sewaktu El Clasico.

Namun sayang, manajemen Barcelona sepertinya tak bisa "berdamai" dengan kebiasaan Maradona yang sudah mulai mengenal pesta, narkoba, dan tak jarang terlibat perkelahian. "Noda" di karir cemerlang Maradona tersebut membuatnya dimasukan ke dalam daftar pemain yang dijual Barca pada tahun 1984.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x