Mohon tunggu...
Steven Chaniago
Steven Chaniago Mohon Tunggu... Email: kecengsc@gmail.com

Mahasiswa Komunikasi

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Boy and Dad Relationship, Punya Ayah Penjahat yang Diburu Pemerintah Dunia

27 Oktober 2020   16:50 Diperbarui: 27 Oktober 2020   16:53 79 26 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Boy and Dad Relationship, Punya Ayah Penjahat yang Diburu Pemerintah Dunia
greenscene.co.id

Membaca cerita-cerita Kompasianer tentang kemesraan mereka dengan sang Ayah membuat saya senyum-senyum sendiri.

Ada yang mengungkapkan kekagumannya terhadap sang Ayah, ada juga yang menceritakan pengalaman terbaiknya dengan sosok kepala keluarga tersebut, ada pula yang menjabarkan pentingnya sosok Ayah bagi anak-anaknya.

Tapi pernah tidak sih Kompasianer terbesit bagaimana rasanya bila punya Ayah yang menjadi buronan dari pemerintah dunia? Kejahatan yang dilakukan sang Ayah pun terbilang kejahatan tingkat Internasional sehingga pemerintah dunia menetapkan nilai buronannya sebagai yang tertinggi di dunia.

Ya, perasaan itulah yang dirasakan oleh kapten bajak laut topi jerami, Monkey D. Luffy. Karakter fiksi anime One Piece karangan Eiichiro Oda ini diceritakan mempunyai Ayah bernama Monkey D. Dragon yang merupakan penjahat dengan nilai buronan tertinggi di dunia. 

Ibu Luffy pun belum diketahui siapa dan apa pekerjaannya, namun dari kecil Luffy sudah diasuh oleh sang Kakek, Monkey D. Garp yang merupakan wakil admiral angkatan laut serta seorang bandit gunung bernama Dadan.

Karakter Luffy ini sebenarnya cukup menyedihkan sebab sampai ia menginjak usia belasan tahun ia tak mengetahui siapa Ayah dan Ibunya. Ia baru diberitahu sang Kakek bahwa Ayahnya adalah Monkey D. Dragon, penjahat nomor 1 di dunia saat ia berusia 17 tahunan. 

Alih-alih kaget, Luffy dengan polosnya menjawab "Siapa dia?" dan "Hei teman-teman, apa kalian tahu siapa Dragon itu?". Luffy ini memang digambarkan sebagai karakter yang polos dan bodoh, jadi para fans One Piece sudah tidak heran lagi dengan reaksinya.

Dragon memang pergi dengan alasan yang bagus, yakni membangun pasukan revolusi yang bertujuan menggulingkan pemerintah dunia yang korup dan semena-mena terhadap rakyat jelata.

Namun salahnya, Dragon terkesan lepas tangan akan masa depannya Luffy. Ditambah lagi peran sang Ibu yang tak kunjung diberitahukan oleh Eiichiro Oda, membuat seakan kedua orang tua Luffy ini tidak bertanggung jawab atas si buah hati.

Hal ini pun mirip seperti yang dialami Sarada Uchiha, anak dari Sasuke Uchiha. Ia sudah ditinggal oleh Sasuke saat masih kecil, dan membuat Sarada tak mengenali Sasuke saat pertama kali mereka bertemu setelah bertahun-tahun. 

Mirisnya, Sasuke pun bahkan tak mengenali anak perempuannya sendiri dan menodongnya dengan Shuriken (semacam pisau khas ninja dari Jepang).

Hal tersebut membuat Sarada sakit hati melihat perlakuan Ayahnya tersebut. Namun bedanya dengan Luffy, Sarada pun sosok Ibu dalam diri Sakura yang selalu menjaganya selama Sasuke berkelana mencari sisa-sisa anggota Otsutsuki. 

Memang perginya Sasuke ini sangat beralasan sebab hanya ia satu-satunya orang yang punya Rinnegan dan bisa keluar masuk antar dimensi. Namun bisa kita lihat, Sasuke seakan melupakan kewajibannya juga sebagai seorang Ayah, meski belakangan ini ia sudah sering stay di Konoha dan melatih Sarada. Mungkin Sasuke khilaf dan baru sadar akan kesalahannya setelah mendengar lagu "Jarang Pulang" dari Jenita Janet. Hahaha, bercanda guys.

Nah, dari kisah kedua tokoh anime tersebut, banyak hal yang bisa saya contoh dan pelajari serta menghindari kesalahan yang dilakukan dari sosok Ayah dalam diri Sasuke dan Dragon tersebut. 

Terang saja, saya sudah berumur 21 tahun dan mungkin 5 sampai 10 tahun lagi akan menjadi seorang Ayah. Jadi, kisah-kisah parenting walaupun hanya dalam anime, adalah sebuah referensi yang bagus dan menarik minat saya belakangan ini.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x