Mohon tunggu...
Steven Chaniago
Steven Chaniago Mohon Tunggu... Email: kecengsc@gmail.com

Mahasiswa Komunikasi

Selanjutnya

Tutup

Bola

18 Klub Masih Bandel Ingin Lanjutkan Shopee Liga 1 2020

14 Oktober 2020   09:29 Diperbarui: 7 November 2020   12:57 74 15 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
18 Klub Masih Bandel Ingin Lanjutkan Shopee Liga 1 2020
18 Klub Shopee Liga 1 Sepakat Lanjutkan Kompetisi Ditengah Pandemi | Instagram @pengamatsepakbola

Kelanjutan kompetisi Shopee Liga 1 2020 masih simpang siur. Perbedaan pendapat dari beberapa pihak yang bersangkutan disinyalir jadi pokok permasalahan.

PT. LIB, PSSI, serta 18 klub kontestan Shopee Liga 1 2020 yang awalnya sepakat bahwa liga akan bergulir pada 1 Oktober 2020, nyatanya tak mendapat restu dari pihak kepolisian H-2 sebelum jalannya liga yakni pada tanggal 28 November 2020. Alhasil liga batal berjalan, sementara.

Tapi jiwa pantang menyerah sepertinya sudah tertanam pada jiwa ke-18 klub peserta Shopee Liga 1 2020 tersebut. Mereka bersama PT. LIB dan PSSI kembali berupaya mengajukan "banding", guna tetap bisa menjalankan kompetisi yang dirumuskan dalam sebuah meeting pada 13 Oktober 2020.

Meeting yang berlokasi di Hotel Royal Ambarrukmo, Sleman, membahas kelanjutan kompetisi Shopee Liga 1 2020. 18 klub seluruhnya memutuskan setuju, jelas, karena memang itu urgensi klub sedari awal membentuk tim.

Berdasarkan keputusan meeting, semua pihak terkait setuju bahwa pelaksanaan kompetisi akan dimulai pada 1 November 2020 dengan semangat Memajukan Sepak Bola Nasional. Keputusan tersebut juga dibarengi dengan tiga kesepakatan hasil extraordinary club meeting yang saya lansir dari kolom Instagram @pengamatsepakbola. Berikut poin-poinnya.

1. Apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah dalam hal ini Bapak Presiden RI yang telah mendukung percepatan pembangunan persepakbolaan Nasional.

2. Klub sepakat kompetisi ini dilanjutkan dengan tujuan untuk kepentingan Timnas kedepan agar, bisa bersaing pada perhelatan Piala Dunia U-20 tahun 2021.

3. Bergulirnya Kompetisi lanjutan menghidupkan sektor Ekonomi, antara lain sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan akan meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan dalam penyebaran Covid-19

Menilik 3 pernyataan diatas, sebenarnya ada 2 poin yang bisa dikritisi dan akan saya coba kritisi yakni poin kedua dan ketiga.

Poin kedua menyatakan bahwa urgensi melanjutkan kompetisi adalah untuk meningkatkan kualitas Timnas U-20 agar dapat bersaing di Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang. Menurut saya pribadi, poin ini bukanlah poin yang kuat. Dengan kata lain, cukup bertolak belakang dengan kenyataan yang bisa terjadi di lapangan.

Pertama, dengan berlanjutnya kompetisi ada kans pemain Timnas U-20 yang akan terkena cedera dikarenakan permainan yang keras, tekel, dll. Seperti yang kita tahu, permainan di Liga 1 sangat keras dan semua pemain bermain ngotot. Belum lagi, wasit jarang sekali memberi kartu merah untuk pelanggaran yang tergolong tidak manusiawi.

Kedua, apakah pemain dan calon pemain Timnas U-20 akan mendapatkan chance bermain saat di Shopee Liga 1 2020 nanti? Ya, pemain U-20 yang bermain reguler di 18 klub peserta Liga 1 nyatanya bisa dihitung dengan jari. Bahkan, ada beberapa klub yang memprioritaskan pemain asing di setiap pertandingan.

Masuk ke poin ketiga hasil rapat, dimana poin tersebut bertujuan meningkatkan UMKM dan kepatuhan masyarakat terkait protokol kesehatan selama proses pencegahan penyebaran virus Covid-19. Poin meningkatkan UMKM menurut saya sangat realistis dan mungkin terealisasi, tapi untuk peningkatan kepatuhan masyarakat, saya cukup pesimis.

Bukannya tidak percaya akan pengelola pelaksana pertandingan, namun hal tersebut nampaknya kontradiktif dengan apa yang terjadi sekarang. Lihatlah beberapa waktu saat klub melakukan agenda uji coba, walaupun direncanakan tanpa penonton, tetap ada penonton yang datang. Bahkan, tidak memakai masker dan protokol kesehatan yang memadai.

Belum lagi dengan adanya demo belakangan, edukasi 3M dan PSBB seakan sia-sia dan masyarakat sudah acuh tak acuh dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang benar. Bila relawan dan Pemerintah saja sudah tidak bisa membuat masyarakat mematuhi protokol kesehatan, apakah sepakbola mampu melakukannya? Saya rasa tidak.

Memang sampai artikel ini saya tulis, belum ada keputusan resmi dari pihak kepolisian apakah petisi dari PT. LIB, PSSI, dan ke-18 klub kontestan Liga 1 ini akan dikabulkan atau tidak. Tapi menilik kejadian yang sudah-sudah, apalagi ditambah baru saja demo besar-besaran terjadi, sepertinya akan sulit bagi pihak kepolisian untuk mengiyakan petisi tersebut dan berubah pikiran hanya dalam waktu kurang dari satu bulan.

Saya sendiri menyatakan tidak setuju dengan kelanjutan kompetisi Shopee Liga 1 2020. Meski ada alasan bahwa agar masyarakat yang WFH (work from home) mempunyai hiburan, saya tetap no. Hiburan melalui sepakbola masih bisa kita dapatkan dengan menonton siaran Premier League, La Liga, Seria-A, dll. Tidak perlu memaksakan adanya kompetisi di Indonesia ditengah situasi yang carut marut seperti ini.

Kembali lagi, semua keputusan sekarang ada di pihak kepolisian. Entah diizinkan atau tidak, masyarakat percaya pihak kepolisian sudah menimbang-nimbang resikonya dengan saksama.

VIDEO PILIHAN