Mohon tunggu...
Steven Chaniago
Steven Chaniago Mohon Tunggu... Mahasiswa Komunikasi

Bila ingin memuat artikel untuk kebutuhan Fair Use, bisa menghubungi saya melalui Email di: kecengsc@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Finansial

Korban JD Union Enggan Lapor Polisi, Ini Alasannya

22 September 2020   08:43 Diperbarui: 22 September 2020   08:50 2409 14 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Korban JD Union Enggan Lapor Polisi, Ini Alasannya
JD Union Bawa Kabur Milyaran Uang Anggota/ikhtisar.net

Pembongkaran kasus penipuan JD Union sepertinya akan berjalan stagnan. Hal ini didasari tidak ada intensi dari media besar di Indonesia untuk mengangkat kasus investasi abal-abal yang sudah menjerat banyak korban ini.

Pemerintah pun setali tiga uang dengan media. Mungkin masih banyak kasus lain yang lebih urgent, apalagi Menteri Agama Fachrul Razi baru saja dikonfirmasi terjangkit virus Corona. Alhasil, baru beberapa Vlogger atau Youtubers saja yang menyuarakan agar kasus penipuan ini dibawa ke meja hijau.

Namun, ada hal menarik yang terjadi perihal usaha membawa kasus JD Union ke ranah hukum. Hal itu dikarenakan keengganan beberapa korban tipu-tipu JD Union untuk melapor ke pihak yang berwajib terkait uang mereka yang dibawa kabur pihak JD Union.

Bahkan, beberapa korban tersebut terang-terangan menolak masalah ini dilanjutkan dan mengajak korban lainnya untuk ikhlas. Usut punya usut, ternyata para korban tersebut adalah orang-orang yang berhasil menarik uangnya (withdraw) sebelum admin dan staff lainnya kabur dengan membawa uang para anggota.

Meski tak berhasil melakukan withdraw seluruhnya, setidaknya mereka berhasil balik modal atau untung sedikit-sedikit. Hal tersebut pun merupakan salah satu konsekuensi dari Skema Ponzi, yang mana member lama akan mendapat uang apabila ada member baru yang masuk.

Jadi bisa disimpulkan, orang yang menentang kasus penipuan JD Union dibawa ke pihak berwajib adalah para member lama yang sudah cukup banyak meraup untung. Banyak yang menyayangkan sikap mereka karena tidak kooperatif walaupun notabene adalah mantan sesama member. Namun ya, begitulah manusia.

Hal ini membuat banyak member yang kehilangan 1 sampai 20 juta kalang kabut mencari bantuan agar uang mereka masih bisa kembali, seperti yang disebutkan dalam video.


Kenapa Pemerintah Wajib Turun Tangan?

Pemerintah wajib turun tangan di kasus JD Union dan Alimama ini karena 2 kasus ini merupakan kasus yang cukup meledak dan merupakan momentum yang tepat untuk menangkap dalangnya guna menghindari penipuan dengan kedok yang sama di masa depan.

Ya, penipu tersebut kerap kali memakai Skema Ponzi tersebut dengan kombinasi berbagai aspek. Yang terbaru tentu saja dengan iming-iming hanya klik-klik bisa dapat uang. Nah, di masa depan akan ada aplikasi-aplikasi lain yang sama persis seperti JD Union dan Alimama, hanya dengan nama berbeda.

Lalu, penipuan JD Union saya rasa berhubungan langsung dengan resesi ekonomi yang terjadi di Indonesia saat ini. Ya, 20 juta memang tak ada apa-apanya. Namun, bila ada 20 orang yang top-up 20 juta maka totalnya akan mencapai 400 juta, total yang banyak kan?

Belum lagi kabar burung yang beredar, total uang yang dibawa kabur JD Union mencapai miliaran. Bayangkan bila miliaran tersebut disalurkan ke sarana keuangan yang lain di Indonesia, tentu akan secara tidak langsung mengangkat perekonomian Indonesia bukan?

Belum lagi yang disasar oleh JD Union, Alimama dan aplikasi sejenis adalah remaja dan orang tua muda yang memang sedang gencar-gencarnya investasi atau memang sedang mencari informasi tentang informasi. Tidak jarang loh orang yang akhirnya kekurangan uang, karena memang menaruh uang pokoknya di aplikasi tersebut.

***

Saya tentu berharap agar masyarakat Indonesia semakin melek ekonomi/investasi agar tak tertipu lagi dengan aplikasi tipu-tipu bermodus aplikasi penghasil uang. Tak ada yang instan di masa pandemik covid19 ini. Bantuan pemerintah juga sangat saya dan teman-teman apresiasi apabila akhirnya turun tangan membantu teman-teman kita yang tertipu

VIDEO PILIHAN