Mohon tunggu...
Steven Chaniago
Steven Chaniago Mohon Tunggu... -

Rookie Learn to Fly~

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Pilihan

Alasan Wajib Militer di Indonesia Tidak Masuk Akal

22 Agustus 2020   10:18 Diperbarui: 22 Agustus 2020   13:37 222 6 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Alasan Wajib Militer di Indonesia Tidak Masuk Akal
Potret Wajib Militer di Korsel (hipwee.com)

Wacana penerapan wajib militer sebagai salah satu SKS dalam rangka Program Bela Negara santer dikabarkan akhir-akhir ini. Saya sebenarnya 50-50 antara setuju dan tidak setuju dengan usulan tersebut.

Namun, hal itu berubah ketika saya membaca alasan dari diberlakukannya wajib militer tersebut. Setelah saya googling dan telaah lebih lanjut, alasannya sangatlah tidak masuk akal di benak saya.

"Kita jangan kalah dengan Korea Selatan yang mampu mengguncang dunia melalui budaya K-Pop. Jika dilihat dari sudut pertahanan, itu cara mereka melalui industri kreatifnya mempengaruhi dunia. Indonesia harusnya bisa seperti itu karena kita punya seni dan budaya yang banyak", sebut Wakil Menteri Pertahanan RI Sakti Wahyu Trenggono.

Tidak Tahu Waktu

Ya, pertama-pertama saya berpikir bahwa rancangan wajib militer ini dicanangkan pada waktu yang tidak tepat. Disaat masih banyak mahasiswa yang menyampaikan pro dan kontra sistem kuliah online dikarenakan virus Covid-19, eh ini malah muncul wacana wajib militer.

Kementerian Pertahanan harusnya tahu prioritas utama untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat ini adalah mengatasi masalah kuliah/sekolah online dengan membuat kurikulum serta regulasi yang sesuai.

Tugas utama itu saja sepertinya masih ketar-ketir diatasi oleh Kemendikbud, ini malah diajak berdiskusi masalah yang berat semacam wajib militer. Menurut saya pribadi, stop mencanangkan program wajib militer ini setidaknya sampai virus Covid-19 sudah dapat teratasi dengan baik dan kuliah/sekolah dapat berjalan normal.

Filosofi Program Bela Negara Benar, Caranya Salah

Yang menjadi landasan saya mendukung Program Bela Negara adalah karena filosofinya yang menurut saya benar dan harus dilakukan.

"Rasa bahwa saya adalah orang Indonesia, terlahir di Indonesia, memiliki kultur Indonesia, adat istiadat Indonesia. Kami ingin melalui Program Bela Negara, milenial bangga terlahir di Indonesia, menjadi bagian dari warga dunia". Kalimat tersebut merupakan filosofi dari Program Bela Negara yang disampaikan oleh bapak Sakti Wahyu.

Hal tersebut saya dukung sepenuhnya, namun apakah caranya harus wajib militer? Apakah tak terbesit beberapa pikiran inovatif memanfaatkan uang negara untuk hal yang lebih berguna?

Saya beri satu contoh. Misalkan uang negara yang diproyeksikan untuk wajib militer kita sebut saja 20M. Kenapa uangnya tidak kita belikan Angklung, Sasando, Gamelan, dan lain sebagainya, untuk disalurkan secara gratis kepada sekolah atau universitas di Indonesia?

Jadi, tidak hanya fasilitas drum, gitar dan stand mic saja yang menjadi penghias ruangan musik. Ide itu juga dapat memancing minat beberapa mahasiswa pencinta musik, belajar memainkannya, dan memposting kegiatan mereka bermain alat musik tradisional di media sosial. Pasti dengan sendirinya banyak mahasiswa/pelajar yang akan menyukai budaya asli Indonesia. Simpel kan?

Kalau kurang tenaga pengajar yang bisa memainkan alat musik tersebut, berikan pembelajaran atau sosialisasi dengan uang yang miliaran tersebut. Pasti banyak kok guru musik atau peminat musik yang mau belajar alat musik asli Indonesia.

***

Jadi saran saya untuk Kemhan, tolong dikaji lagi efektivitas dari implementasi wajib militer dalam Program Bela Negara. Untuk Kemendikbud pun tetap fokus mengatasi masalah sistem pembelajaran di Indonesia saat ini.

Setuju?

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x