Finansial

Rupiah Vs Asian Games 2018

7 Juli 2018   04:11 Diperbarui: 7 Juli 2018   04:25 479 0 0

Show the world,

you are as bright as the sun

we deserve to be the one

invite your fearst come on, don't waste your time

race the energy you shame

and give you best look at to the race.

Sayup lagu theme song Asian Games 2018. Ya,Indonesia kembali menjadi host untuk kedua kalinya dalam pagelaran hajat olahraga terbesar ke-2 setelah Olimpiade,Selepas pada tahun sebelumnya yaitu 24 Agustus 1962 di Jakarta. Bukan tanpa alasan untuk edisi kali ini event ini diselenggarakan di Indonesia pada 18-8-2018 di dua kota Jakarta  dan Palembang. Syarat dengan angka hoki bisa dibilang begitu pada kenyataanya tanggal penyelenggaraan pun condong dalam kategori angka unik 18-8-2018, tanggal delapan belas bulan delapan tahun dua ribu delapan belas.

Pada awalnya host even ini diselenggarakan oleh Vietnam, atas beberapa alasan host dipindah ke Indonesia. Dalam rentetan riwayat penyelenggaraan tersebut lah membuat INASGOC (Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee) meyakinkan pemerintah dalam persiapan singkat namun hasil yang di harapkan adalah sukses host,sarana prasarana dan tentu saja prestasi atlit Indonesia.

Untuk yang terakhir ini merupakan faktor yang bisa dikatakan relatif sulit,mengapa?karena melihat dari hitung-hitungan rank dan beberapa sepak terjang atlit Indonesia dibeberapa cabor secara general lebih dikategorikan minim. Lihat saja rank dan prestasi atlit kita. Memang demikian, namun ada beberapa pada cabor unggulan prestasi atlit Indonesia begitu dominan,sebut saja badminton,angkat besi,panahan,wushu,

rock climbing dan sebagainya. Ditambah lagi problem ekonomi nasional dalam kurs dolar atas rupiah begitu dominan dan terus menguat menyebabkan problem prestasi juga mengalami kendala, hal itu ditengarai oleh dua faktor:training atlit di luar negeri dan pelatih asing. Ya,pada pekan ini saja sudah tercatat Rp 14.402/USD pada pasar spot perdagangan. Lanjut menurut ketua INASGOC Erik Thohir hal tersebut juga menimbulkan efek domino dalam penyelenggaraan event.

Sebut saja teknis event dan sarana prasarana,karena memang dalam eksekusinya event ini di acc oleh pemerintah dengan menjabarkan teknis dalam tiga sektor:manajemen teknis event,sarana prasarana dan prestasi atlit, disamping pihak memang dana penyelenggaraan event ini juga sangat terbatas. Efeknya bisa kita prediksi akan berdampak luas pada 2 sektor lain itu.

Sekedar usul saja mau tidak mau jalan tengahnya adalah  melalui pemerintah dan jajaran dewan Gubernur BI harus berusaha membantu Asian Games dengan kebijakan yang telah digagas oleh Dewan Gubernur BI yaitu:menaikan suku bunga acuan,intervensi ganda pada VALAS (valuta asing) dan menjaga likuiditas di pasar rupiah dan swap antar bank. Atau opsi selanjutnya subsidi silang budgeting antar sektor namun jangan sampai prestasi atlit yang tergerus.