Media

Perubahan Analog menjadi Digital

13 Februari 2018   17:55 Diperbarui: 13 Februari 2018   18:00 128 0 0

Perkembangan teknologi memungkinkan terjadinya perubahan atau perkembangan suatu media. Pada zaman dahulu media yang ada berbasis analog hingga dengan adanya perkembangan teknologi maka saat ini berubah menjadi media digital.

Karena perkembangan tersebut maka, teknik  penulisan dan kredibilitas informasi dalam website berbeda dengan penulisan dan kredibilitas informasi di media cetak. Pengguna atau pembaca website tidak hanya membaca, tetapi mereka juga dapat berinteraksi melalui media online tersebut. Dalam buku tersebut, Interaktivitas, multimedia, pembangunan ruang dan kredibilitas informasi merupakan fokus pembahasan dalam buku. HTML dan XHTML yaitu bahasa konstruksi di halaman website juga akan dibahas.

Media Analog

Media yang serupa tapi tidak sama dalam berbagai teknologi awal yang menyerupai bentuk asli. Media ini memerlukan banyak inovasi teknologi sehingga mendapatkan hasil akhir yang bermafaat. Perspektif masyarakat terhadap analog umumnya adalah terjadinya interaksi sosial, relasi sosial, jaringan sosial dan juga struktur secara hirearki adanya keberpihakan.

Analog sendiri memiliki pengertian yaitu sinyal data berupa gelombang kontinyu sebagai pembawa informasi dengan cara mengubah karakteristik gelombang. Sinyal analog memiliki kutub positif dan negatif dimana karakteristiknya akan berubah-berubah sesuai dengan informasi yang dibawa. Karakteristik yang berubah itu adalah amplitudo dan frekuensi.

Dalam kehidupan sehari-hari media analog dikategorikan seperti komunikasi tatap muka, koran, majalah, brosur dan lain sebagainya.

Namun seiring berkembangnya teknologi, saat ini media analog sudah mulai tertinggal digantikan dengan media digital. Oleh karena itu, untuk saat memproduksi media analog sudah mulai mengalami kesusahan dan kendala.

Media Digital

Media Digital adalah media yang dikodekan dalam format mesin yang dapat dibaca. Program-program komputer dan perangkat lunak seperti citra digital, digital video; video games; halaman web dan situs web, termasuk media sosial; data dan database; digital audio, seperti mp3, mp4 dan e-buku adalah contoh media digital. Media digital sangat berbeda dengan media analog yang mengandalkan sistem manual seperti media cetak, buku cetak, surat kabar dan majalah yang masih bersifat tradisional seperti gambar, film tape audio dan lain-lain.

Dengan adanya internet, maka media digital menjadi salah satu media yang paling banyak di konsumsi oleh masyarakat saat ini. Banyak media yang dulu analog, mulai beralih memanfaatkan media digital dalam proses pemberiaan informasi kepada pembaca. Namun, dengan adanya media digital maka harus ada hukum-hukum yang ditaati dalam proses pemakaian dan penggunaan media digital.

Penulis memiliki peran penting dalam menulis di media digital. Peran tersebut meliputi :

  • Komunikator pesan : Penulis sebagai komunikator harus terampil dalam menyampaikan sebuah pesan. Dengan cara melalui tulisan yang lucu, menarik, mendalam, dan lain sebagainya.¬†
  • Penyelenggara informasi : Penulis harus menyampaikan informasi yang penting kepada pembaca. Penulis yang baik akan membantu pembaca dalam memberikan informasi.
  • Interpreter : Pesan yang disampaikan harus tepat dan sesuai. Memanfaatkan kekuatan dari media dan mengurangi kelemahannya.

Berdasarkan dari ketiga peran penulis dalam media digital. Maka ada poin-poin penting dalam menyampaikan informasi :

Kredibilitas

Berdasarkan tiga peran penting penulis di atas. Maka hal pertama yang harus dilakukan adalah kredibilitas. Bagaimana ketika penulis menyampaikan informasi, harus dapat di pastikan bahwa informasi yang di sampaikan tersebut kredibel. Dalam penulisan sumber juga harus kredibel.

Bias

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, bahwa kredibilitas dalam penulisan blog berkaitan dengan bias. Bias memiliki pengertian masuknya sudut pandang penulis ke dalam blog. Dalam penulisan di media digital, biasanya opini atau pendapat dari penulis tidak boleh dibawa atau masuk ke dalam tulisan yang mereka tulis. Karena hal tersebut dapat menggiring opini masyarakat.

Identifikasi

Identifikasi adalah konsep kunci dari komunikasi yang membantu kita untuk memahami bagaimana penulisan di media digital dapat menghasilkan kepercayaan dari pembaca. Sementara para ahli teori komunikasi sejak tulisan Aristoteles secara khusus berfokus pada peran persuasi dalam opini publik. Kenneth Burke mempertanyakan gagasan tradisional dengan memperkenalkan sebuah teori yang didasarkan pada identifikasi. Blog bisa menjadi salah satu media digital yang melakukan kegiatan jurnalistik. Dalam blog biasanya berisi opini dari para penulis.

Transparansi

Penulis website harus memiliki banyak pengetahuan mengenai teknik penulisan, termasuk praktik transparansi. Pembaca bisa memberikan tanggapan terhadap tulisan dari penulis yang mengungkapkan politik dan opini pribadi. Penulis harus bisa menerima tanggapan tersebut dengan mempertimbangkan informasi baru dan memberikan sumber yang sejelas-jelasnya.

Akuntabilitas

Nomor tiga dalam daftar "harus dilakukan" untuk pertanggungjawaban jurnalisme - mewajibkan organisasi berita menjelaskannya sendiri, atau lebih jelas lagi dengan pembaca dan interaksir tentang bagaimana mereka beroperasi dan layanan apa yang sesuai dengan kepentingan publik seperti dalam standar jurnalistik.

Oleh karena itu, pertanyaan besar untuk organisasi berita adalah bagaimana mematuhi standar profesional, seperti pengumpulan berita dan keseimbangan etis dalam keseluruhan perspektif. Agar publik dapat meminta pertanggungjawaban kepada organisasi berita, publik harus terlebih dahulu mengetahui standar apa yang dimiliki oleh organisasi tersebut

Meningkatkan Kredibilitas

Studi Kredibilitas menunjukkan beberapa elemen yang dapat memberi kepercayaan pengguna pada sebuah situs dan isinya. Secara singkat, ini termasuk:

  • Navigasi situs mudah digunakan
  • Desain situs yang mudah digunakan
  • Grafik berkualitas tinggi
  • Tulisan bagus
  • Informasi kontak lengkap
  • Tautan ke luar ke situs Web lain yang relevan.

Keterbacaan dan Kemampuan Scan

Dalam media online, tingkat keterbacaan tulisan yang dibaca harus tinggi. Karena biasanya para pembaca membaca berita tersebut melalui handphone yang memiliki layar yang kecil. Sehingga jika ada tulisan yang kecil pembaca akan malas membaca berita tersebut dan memilih berita yang lainnya.

Linking

Bagaimana konten online dapat diatur dan terstruktur dengan mudah. Penulis tidak hanya menyajikan sebuah narasi dengan awal, tengan dan akhir. Namun harus memikirkan kemungkinan apa yang dibutuhkan oleh pembaca.

Biasanya dalam satu berita online ada link atau tautan yang menghubungkan ke media lainnya namun masih berhubungan dengan berita yang sebelumnya di baca. Hal tersebut dilakukan agar para pembaca tidak perlu lagi ke halaman awal jika ingin lebih mencari tahu mengenai berita yang dibaca sebelumnya. Link atau tautan tersebut seolah memberi referensi kepada pembaca berita apa yang harus dibaca selanjutnya.