Mohon tunggu...
Stefi Rengkuan
Stefi Rengkuan Mohon Tunggu... Wiraswasta - Misteri kehidupan itu karena kekayaannya yang beragam tak berkesudahan

Lahir di Tataaran, desa di dekat Danau Tondano, Minahasa. Pernah jadi guru bantu di SD, lalu lanjut studi di STFSP, lalu bekerja di "Belakang Tanah" PP Aru, lalu di Palu, dan terakhir di Jakarta dan Yogyakarta.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Peristiwa 26 Agustus 2022 bagi Tou Kawanua: Momen Rahmat

29 Agustus 2022   01:06 Diperbarui: 29 Agustus 2022   01:28 72 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Tugas sejarah sudah selesai." Demikian ungkapan singkat dari Pdt. Audy Wuisang MTh, MSi, saat memberi kabar baik tentang peristiwa penandatanganan dokumen penyatuan dua organisasi yg membawa nama dan logo sama: Kerukunan Keluarga Kawanua. 

Audy membagikan press release berdasarkan dokumen berjudul Musyawarah Tua-Tua Kawanua yang menyepakati hanya ada SATU ORGANISASI KERUKUNAN KELUARGA KAWANUA, dengan 6 ketetapan.

1. KETUA UMUM : ANGELICA TENGKER 

2. KETUA DEWAN PEMBINA : RONNY F. SOMPIE 

3. Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina, Sekaligus Formatur penyatuan pengurus DPP KKK.

4. Pengumuman DPP KKK Persatuan, akan DIKUKUHKAN dalam MUSYAWARAH BUDAYA yang akan dilaksanakan dalam waktu paling lama 2 (dua) minggu dari penandatanganan kesepakatan ini.

5. DPP KKK Persatuan harus segera melakukan sosialisi Hasil Kesepakatan dari Musyawarah yang dilakukan serta mendorong Penyatuan Kepengurusan KKK Daerah dan pembenahan Organisasi.

6. Sejak ditandatangani KESEPAKATAN PERSATUAN KERUKUNAN KELUARGA KAWANUA ini, maka hanya ada SATU ORGANISASI KERUKUNAN KELUARGA KAWANUA (KKK).

Organisasi perkumpulan orang-orang Minahasa di perantauan ini lebih dikenal dengan singkatannya KKK. Sejarah mencatat bahwa sekitar 10 tahun lalu wale wangko atau rumah besar Kawanua ini pernah kisruh dan terbelah, yakni pada saat forum tertinggi Musyawarah Perwakilan Anggota (MPA) diadakan sekitar 10 tahun lalu. Saat itu memang ada yang tidak puas dengan hasil kongres terkait kepemimpinan, dan kemudian muncullah MPA Lanjutan.

Dan tentu saja Audy Wuisang dan tokoh-tokoh Kawanua yang turut hadir dan terlibat dalam peristiwa bersejarah ini tidak lupa apa yang pernah terjadi dengan kisruh dan perpecahan itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan