Mohon tunggu...
Stefani Sijabat
Stefani Sijabat Mohon Tunggu... Tertarik degan isu-isu yang berkembang seputar sosial, hukum dan politik

menggemari topik-topik kontemporer di masyarkat urban. Blog https://dari-catatan.blogspot.com/

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Muda Pilihan Jokowi dan yang Tak Terlihat

28 November 2019   17:09 Diperbarui: 28 November 2019   17:23 60 2 1 Mohon Tunggu...

Sebetulnya tidak begitu mengagetkan ketika pada masa pemerintahanya yang kedua kali ini Presiden Joko Widodo memilih beberapa anak muda untuk bergabung membantu. Jokowi sendiri sampai saat ini adalah sosok termuda yang pernah menjabat sebagai Presiden di Indonesia. Dalam dunia politik Indonesia sendiri, Jokowi pun masih terhitung berusia muda dibandingkan politisi lain yang berumur lebih tua dan mendominasi keberadaanya.

Mungkin itulah salah satu alasan mengapa Jokowi kemudian memilih anak-anak muda untuk menempati beberapa posisi di pemerintahannya. Sebut saja Wishnutama sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan wakilnya Angela Tanoesoedibjo serta Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Ketiga sosok berumur muda ini dalam praktisnya adalah seorang pengusaha.

Wishnutama dikenal sebagai tonggak media televisi Net dan berhasil menyajikan keberhasilan opening dan closing Asian Games 2018. Sedangkan Nadiem Makarim merupakan sosok inspiratif yang mengubah dunia transportasi Indonesia dengan Gojek. Lain hal nya dengan Angela Tanoesoedibjo, yang menempati kursi kepemimpinan di MNC Group.

Lepas dari hiruk pikuk yang muda yang menjabat Menteri, Jokowi kembali lagi menghadirkan yang muda ke permukaan. 7 anak muda diperkenalkan dengan ciri khas kemeja putih di Istana Presiden. Semuanya diperkenalkan sebagai staf khusus Presiden dengan gaya yang lebih santai di bandingkan dengan perkenalan Menteri sebelumnya.

Baca juga : Beli 1 Gratis 2 Presiden?

Putri Indahsari Tanjung (Creativepreneur), Adamas Belva Devara (Ruang guru), Ayu Kartika Dewi (Sabang Merauke), Angkie Yudistia (Thisable Enterpris), Gracia Billy Mambrasar (Kitong Bisa), Aminuddin Ma'ruf (mantan Ketua PMII), dan Andri Taufan Garuda (Amartha).

Lalu apalagi kesamaan dari para sosok muda ini?. Para Menteri dan Wakilnya yang bersosok muda ini, kesemuanya adalah anak bangsa lulusan luar negeri. Sedangkan untuk sosok muda staf khusus Presiden, 5 dari 7 sosok muda ini lulusan pendidikan luar negeri.

Merasa bangga memang ketika mengetahui nantinya kita tidak lagi cuma melihat yang tua yang mondar-mandir menghiasi berita di televisi. Mengetahui bahwa ada sosok muda yang bersedia dilibatkan dan diakui kerja kerasnya di negeri ini. Bahwa akan ada praktis bernuansa "kekinian" nantinya dalam kontribusi negeri ini. Jujur saja, mereka yang lebih tua bukan tidak lagi bisa berkontribusi, namun dibutuhkan sebuah pemikiran yang lebih beragam dam jiwa yang bersemangat di negeri ini.

Namun mendengar dan melihat para sosok muda yang dipilih Presiden untuk membantunya di pemerintahan, ada sarkasme dari kebanggan ini. Betapa kebanggan dari sosok muda ini juga tak langsung menunjukan hasil pendidikan di Indonesia. Mayoritas dari sosok muda muda ini adalah lulusan luar negeri. Pemilihan mereka tentu saja karena kinerja dan prestasi yang telah ditorehkan. Adanya keberhasilan dari sosok muda ini yang telah berhasil menjual dan memikat seorang Presiden. Tidak perlu diragukan lagi hal itu.

Baca juga : Untuk Apa Jatah Menteri Bagi Gerindra?

Presiden tentunya tidak gegabah memilih para sosok muda ini hanya karena latar belakang pendidikanya saja. Kalau memang sindiran tentang para sosok muda ini hanyalah untuk citra politik itu memang benar, seharusnya Presiden bisa memilih lebih banyak sosok lagi yang bisa meningkatkan citra politik pemerintahanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN