Mohon tunggu...
fanky christian
fanky christian Mohon Tunggu... Full Time Blogger - IT Specialist, DCMSolusi, EventCerdas, StartSMEup, JesusMyCEO, ICT4CC, 521Indonesia

IT Specialist, khususnya infrastruktur, aktif di beberapa Asosiasi IT, suka mengajar dan menulis, fokus kepada IT , enterpreneurship, content marketing. Mengembangkan DCMSolusi, DCMMonitoring, EventCerdas, StartSMEup, JesusMyCEO, SehatCerdas.id, ICT4CC.id & 521Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Gadget Pilihan

Keamanan Data yang Disepelekan di Hidup Hybrid

11 Mei 2022   07:36 Diperbarui: 11 Mei 2022   07:44 152 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Digital. Sumber ilustrasi: PEXELS/ThisIsEngineering

Selepas dari libur lebaran, kita kembali menyadari, betapa sekarang kita hidup secara hybrid. Di satu pihak, selama dua tahun ini kita sangat hidup digital. Pagi-pagi telah membuka whatsapp dan sosial media, melihat interaksi disana dan memberikan reply, baik comment ataupun sekedar suka (like). 

Tapi juga kita hidup di dunia nyata, yang tetap harus berkomunikasi secara fisik, dan menyampaikan ide, gagasan dan pemikiran secara langsung (lisan), dan 2 minggu ini kita jalani dengan hybrid bukan? Kita memberikan salaman tanda mohon maaf lahir batin, tapi juga memberikan ucapan digital melalui berbagai media sosial dan media komunikasi digital yang kita punya. 

Lalu, kita hampir lupa, bahwa semua ini ada informasi, ada data yang dipertukarkan antar platform, antar orang di seluruh Indonesia. Data yang kita miliki hampir pasti dimiliki semua platform yang kita gunakan. Kita ditelanjangi secara data, karena mereka (platform) justru yang lebih punya data daripada kita sendiri. 

Mereka tahu kapan kita lahir, berbagai kegiatan penting hidup kita, bahkan No NIK/KTP hingga NPWP disimpan mereka. Dan berbagai platform ini seolah merajut jaringan memori, sama seperti jaringan memori otak kita. Bedanya satu. Yang ada di otak kita, tidak mudah diakses dan diambil orang. Tapi yang ada di platform malah bisa dipertukarkan dan saling interkoneksi relasi. 

Keamanan data, ini yang seharusnya menjadi pemikiran penting kita saat hidup semakin hybrid. Ada informasi yang bisa kita bagikan dengan mudah di platform yang kita gunakan, bahkan saat-saat penting dalam hidup kita, berbagai gambar dan video mewarnai kegiatan kita. Tapi ada juga ingatan, memori yang sifatnya privat, khusus untuk kita sendiri. 

Maka saya sendiri telah melakukan setting agar ada informasi yang sifatnya publik, ada yang sifatnya hanya untuk kawan yang saya kenal (bukan tahu) - istilahnya friends. Bahkan ada yang sifatnya untuk pengikut (followers). Semua intimasi yang mungkin terjadi dalam berbagai hidup hybrid kita harus semakin bisa kita kontrol. 

Jumlah penduduk digital kita pun meningkat dari waktu ke waktu. Tahun 2022 ini, situs We Are Social mencatat ada 204,7 juta penduduk digital Indonesia, mereka yang aktif menggunakan berbagai media digital dan sosial media yang ada. Tapi apakah data kita aman? apakah kita tahu bagaimana menjaga keamanan data kita ?

Selama periode Januari hingga Maret 2022, perusahaan keamanan internet Kaspersky mendeteksi dan memblokir 11.802.558 ancaman online yang menyebar melalui Internet pada komputer pengguna Kaspersky Security Networks (KSN) di Indonesia. 

Ini angka yang tidak sedikit, dan hanya bisa diambil karena mereka menggunakan software tertentu di komputer dan laptop mereka, bandingkan juga nanti bila data dari keamanan smartphone kita.

Belum lagi terkait dengan crypto, NFT, blockchain yang sedang marak di kalangan anak muda. Mereka sangat mudah berbagai informasi untuk bisa mendapatkan crypto yang ada. Metaverse juga demikian. 

Hidup akan semakin hybrid, tapi apakah keamanan data menjadi hal yang penting kita perhatikan dan jaga. Ini yang harus kita selalu ingat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gadget Selengkapnya
Lihat Gadget Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan