Mohon tunggu...
Johanes Krisnomo
Johanes Krisnomo Mohon Tunggu... Karyawan Swasta

Penulis, fotografer, pemerhati lingkungan hidup, teknologi pangan, kesehatan, kimia pangan. Alumnus Kimia ITB dan praktisi di Industri Pangan. https://www.kompasiana.com/stalgijk

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Hari Anak Nasional, Renungan dan Introspeksi

22 Juli 2019   23:24 Diperbarui: 23 Juli 2019   05:25 0 55 25 Mohon Tunggu...
Hari Anak Nasional, Renungan dan Introspeksi
Mengajar Anak Bersepeda. Sumber : pexels.com

Bukan tua mendadak, semua ada prosesnya. Tak pernah ada sesal, ketika perjalanan terlampaui awet tua. Mana ada dulu piknik dan makan bersama keluarga di luar. 

Sibuknya orangtua mencari nafkah di tengah kesulitan ekonomi tak menyurutkan ungkap syukur. Namun, keterbatasan telah memampukan bertahan hingga sukses, dan jadi tahu apa yang terbaik untuk masa depannya anak-anak.

Hari Anak Nasional, 23 Juli 2019, menjadi momen penting bagi seluruh bangsa Indonesia agar lebih peduli dalam upaya memberikan perlindungan kepada anak Indonesia  untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Keluarga harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak, menjadikan rumah sebagai yang pertama dan utama dalam memberikan perlindungan.

Berlatar dari pembelajaran dan pengalaman masa lalu, komunikasi menjadi faktor utama agar suasana rumah selayak surga kecil yang dipenuhi kehangatan. Selagi anak masih kecil, perlu diupayakan selekasnya untuk menghadang segala pengaruh jahat yang merugikan dari luar rumah.

Jangan biarkan anak-anak tumbuh menjadi generasi nunduk, yang memandangi layar gadgetnya, tanpa peduli orang-orang disekitarnya. Mengenalkan tugas-tugas rumah sangat penting, memberi tanggung jawab sesuai tingkatan umurnya, dan memberikan tugas kerja beres-beres rumah. Semuanya harus dilakukan bersamaan dengan teladan orangtua, yang memberi contoh bagaimana merawat rumah.

Sumber : https://www.pexels.com
Sumber : https://www.pexels.com
Sumber : https://www.pexels.com
Sumber : https://www.pexels.com
Bicara dengan anak, di saat santai sore hari sepulang sekolah, bertukar sapa dan pengalaman selama seharian, ibu memasak, anak di sekolah dan bapak di tempat kerja. Hal-hal dan isu-isu tak baik yang berkembang di luar dapat dibicarakan dalam suasana nyaman. Literasi digital, pemahaman tentang baik buruknya gadget, HP, dalam keseharian perlu disinggung dan dibahas bersama.

Selagi anak masih kecil, buatlah aturan yang harus ditaati bersama, misalkan kapan waktunya belajar, bantu orangtua, bermain dan ngobrol-ngobrol bersama keluarga tanpa menggunakan gadget atau HP.

Jenuhnya jiwa, dan lelahnya berpikir saat sekolah perlulah disegarkan, sekali-kali ajak anak jalan-jalan ke alam bebas, bisa yang berbiaya atau gratis.

Kenangan indah, ketika naik angkutan umum berdesakan menuju tempat rekreasi akan menjadi pengalaman berharga kelak saat dewasa. Bila ada rejeki lebih, tak ada salahnya ber-mewah sedikit menikmati indahnya perjalanan yang agak jauh.

Menghargai nilai uang, perlu diajarkan dengan cara menabung. Barang-barang kesukaan yang diminati anak-anak, bisa dibeli dengan cara menggunakan tabungan anak yang telah disiapkan secara mandiri dari uang jajan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x