Mohon tunggu...
Johanes Krisnomo
Johanes Krisnomo Mohon Tunggu... Karyawan Swasta

Penulis, fotografer, pemerhati lingkungan hidup, teknologi pangan, kesehatan, kimia pangan. Alumnus Kimia ITB dan praktisi di Industri Pangan. https://www.kompasiana.com/stalgijk

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Wacana, Tak Ingin Beli Koran Lagi

9 Juli 2019   00:14 Diperbarui: 9 Juli 2019   00:17 0 33 20 Mohon Tunggu...
Wacana, Tak Ingin Beli Koran Lagi
Sumber : http://www.flanderstoday.eu

Berlangganan koran, nyatanya tak sempat baca. Pasalnya, Pak Koran, maksudnya pengantar, sering datang terlambat. Sepulang kerja pun, merasa tak perlu membaca koran lagi. Selain lelah, berita dan informasi harian telah tercukupi dari media daring, saat istirahat makan siang.

Ingin menyudahi berlangganan, tak tega hati mengatakannya, pada Pak Koran yang terlihat renta di usianya sekitar 65-an tahun. Telah lebih dari 15 tahun, antar koran ke rumah tiap hari dengan motor lawasnya, dari mulai 3 kantung besar hingga kini  tersisa 1 kantung.

Inginnya sich, sempat baca koran sambil ngopi-ngopi sebelum berangkat kerja jam 07.15. Yang terjadi, koran tak ada yang mengotak-atik, masih mulus hingga sore hari, bahkan lebih dari seminggu tak ada yang menyentuh. Penghuni rumah lainnya, istri dan anak-anak, telah merasa cukup menyimak berita dan informasi dari gadget maupun televisi.

Bagi generasi tua, membaca koran atau media cetak, merasa lebih mantap. Mata tak mudah lelah, dan mudah dibolak-balik, bila ada sesuatu yang ingin dibaca ulang. Berbeda dengan generasi milenial, inginnya serba cepat dan instan, tak mau berlama-lama baca koran.

Meskipun koran lebih renyah dinikmati, faktor ekonomi tetap menjadi bahan pertimbangan untuk tetap bertahan. Tingginya biaya hidup, keperluan sandang, pangan dan papan telah menggerus paksa, hingga akhirnya berhenti membeli koran.

Sumber : https://pxhere.com
Sumber : https://pxhere.com
Sumber : https://www.niemanlab.org
Sumber : https://www.niemanlab.org
Sumber : https://www.goodfon.com
Sumber : https://www.goodfon.com
Sumber : https://www.theguardian.com
Sumber : https://www.theguardian.com
Seandainya, koran mampu menyediakan kebutuhan yang paling diperlukan pembacanya, misalkan berisi tips-tips atau inspirasi yang berkaitan dengan cara dan contoh memperoleh  penghasilan tambahan, setidaknya akan lebih diminati, meski berbayar.

Berita lokal diperbanyak, sifatnya dekat dengan lingkungan pembacanya, tentang sosial-budaya, wisata, pendidikan dan lain-lain yang bermanfaat, niscaya menjadi bahan kajian menarik dan diminati.

Utamakan isi, dan kemanfaatan lokal agar infonya selalu aktual. Kurangi jumlah halaman, menyikapi bila harga jual koran terlalu mahal.

Harapan tetap menjadi wacana, kecuali bila ada perubahan, bertahap dan pasti agar koran sebagai media cetak, tetap bertahan dan seharusnya belajar lebih rajin mengikuti arus gerak media daring.

Bagi diri, kalau saja keterlambatan koran bisa diperbaiki, datang lebih pagi, mungkin dalam beberapa waktu ke depan masih berharap banyak dan tetap menjadi pelanggannya Pak Koran.

Sejatinya, koran sebagai media cetak dan media daring dapat lebih saling melengkapi, dengan kelebihan dan kekurangannya, dan tak boleh mati salah satunya.

Bandung, 09 Juli 2019

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x