Mohon tunggu...
Johanes Krisnomo
Johanes Krisnomo Mohon Tunggu... Penulis

Penulis, fotografer, pemerhati lingkungan hidup, teknologi pangan, kesehatan, kimia pangan. Alumnus Kimia ITB dan praktisi di Industri Pangan. https://www.kompasiana.com/stalgijk

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Persahabatan Tulus Diawali Saling Percaya

23 Mei 2019   22:44 Diperbarui: 23 Mei 2019   23:26 0 36 18 Mohon Tunggu...
Persahabatan Tulus Diawali Saling Percaya
Ilustrasi Persahabatan Anak dan Singa. Sumber Foto : https://pixabay.com

Saling percaya, tak semudah membalik telapak tangan. Perlu waktu, dan tulus untuk meyakinkan jujur sungguh.

Berapa lama, saling percaya itu terbangun? Bila hanya satu sisi yang percaya, sedang sisi lain tak percaya, bagaikan bertepuk sebelah tangan.

Saling percaya, akan menumbuhkan komunikasi yang baik, yang akan berdampak pada suksesnya pencapaian tujuan bersama.

Selayak tulusnya persahabatan, antara anak dan hewan, meski tak paham bahasa, nyatanya mampu tercipta. Rahasianya dimana? Beberapa contoh persahabatan antara anak dan hewan menyiratkan prinsip keutamaan yang harus ditaati.

Ilustrasi Persahabatan Anak dan Kura-kura. Sumber Foto : https://pixabay.com
Ilustrasi Persahabatan Anak dan Kura-kura. Sumber Foto : https://pixabay.com
Ilustrasi Persahabatan Anak dan Kelinci. Sumber Foto : https://pixabay.com
Ilustrasi Persahabatan Anak dan Kelinci. Sumber Foto : https://pixabay.com
Ilustrasi Persahabatan Anak dan Anjing. Sumber Foto : https://pixabay.com
Ilustrasi Persahabatan Anak dan Anjing. Sumber Foto : https://pixabay.com
Saling percaya, ada ungkapan kata saling, yang berarti keduanya telah percaya. Tak lagi kosong seperti bertepuk sebelah tangan.

Tak seperti orang-orang dewasa yang masih sembunyikan sesuatu karena ada kepentingan. Anak-anak bebas dari curiga dan taktik-taktik curang, pun hewan-hewan yang menjadi kawan sepermainannya.

Berapa lama saling percaya akan terbangun, tergantung dari masing-masing komponen yang terlibat.

Menanti sadar, dan waktu yang tepat, kapan bisa membebaskan diri dari rasa curiga, egois dan taktik-taktik curang. Bila hal ini mampu terwujud, artinya saling percaya akan membangun dirinya di masing-masing komponen.

Saling percaya memperkuat tali komunikasi, dan akan merangkaikan jalinan nilai-nilai persahabatan.

Bila disepakati untuk tetap ingin membangun persahabatan, sudah seharusnya diawali saling percaya yang berbalut kejujuran, dan tulus bersikap.

Bandung, 23 Mei 2019