Mohon tunggu...
Johanes Krisnomo
Johanes Krisnomo Mohon Tunggu... Karyawan Swasta

Penulis, fotografer, pemerhati lingkungan hidup, teknologi pangan, kesehatan, kimia pangan. Alumnus Kimia ITB dan praktisi di Industri Pangan. https://www.kompasiana.com/stalgijk

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Meski Uzur, Berjuang untuk Sedikit Makmur

5 November 2018   22:28 Diperbarui: 5 November 2018   22:45 0 36 22 Mohon Tunggu...
Meski Uzur, Berjuang untuk Sedikit Makmur
Pak Becak di Yogyakarta, 28 Okt 18. Foto Dok/Pribadi J.Krisnomo

Rejeki lolos, saat calon penumpang berseliweran. Semula ingin mencari nafkah dengan becaknya, nyatanya tertidur. Lengah dan lelah.

Tertarik dengan model becaknya, di Yogyakarta, sebagai turis lokal, tertambat mata fokus pada sasaran. Saat mendekat, sempat meminta ijin motret.

"Ijin motret, Pak." 

"Buat apa?," tanyanya terkantuk-kantuk, sambil menyesuaikan posisi terbaiknya. Kepala bersandar di tepi belakang, sedangkan kakinya yang kapalan menjulur ke depan di antara tiang-tiang penyangga, membentuk posisi badan diagonal.

Saat kubilang,"Buat kenang-kenangan.", Pak Becak sudah setengah lelap tak menghiraukan lagi.

Jeprat-jeprat, tanpa berpikir lagi, kuambil beberapa foto yang sekiranya mampu bercerita.

Selain model becak sedikit berbeda, bila dibanding becak Bandung dan Jakarta, daya tarik lainnya terletak pada umur Pak Becak. Seharusnya, di umur yang sudah uzur, Pak Becak tinggal di rumah, mengasuh cucu dan bersantai.

Mungkin Pak Becak kelelahan, di terik panas yang menggigit kepala, telah menguras habis tenaga tuanya. Pantaslah, kalau siang itu dia beristirahat, dan setengah tertidur di keteduhan pepohonan di tepi jalan.

Jeprat-jepret tuntaslah sudah. Satu dari sepuluh foto, telah terpilih mampu merekam situasi yang diinginkan.

Sudut pengambilan foto yang menyamping, telah menggoreskan sudut pandang plus. Rupanya, bukan becak sembarang becak!

Bagian belakang becak, tampaknya bukan becak kayuh tapi becak bermotor. Semacam modifikasi sepeda motor yang disatukan dengan badan becak. Tersedia pula helm sebagai pelengkap.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2