Mohon tunggu...
Johanes Krisnomo
Johanes Krisnomo Mohon Tunggu... Karyawan Swasta

Penulis, youtuber, fotografer, pemerhati lingkungan hidup, teknologi pangan, kesehatan, kimia pangan. Alumnus Kimia ITB dan praktisi di Industri Pangan. https://www.kompasiana.com/stalgijk

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Taman Kencing Berdiri

31 Agustus 2015   19:53 Diperbarui: 31 Agustus 2015   19:53 238 1 0 Mohon Tunggu...

Pengamatan membuktikan bahwa kita punya kecenderungan berperilaku melawan peraturan yang terkait larang-melarang. Memanjakan hati, agar pesan tersampaikan, peringatan atau larangan pun diperhalus, sopan dan rendah hati, misalkan ‘Dilarang Buang Sampah Sembarangan’, diubah menjadi ‘Terimakasih Anda Telah Membuang Sampah Pada Tempatnya’, dan lain sebagainya.

Demi sebuah alasan, kebelet kencing, daripada sakit kantung kemih, terkadang kaum pria terpaksa memutuskan buang air kecil di balik pohon tepi jalan. Sindiran humor pun sering menjadi trend di sana-sini, “Dilarang Kencing Disini Kecuali Anjing”, menjadi kalimat canda bermakna dalam.

Temuan baru, terkait masalah kebelet, di sudut kantor kawasan Jalan Tamansari, Kota Bandung, terpampang sindiran samar “Disini Akan Dibangun Taman Kencing Berdiri”, cukup sopan dan terhormat, ampuh mengurungkan niat.

Semoga peringatan bernilai tantangan ini, mampu membuka inspirasi untuk memahami makna larangan yang dipublikasikan, dan sadar tertib berperilaku. (jk)                                                                      

Bandung, 30 Agst 2015/Foto : Dok Milik Pribadi

 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x