Gaya Hidup

Bagaimana Jika Kita Sulit Mengekspresikan Rasa Sayang ke Orang Tua?

7 Desember 2018   17:43 Diperbarui: 7 Desember 2018   17:53 69 0 0

Setiap anak terlahir melalui rahim ibu dan dibesarkan dengan keringat ayah. Bagaikan malaikat di bumi, orang tua tak pernah lelah merawat dan menjadi sandaran hidup anak-anaknya. Mulai dari bangun pagi untuk menyiapkan bekal, hingga pulang malam bahkan subuh demi sebutir nasi. Semua dilakukan demi buah hati, agar dapat tumbuh dengan segala kecukupan yang mereka perjuangkan. Lelah, kesal, jenuh, atau keinginan untuk menyerah mungkin mereka rasakan, tapi yang terlihat hanyalah senyuman hangat yang selalu melekat di wajah mereka.

Jika kita ingat kembali memori dengan orang tua, mungkin yang terlintas tidak selalu sesuai dengan harapan kita. Terkadang, kita menganggap orang tua berlebihan karena sering menanyakan kabar, konservatif karena melarang beberapa keputusan kita, atau bahkan, kita sampai pada titik yang menganggap orang tua tidak pengertian karena tidak sejalan dengan pikiran kita. Apakah kita layak untuk berpikir seperti itu, jika dibandingkan dengan keringat dan air mata mereka? Tentu tidak. 

Sebagai anak, sudah sepantasnya kita memperlakukan ayah dan ibu seperti mereka menyayangi kita tanpa syarat. Meski kebaikan kita tak akan pernah menandingi kedalaman hati mereka, namun tidak ada salahnya jika kita menunjukkan perasaan sayang pada mereka. Terdengar mudah bagi beberapa orang, tapi sulit bagi orang lain untuk melakukannya. Kesulitan tersebut bisa terjadi karena tidak terbiasa untuk mengekspresikan diri atau mungkin takut akan respon orang tua sendiri. Karena itulah, beberapa dari kita hanya bisa memendam perasaan sayang, tanpa menunjukkannya secara langsung ke orang tua. Padahal, orang tua kita pastinya memiliki kerinduan tersendiri untuk melihat ekspresi sayang kita pada mereka.  Untuk itu, dibutuhkan pembiasaan diri dan pengorbanan berupa usaha untuk keluar dari zona nyaman, seperti melakukan hal-hal di bawah ini :

1. Mengenal bahasa kasih

Setiap orang pasti punya caranya masing-masing untuk mengungkapkan kasih sayang. Menurut Dr Gary Chapman dalam bukunya yang berjudul "The Five Love Language", bahasa kasih dapat berupa lima cara, yaitu words of affirmation (kata-kata pujian dan penguatan), physical touch (sentuhan fisik). acts of service (tindakan yang meringankan beban atau memberi bantuan), gifts (memberi hadiah), dan quality time (waktu kebersamaan). Dalam hubungan kita dengan orang tua, kita perlu mengenal bahasa kasih orang tua kita, sehingga kita tahu cara yang tepat untuk menunjukkan kasih sayang kepada mereka, sesuai dengan bahasa kasih yang mereka miliki.        

2. Belajar terbuka

Bagi sebagian orang, menceritakan keseharian kepada orang tua terasa seperti hal yang tidak biasa. Padahal, dengan membuka diri serta mengutarakan pikiran dan perasaan, kita sudah menunjukkan sikap bersandar pada orang tua. Sebab, mereka lah yang selalu setia menunggu kepulangan kita dan siap mendengarkan segala keluh kesah yang kita alami.

3. Masuk ke "dunia" orang tua

Saat kita ingin mengekspresikan diri kepada seseorang, di saat itu pula kita harus memiliki keinginan untuk masuk ke dunia orang tersebut. Sama halnya dengan orang tua, kita bisa mempelajari hal-hal yang mereka sukai. Bisa jadi hobi, makanan, film, atau musik. Membahas topik yang berkaitan dengan kegemaran orang tua dan ikut ambil bagian dalam hal hobi mereka dapat menjadi tanda pengekspresian rasa sayang kita terhadap mereka. Selain itu, kita dapat membangun kebersamaan dan kenangan yang indah bersama orang tua tercinta.


4. Mengingat perjuangan orang tua

Apakah kamu pernah membayangkan rasanya mengandung bayi selama berbulan-bulan? Atau pernahkah kamu merasakan beban tumpukan pekerjaan demi kebahagiaan orang yang kamu sayang? Ketika orang tua berjuang, itulah yang dapat disebut sebagai pertarungan yang sebenarnya. Setelah menanggung sakit saat melahirkan, perjuangan ibu tidak berhenti di situ. Ia masih harus terjaga siang-malam dan berpacu dengan waktu untuk menyiapkan segala kebutuhan rumah tangga. Begitu juga dengan ayah, yang tidak kenal jarak dan waktu demi menyeimbangkan antara keluarga dan pekerjaan.

Orang tua tidak selamanya berada di sisi kita, sebab waktu yang kita miliki bersama orang tua terbatas, tergantung cara kita mengelolanya. Yuk, keluar dari zona nyaman dan berkorban demi perubahan diri bagi orang yang kita sayangi. Lakukan sekarang, selagi kamu bisa!