Mohon tunggu...
Sri Yamini
Sri Yamini Mohon Tunggu... Guru - Guru SD

Suka menulis

Selanjutnya

Tutup

Love Pilihan

25 Tahun Pernikahan Perak

16 Oktober 2022   16:58 Diperbarui: 16 Oktober 2022   17:06 497
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Penulis hari ini bercerita tentang " Perjalanan kisah kasih 25 tahun menikah". Maaf...Netizen bukan mau mengumbar aib pribadiku. Tapi ingin berbagi pengalaman.

Pertama bertemu dengan suamiku dulu. Kita sama-sam punya pasangan. Suamiku punya pacar tetanggaku. Dan diriku punya pacar tetangga di depan rumahku. Sejak kecil diriku dibesarkan di suatu komplek perumahan. 

Dari perjalanan hidup sejak kecil sampai saat ini berusia 57 tahun. Merasakan bagaimana kehidupan yang sangat pahit dan menyedihkan. Kehidupan keluargaku sederhana dan serba kekurangan.Kalau mau makan saja sampai dibagi .

Penulis merupakan anak sulung dan mempunyai 5 adik . Yang terdiri 4  adik perempuan dan 1 adik laki-laki. Kami didik oleh bapak serba sederhana. Bapak seorang pegawai PNS .

Tidak seperti sekarang gajih PNS besar-besar. Kalau mau menyekolah anak-anak harus pinjam dulu uangnya ke koperasi perusahaan. Kalau jaman dahulu belum dipercaya pinjam uang ke bank.

Bapak menyekolahkan setingkat dengan SMA / SMK . Bisa bersekolah dengan hidup sederhana. Kalau mau berangkat ke sekolah minta uang ongkos dan jajan. Lalu bapak berkata " Kamu mau sekolah atau mau jajan ???

Sudah tidak usah sekolah uangnya dipakai jajan saja !!!

Ya...akhirnya penulis bersama 5 adikku hanya punya uang untuk ongkos saja. Lalu kalau ada iuran di sekolah harus ada buktinya berupa kwitansi. Sedangkan kalau iuran kas kelas ,tidak ada kwitansinya !!!

Supaya uang ongkos bisa dipakai uang kas . Jadi tiap berangkat sekolah dan pulang. PP jalan kaki. Uang ongkos disimpan untuk membeli ATK. Supaya tidak minta kepada bapak . Kasihan beliau sudah capai capai harus dibeban lagi minta uang jajan. 

Alhamdulillah...penulis bersama 5 adik bisa menyelesaikan sekolah tepat waktu. Tidak ada yang tinggal kelas. Lalu setelah lulus mencari kerja suatu perusahaan swasta. Kalau penulis lulusan SPG ( Sekolah Guru ). Jadi melamar ke sekolah dasar negeri. 

Dengan harapan ke depan bisa jadi guru PNS . Walaupun harus berjuang dulu jadi guru honor. Yang terpenting mencari pengalaman dulu . Bagaimana jadi seorang guru ???

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Love Selengkapnya
Lihat Love Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun