Mohon tunggu...
Sri Wangadi
Sri Wangadi Mohon Tunggu... 📎Memulai dengan Bismillah

📩 swangadi27@gmail.com 🔁 KDI - BTJ

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Menilik Cara Kerja Otak Merangsang Pecandu Seks

3 Desember 2019   10:55 Diperbarui: 3 Desember 2019   10:55 0 2 1 Mohon Tunggu...
Menilik Cara Kerja Otak Merangsang Pecandu Seks
ilustrasi otak | sindonews

Pikiran mengenai seks merupakan hal yang lumrah dan normal dalam kehidupan ketika seseorang tersebut telah dewasa baik secara fisik maupun emosional. Namun, ada orang yang otaknya tak henti-hentinya memikirkan seks sehingga sering mendapatkan julukan pikiran kotor atau "otak mesum".

Dalam istilah medis, kecanduan seks disebut dengan gangguan hiperseksual, dimana kondisi ini membuat seseorang terus memikirkan atau melakukan segala aktivitas seksual yang berulang dengan intensitas yang semakin lama semakin meningkat dan tentunya akan berdampak negatif bagi penikmatnya.

Mengapa Otak Bisa secara Instan Memikirkan Seks?

Media Informasi di era digital saat ini sangat mudah diakses oleh siapa saja yang penasaran atau sekedar tidak sengaja membuka berita informasi yang ada dalam ponsel genggamannya. Adanya media sosial, banyaknya situs jejaring pencari informasi dalam bentuk tulisan, gambar maupun video bisa kita dapatkan dengan bermodal paket internet atau sambungan wifi saja.

Banyaknya tayangan-tayangan yang tidak mendidik dan melanggar batas, tanpa disadari dapat menjadi ancaman besar terhadap semua kalangan, mulai dari anak-anak, kaum muda maupun yang sudah dewasa.

Meskipun Kominfo dan badan sensor yang bertanggungjawab dalam menjaga informasi yang beredar dalam masyarakat sudah melaksanakan tugasnya, namun ada saja tayangan yang "kecolongan" untuk dilihat dan didengar.

Melansir dari laman tribunnews, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas California Los Angeles (UCLA) menemukan bahwa otak manusia dirancang untuk memikirkan seks, termasuk dalam menemukan partner seksual secara mudah, artinya bahwa kinerja otak lebih mengarah pada urusan seksualitas.

Meski hasil menunjukkan bahwa otak manusia dirancang untuk memikirkan seks, namun aktivitas seksual merupakan fungsi biologis seseorang.

Hal ini tentu bisa menjadi pengendali bagaimana kita mengelola perasaan dan memahami perilaku seksual yang beresiko merugikan diri sendiri dan orang lain. Jangan sampai menyesal hanya karena kenikmatan sesaat namun menderita seumur hidup.

Salah satu perilaku seksual yang beresiko adalah melakukan hubungan seks yang menyimpang dan tidak seharusnya. Perilaku tersebut dapat beresiko menimbulkan penyakit AIDS yang disebabkan oleh human immunodeficiency virus (HIV).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN