Mohon tunggu...
Sri Subekti Astadi
Sri Subekti Astadi Mohon Tunggu... Administrasi - ibu rumah tangga, senang nulis, baca, dan fiksi

ibu rumah tangga.yang suka baca , nulis dan fiksi facebook : Sri Subekti Astadi https://www.facebook.com/srisubektiwarsan google+ https://plus.google.com/u/0/+SriSubektiAstadi246/posts website http://srisubektiastadi.blogspot.co.id/ https://www.instagram.com/srisubektiastadi/

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cinta Beda Dunia

15 Februari 2016   16:08 Diperbarui: 9 Januari 2017   20:31 52
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption caption="Cinta 2 dunia"][/caption]

 

Malam sudah begitu larut ketika Mita masih sibuk di depan laptop untuk menyelesaikan tulisannya mengejar deadline. Ada rasa sejuk mengalir, di bulu kuduknya. Tak lama kemudian Mita merasakan hadirnya sesuatu, menemani duduk di kursi sebelahnya. Aroma wangi bunga agak aneh tercium di hidung. 

Mita menoleh ke kursi itu, hanya sekelebat bayang yang nampak. Tak ada siapa-siapa di sisinya. Walaupun hadirnya sangat dirasakan, aku yakin ada seseorang atau suatu mahluk yang sedang menemaniku. Namun tak ada sedikit pun rasa takut menyelimuti Mita.

Mita lanjutkan tulisannya, dan tiba-tiba rasa katuk tak  tertahan datang, walau masih dalam posisi duduk menghadap laptop, Mita  seperti bermimpi dalam lelap sekejap.

"Aku mencintaimu, Mita.....ijinkan aku untuk menjagamu...." , Samar Mita mendengar ucapan dari seseorang yang dari tadi dirasakan duduk di sebelahnya.

"Aku hanya ingin menjagamu Mita...jangan takut...aku tak akan menyakitimu, karena aku mencintaimu..."

Mita terjaga beberapa menit setelahnya, seseorang seperti sedang berbicara dengannya...iya...itu bukan mimpi...karena Mita hanya terpejam beberapa saat. Mita yakin dia yang sedang di kursi sebelahnya yang mengajak bicara.

Dengan seperti bergunam aku bicara sendiri.

"Kamu...siapa kenapa tiba-tiba datang mendekatiku ."

Hawa dingin dan wangi parfum itu seolah membuatku terlelap lagi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun