Wisata highlight

Desa Agro Wisata Kini Ada di Kudus

10 Oktober 2017   17:16 Diperbarui: 10 Oktober 2017   17:21 1480 18 5
Desa Agro Wisata Kini Ada di Kudus
Dokumentasi Pribadi

Minggu pagi yang cerah  tanggal 8 Oktober 2017, jam 6.15 pagi temen-temen dari WAG   udah nyamperin untuk bersama-sama ke tempat Om Topo yang kebetulan menjadi Seketaris  desa Jati Kulon  Ke. Jati  Kab. Kudus. Malam sebelumnya  di  WAG memang sudah janjian mau bareng-bareng kesana , rencananya sih mau nyepeda saja tapi berhubung aku lagi gak bisa bersepeda, ya sudahlah...kami berangkat dengan sepeda motor menuju desa Jati Kulon karena rencananya pagi itu akan ada peresmian Desa Argo Wisata.

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi

ada duren juga loh (Dokumentasi Pribadi)
ada duren juga loh (Dokumentasi Pribadi)

Desa Jati Kulon yang terletak di seberang jalan Rumah Sakit Mardi, atau kurang lebih 1,5 KM dari pusat kota Kudus, masuk wilayah kecamatan Jati. Desa yang di dalamnya terdapat pabrik  besar seperti PT Pura Barutama, dan  beberapa industri lainnya ternyata maju pula bidang pertaniannya. Padahal kalau dilihat dari kondisi geografisnya  Jati Kulon termasuk dataran rendah, dengan luas wilayah 187.276 Ha, terdiri dari ; Sawah : 34.175 Ha, Pekarangan : 121.529 Ha, Tegalan : 28.443 Ha dan lain-lain 3.129 Ha.

Jati Kulon menghijau (Dokumentasi Pribadi)
Jati Kulon menghijau (Dokumentasi Pribadi)

Walaupun jauh dari pegunungan namun system pengairan irigasinya bagus, yang berasal dari Kali Tuntang dan Kali Gelis. Sawah-sawah terairi dengan bagus sehingga tumbuhan tampat segar dan bagus pertumbuhannya. Dengan jumlah penduduk yang berprofesi sebagai petani 90 orang dan buruh tani 52 orang  dari  total pendduduk desa Jati Kulon sebanyak 8.717 jiwa . Dari bagian kecil penduduk itulah mampu memanfaat tanah pertanian yang ada untuk mengangkat nama desa dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

jual bibit cabe (Dokumentasi Pribadi)
jual bibit cabe (Dokumentasi Pribadi)

Suasana semarak sudah semakin terasa ketika kita mulai masuk di gang sebelah  Rumah Kematian Dharma, spanduk-spanduk dan umbul-umbul sudah terpasang di pagar tanaman yang telah tertata rapi sepanjang rumah warga.

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi

Kurang lebih 400 meter masuk gang , sampailah kami di lokasi acara peresmian Desa Argo wisata, yang  areanya di dekat persawahan yang terbentang luas dan menjadi batas desa  dengan desa Pasuruan Lor.

Pagi itu para ibu sudah bersiap menjambut para tamu, dengan menggelar aneka dagangan  , baik berupa makanan tradisonal untuk sarapan, sayur-sayuran dan aneka buah yang baru dipetik dari sawah di sebelahnya.

ibu-ibu jual hasil panen mereka (Dokumentasi Pribadi)
ibu-ibu jual hasil panen mereka (Dokumentasi Pribadi)

Kami pun tak mau ketinggalan segera memesan nasi  jagung dan nasi menir dengan gudangan, ikan asin dan bakwan jagung. Dasar dari rumah belum sarapan jadi, rasanya mak yus banget deh... lapernya terobati...

Di warung Pucung itu ibu Sekdes dan teman-temannya menyediakan, nasi biasa, nasi menir dan nasi jagung yang akan dipadu dengan gudangan, selain itu juga menyedian keong/ besusul kuah yang  makannya tinggal disrutup pedes dan seger...waah...

asyik menikmati keong srutup (Dokumentasi Pribadi)
asyik menikmati keong srutup (Dokumentasi Pribadi)

Sementara sambil menunggu ibu-ibu yang baru melaksanakan senam kami keliling sambil mencicipi aneka makanan yang tersedia. Ada bubur sumsum putih, ada aneka gethuk sampai jamu gendong semua ada disini. Yang jualan semua ibu-ibu warga desa Jati Kulon terutama dari RW 06.

ada yg jual susu etawa dan telur juga (Dokumentasi Pribadi)
ada yg jual susu etawa dan telur juga (Dokumentasi Pribadi)

Jam 7.30 acara peresmian Desa Argo Wisata pun dimulai, dengan diawali menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya , dan doa bersama. Dilanjutkan sambutan-sambutan serta peresmian Desa Argo Wisata oleh Bapak Camat Jati Kudus. Bapak Andreas Wahyu Adi.

Pak Camat yang selulu memberika dukungan warganya (Dokumentasi Pribadi)
Pak Camat yang selulu memberika dukungan warganya (Dokumentasi Pribadi)

Pada saat acara peresmian itulah pesawat Aeromodeling dari  teman-teman Kudus Aeromodelling  riwa --riwi di udara di atas acara peresmian. Tertarik saya  untuk menghampiri tim Kudus Aeromodelling yang ternyata ada di tengah sawah dekat tempat acara peresmian.

Kudus Aeromodelling yang diketuai oleh Pak Yudho mulai didirikan di Kudus pada tahun 2007 dengan anggota  15 orang. Tak hanya main-main  ternyata Kudus Aeromodelling sudah masuk menjadi salah satu cabang olahraga yang terdaftar di KONI Kudus. Bahkan Kudus Aeromodelling pernah mencerak prestasi di Porprof Jateng dengan 1 medali emas, 2 medali perak dan 1 pedali perunggu.

Tim aeromodelling (Dokumentasi Pribadi)
Tim aeromodelling (Dokumentasi Pribadi)

Kudus Aeromodelling rutin mengadakan latihan di lapangan Undaan Kudus dan lapangan Megawon Kudus. Ternyata bermain aeromodelling  tidak  selalu mahal, karena para anggota bisa merakit sendiri pesawat non remote. Pesawat non remote ini menggunakan tehnik melempar sesuai arah angina dan  bentuk pesawat. Tim Aeromodelling Kudus terdiri dari 15 anggota dari berbagai kalangan usia pecinta olahraga Aeromodelling ini.

Bersama Pak Yudho ketua Aeromodelling Kudus (Dokumentasi Pribadi)
Bersama Pak Yudho ketua Aeromodelling Kudus (Dokumentasi Pribadi)

Kembali ke pembukaan desa Argo Wisata ini ternyata diprakasai oleh warga dari RW  6 yang letaknya berdekatan langsung dengan area persawahan.

Seyum puas ibu-ibu pun menghias diakhir acara pembukaan ini, karena dagangan mereka laris, yang berarti akan menambah pendapatan keluarga, dan memudahkan mereka menjual produk ke pasaran. Karena pembeli sendiri yang datangi mereka untuk membeli hasil pertanian mereka.

pu Carik jualannya laris manis (Dokumentasi Pribadi)
pu Carik jualannya laris manis (Dokumentasi Pribadi)

Hingga akhir acara jam 10.00 pagi dagangan mereka laris manis, dan kegiatan ini akan diadakan berkesinambungan setiap hari  minggu pagi.

Semoga sukses  dan bermanfaat bagi penduduk desa Jati Kulon khususnya RW 06 Kec. Jati Kudus

Sampai Jumpa...

 

Kudus, 10 Oktober 2017

Salam Hangat, Dinda Pertiwi