Mohon tunggu...
Dinda Pertiwi
Dinda Pertiwi Mohon Tunggu... ibu rumah tangga, senang nulis dan baca, suka fiksi

ibu rumah tangga.yang suka baca , nulis dan fiksi facebook : Sri Subekti Astadi https://www.facebook.com/srisubektiwarsan google+ https://plus.google.com/u/0/+SriSubektiAstadi246/posts website http://srisubektiastadi.blogspot.co.id/ https://www.instagram.com/srisubektiastadi/

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

"Oce-an View", Berlibur ke Jepara Menjadi Asyik

31 Desember 2015   15:46 Diperbarui: 31 Desember 2015   16:04 0 5 4 Mohon Tunggu...

teman-teman Kudus'84

Saat-saat liburan akhir tahun seperti ini biasanya banyak digunakan untuk berlibur ke kampung halaman, selain libur lebaran Idul Fitri. Maka jalan-jalan di daerah yang biasanya lancar , karena kedatangan tamu-tamu dari berbagai kota akhirnya juga mengalami jalan-jalan yang padat merayap.

Walaupun begitu tidak menjadikan teman-temanku untuk kembali ke kampung halaman di Kudus, selain bisa berkumpul dengan keluarga di kampung, kami biasanya mengadakan acara-acara ketemuan , atau kumpul bareng teman-teman SMA se-angkatan. Demikian juga untuk kali ini , kami memilih hari senin untuk berlibur bersama dengan teman-teman yang kebetulan lagi berlibur di Kudus. Sepakat kami akan berlibur ke kota ukir Jepara, yang jaraknya tidak begitu jauh dari kota kami , Kudus. 

Jam 10 pagi kami sepakati untuk berkumpul di rumah salah satu teman, untuk berangkat bersama-sama ke kota Jepara, namun begitulah.....karena ada beberapa teman yang harus dijemput satu-satu ( sorry  termasuk eike juga nih...makasih ya Om Whiem..) jadilah jam 12 siang kita baru berangkat menuju kota Jepara.

Jalan menuju kota ukir Jepara lancar walau padat, jam 12.30 kami sudah sampai di tempat tujuan kami yang pertama. Yaitu pasar durian Ngabul, yang terkenal dengan durian petruknya, yang manis agak pahit berdaging tebal dan nikmatnya tiada terkira.....

menikmati duren Petruk Ngabul-dokpri

Kami menuju salah satu rumah yang khusus menyediakan durian-durian dengan kwalitas yang terbaik, yang letaknya agak masuk ke dalam gang sebelum pasar Ngabul Jepara.  Kita bisa makan buah durian disana dengan harga supermarket ( maksudnya tidak ada tawar menawar) namun kwalitas benar-benar dijamin, karena durian dinikmati di tempat maka bila ternyata ada yang jelek dan gak enak bisa langsung ditukar, tanpa harus membayar yang jeleknya. Tak terasa kami ber 10 orang bisa menghabiskan durian 12 biji durian yang cukup besar-besar.....heh...udah cukup ingat umur kami yang tak muda lagi.

 Usai menikmati durian Petruk kami melanjutkan perjalanan menuju ke desa Tegalsambi Tahunan Jepara, yang jaraknya kira-kira tak sampai 30 menit dari pasar Durian Ngabul, kami melewati Mantingan tempat  RA Kartini dilahirkan, masuk ke  jalan kampung menuju pantai. 

Di antara rumah penduduk itu ternyata terdapat sebuat residence - hotel yang cukup mewah, milik seorang Belgia yang menikah dengan orang Jepara. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN