Sri Rumani
Sri Rumani Pustakawan

Rakyat kecil, bukan siapa-siapa dan tidak memiliki apa-apa kecuali Alloh SWT yang sedang berjalan dalam "kesenyapan" untuk mendapatkan pengakuan "profesinya". Sayang ketika mendekati tujuan dihadang dan diusir secara terorganisir, terstruktur, dan konstitusional... Email:srirumani@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Gunungkidul Yogyakarta, Kaya Destinasi Wisata Pantai

3 September 2018   18:30 Diperbarui: 13 September 2018   10:08 683 4 3

Yogyakarta sebagai daerah tujuan wisata nomor dua (2) setelah P. Bali diakui mempunyai destinasi wisata alam dan pantai yang tidak kalah dengan pantai Pattaya (Thailand), Scheveningen (Belanda) seperti yang ditulis oleh Abendanon dalam bukunya "Habis Gelap Terbitlah Terang".

Panorama alam yang sangat indah, karena pantai itu membentang sepanjang Pegunungan Seribu, mulai dari Pacitan (Jawa Timur), Gunung Kidul (DIY) sampai Kabupaten Kebumen (Jawa Tengah). Deburan ombak  menerpa batu karang terus menerus secara alami membentuk cekungan yang indah bahkan mampu membelah batu karang yang kokoh.

Namun dibalik keindahan panorama, dan beburan ombak itu para wiswan dan wisnus dilarang untuk mandi di sepanjang pantai selatan, mengingat banyak palung (jurang) yang sangat membahayakan keselamatan para pengunjung. Termasuk selfi dengan latar belakang ombak, karena dengan tiba-tiba ombak besar datang, sementara posisi berdiri di pasir sangat labil bila kena ombak.

Sering terjadi kecelakaan wisman dan wisnus tergulung ombak besar yang datang mendadak, atau asyik berjalan ternyata masuk palung. Hal ini terjadi karena peringatan tertulis dan himbauan petugas SAR pantai dari pengeras suara sering diabaikan oleh para wisman dan wisnus karena terlalu asyik bermain air laut.

Sepanjang pantai selatan Gunung Kidul sedikitnya ada 34 destinasi wisata pantai yang dapat dikunjungi, dengan jalan yang semakin mulus, walau belum lebar (ada beberapa pantai yang belum bisa dilewati bis besar). Kalau di daerah Pacitan bus-bus besar itu berhenti di terminal, menurunkan penumpang dan untuk menuju ke pantai dengan angkutan khusus yang telah disediakan.

Jadi  memberdayakan angkutan pedesaan yang mulai tergusur oleh kendaraan roda dua, dengan pengemudi yang paham medan jalan belokan, naik turun yang tajam dan membahayakan bagi yang belum mengenalnya.

Ke-34 destinasi wisata pantai di daerah Gunung Kidul menurut https://eksotisjogja.com adalah pantai Indrayanti (paling terkenal indah dan romantis), pantai Siung (pasir putih), pantai Timang (jalannya menguji andrenalin), pantai Ngelambor  (snorkeling), pantai Wediombo, pantai Watu Kodok (eksotis), pantai Jogan (ada air terjun), pantai Sadeng, pantai  Slili (pasir putih terkenal dengan spot snorkeling), pantai Seruni, Ngobaran (tebing yang curam, ada pura khas Bali), Wohkudu, Ngrumput, Sanglen, Ngandong, Baron, Gesing, Mbirit (akses dengan jalan kaki), Butuh, Sundak (hati-hati banyak karang tajam), Kesirat (sunset terbaik, Nguyahan, Sepanjang (pasir putih), Kukup, Sarangan, Ngetun, Kayu Arum (jalan terjal), Jungwok, Ngedan, Greweng (eksotik di pagi hari), Drini (ombak besar dan berlabuhnya kapal), Pok Tunggal, dan pantai Ngrenehan (ada TPI).

Semua itu kalau dikelola secara profesional, dilengkapai sarana prasarana yang lengkap terkonsep, mempunyai nilai jual untuk menambah sumber pendapatan daerah dan meningkatkan perekonomian penduduk setempat, dengan jualan produk dan makanan lokal yang dikemas go internasional. 

Baru pantai Baron, Kukup, Krakal, Indrayanti yang dapat dilewati bis pariwisata dengan kapasitas penumpang 40 orang. Jalan sudah mulai dilebarkan sehingga dapat simpangan denga kendaraan lain. Di pantai lainnya jalan belum bisa dilewati bis pariwisata, hanya kendaraan pribadi, minibus kapasitas 16 orang dan sepeda motor.

Untuk pelebaran jalan memang membutuhkan dana besar karena harus mengepras bukit atau mengurug jurang. Pengaman jalan untuk menuju pantai-pantai selain yang sudah menjadi maskot (Baron, Kukup, Krakal, Indrayanti), belum dipasang, sehingga para pengemudi harus ekstra hati-hati. Apalagi kalau malam hari belum ada penerangan jalan, POM Bensin, bengkel belum ada.

Pastinya Dinas Pariwisata Kabupaten Gunung Kidul sudah mempunyai konsep pengembangan destinasi wisata yang menjadi andalannya, sebagai wilayah pegunungan, tetapi mendapat karunia alam dan pantai sangat eksotik. Tinggal diberdayakan yang berbais lingkungan, agar keelokan pantai, karang, dapat dinikmati wisatawan tanpa merusak lingkungan yang asri.

Satu hal yang perlu menjadi perhatian para pengelola destinasi wisata di Indonesia adalah masalah sampah yang sering kurang mendapat perhatian. Walaupun sudah ada bak-bak sampah, budaya membuang sampah seenaknya menjadikan tempat wisata seperti bak sampah yang dapat mencemari lingkungan.

Inilah yang menjadi PR para pengelola destinasi wisata, bila di luar negeri tempat wisata selalu bersih, karena selain kesadaran membuang sampah pada bak sampah, juga ada pembersih keliling setiap saat.

Inilah yang membedakan destinasi wisata di Indonesia dan di luar negeri, artinya di Indonesia sudah mempunyai obyek wisata yang elok, dan menawan, tinggal mengelola dan memberdayakan agar dapat menarik para wisman dan wisnus. Retribusi tiket masuk rata-rata di pantai adalah Rp 5.000,- per orang dewasa masih ramah kantong, namun yang belum standar adalah parkir mobil ada yang  Rp 10.000,- dan Rp 5.000,-.

 Yogyakarta, 3 September 2018  Pukul 18.22