Mohon tunggu...
Sri Rohmatiah Djalil
Sri Rohmatiah Djalil Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penulis buku Kalau Berdeda Lalu Kenapa? dan buku Isyarat Cinta Sarat Makna, Petani Padi

Setiap yang ditulis dan dibaca bermakna

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Alasan Kenalkan Warung Kelontong pada Anak

7 Desember 2022   17:46 Diperbarui: 9 Desember 2022   16:04 883
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Geliat perekonomian toko kelontong. (Dok. Shutterstock/Maharani Afifah)

"Mamah jajan ke toko Mbak Ria!"

"Mamah beli cokelat ke warung Mbak Endang!"

"Mah, tadi si bungsu minta jajan ke warung Mbak Painem, entek lima ngewo," lapor Budenya anak-anak.

Begitulah situasi ketika anak-anak masih kecil dan belum adanya minimarket sebelah ruko (rumah toko)

Warung kelontong menjadi jugjugan warga untuk belanja kebutuhan sehari-hari, juga jajan anak-anak.

Jumlah warung kelontong di dusun saya tidak hanya satu. Jika saya hitung ada sekitar 7 warga yang menjual kebutuhan sehari-hari. Kita tinggal pilih mana yang cocok dengan kebutuhan dan jarak dari rumah. 

Ilustrasi anak-anak jajan di warung kelontong. Foto SurabayaPos.com
Ilustrasi anak-anak jajan di warung kelontong. Foto SurabayaPos.com

Setiap toko ada kelebihan dan kekurangan yang berbeda, misalnya, di toko Mbak Ria menjual perlengkapan pramuka, jajanan anak yang hampir sama dengan di minimarket. Sementara di toko Mbak Eti tidak tersedia alat pramuka, tetapi menjual banyak kebutuhan rumah tangga dengan harga grosir.

Warung Kelontong dan Minimarket

Pada tahun 2016, di dusun saya berdiri minimarket, tepatnya sebelah warung kelontong milik Mbak Ria. Beda satu rumah dengan ruko yang saya tempati. 

Kehadiran minimarket sedikitnya memengaruhi warung Mbak Ria dan warung kelontong lainnya. Itulah yang dikhawatirkan paguyuban toko kelontong yang berada di Kelurahan Winongo. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun