Mohon tunggu...
Sri Rohmatiah Djalil
Sri Rohmatiah Djalil Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penulis buku Kalau Berdeda Lalu Kenapa? dan buku Isyarat Cinta Sarat Makna, Petani Padi

Setiap yang ditulis dan dibaca bermakna

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Kehangatan Bajigur di Kaki Gunung

14 November 2022   04:49 Diperbarui: 14 November 2022   06:29 295
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kehangatan Bajigur. Foto shutterstock

Sudah menjadi keseharian Mang Kardi membuka warung di pagi hari dan menutupnya kembali jelang tengah malam.

Seperti tak ada lelah, semua dilakukannya bersama istri tercinta, Ceu Entin. Bagi pendaki seperti kami, warung Pak Kardi tak asing lagi

Warung bambu berukuran kira-kira 2 x 3 meter dengan atap alang-alang menyediakan aneka makanan untuk ganjal perut. Mie rebus, kopi panas, teh panas, pisang goreng menjadi makanan favorit pendaki. Satu lagi minuman andalan para pemuda pemudi penjelajah, yakni bajigur

"Mang, punteun bajigurna lima ya!" ucap Asep seraya mengambil tempat duduk di bangku paling pojok. 

Ransel besar dibiarkannya tergeletak di atas tanah.

Waktu menunjukkan pukul 16.00 WIB, aku pun segera menyimpan ransel yang lebih kecil dari milik Asep di amben yang telah disiapkan Mang Kardi.

Tanganku menggandeng Irma menuju surau kecil di samping warung.

"Kita salat Ashar dulu, baru makan, minum, Ma!" ajakku.

Irma menganggukkan kepala.

"Kita naik kapan, Teh?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun