Mohon tunggu...
Sri Patmi
Sri Patmi Mohon Tunggu... Penulis - Bagian Dari Sebuah Kehidupan
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Menulis adalah Bagian dari Self Therapy www.sripatmi.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Nature

Bahaya! Pemimpin Menangis Darah, Hutan Dilalap si Jago Merah

29 November 2020   10:30 Diperbarui: 29 November 2020   10:46 131
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
@instagram : sripatmi Kamojang Harmosasi Kehidupan Alam 

Sekarang sudahkah kalian berjalan dengan kedua kaki kalian dengan sempurna? Setiap hari melangkah keduanya saling beriringan? Adakah satu di antaranya saling mendahului bahkan bersaing untuk merebut perhatian dari si pemilik kaki? Mereka hanya berjalan dengan pola yang tersistematis. 

Satu sama lain saling berkaitan dan berhubungan. Bergerak dengan arah yang telah ditentukan oleh otot-otot dan syaraf serta tulang kuat yang menopangnya. Sehingga semuanya akan menjadi satu tatanan sistem gerak yang beratur. Satu diantaranya tidak berfungsi dengan baik, maka yang lain akan merasakan efeknya. Kemungkinan akan tidak sempurna dalam proses berjalan. Harus ditunjang dengan sesuatu yang mengkokohkan missal tongkat atau pilar penopang lainnya. 

Anggap saja jika satu kaki tersebut sakit, bagian tubuh yang lain akan merasakan sakitnya, demam ringan atau gejala lain yang menyertainya. Miniatur ini merupakan gambaran sederhana untuk memberikan representasi hakikat kehidupan yang saling terikat satu sama lain. Dipadukan dengan segala rasa agar terus bersama. Satu kesatuan ini membentuk gerak yang sama antar bagian. Gerak tubuh yang mempengaruhi kehidupan secara menyeluruh.

Hakikat kesatuan anggota tubuh ini menjadikan pantulan refleksi sederhana dari kehidupan yang luas. Dimana hirarki dan sistem kehidupan berjalan akan terus berlangsung. Komponen kehidupan manusia saling berhubungan dengan komponen vital kehidupan lainnya. Hidup saling berdampingan antara manusia dan alam semesta maha perkasa. 

Manusia makhluk yang dibekali banyak sekali pengetahuan kehidupan. Puncak tertingginya adalah tataran manusia sebagai pemimpin dunia. Menggerakkan roda kehidupan ini berjalan dengan sebuah sistem yang telah disepakati menjadi sebuah konsensus. Ada tatanan dan aturan yang membatasi tindak tanduk manusia. Aturan yang berlandaskan kebenaran dari sebuah pemahaman moral dan para ahli filsafat kebenaran lainnya.

Pemimpin dan alam. Keduanya dekat sedekat urat nadi. Denyutnya sama dengan kehidupan alam ini dan kehidupan makhluk disekitarnya. Jika diamati dengan nurani, gerakannya dengan alam ini seakan selaras. Bersinergi dengan cahaya kehidupan yang terpancar dalam dirinya. Mari kita sama-sama pejamkan mata, gunakan rasa, jiwa dan nurani kita untuk sama-sama memikirkan, apakah kita sosok pemimpin alamiah yang ditunjuk secara langsung oleh kehidupan ini atau dibentuk dari proses seleksi alam? Mandataris seorang pemimpin adalah pemangku kepentingan semesta bukan kepentingan dirinya semata.

Alih-alih yang terjadi saat ini adalah pemimpin tidak memiliki hubungan yang kokoh seperti hubungan anggota tubuh dan ruh yang mengisinya. Sebagian besar mereka menjadi boneka yang bergerak atas dasar kepentingan diri semata. Maka diri itu tidak ada peperangan melawan ego diri yang serasa tamak. 

Segalanya ingin dikuasai menjadi milik pribadi. Meletakkan cap stempel dengan deretan nama dinasti kerajaannya. Gelang rantai kekuasaan yang dikaitkan dengan hubungan kekeluargaan untuk memenuhi sederet nafsu perutnya. 

Seberapa banyak perut ini diisi, ia akan kembali pada lubang pembuangan akhir tinja. Masuk dari mulut keluar dari anus. Masuk dari bagian yang tinggi, keluar ke lubang yang lebih rendah bahkan nista. Bayangkan saja, siapa yang akan bersedia mengobok-obok lubang tinja? Itulah hakikatnya kepentingan perut yang banyak diperjuangkan sebagian besar pemimpin. Diperparah lagi dengan kondisi yang sangat mengerikan dimana untuk mendapatkan tahta pemimpin itu harus baku hantam dan terjadi pertumpahan darah yang menyebabkan keadaan semakin chaos.

Pada sisi yang bersamaan, ada bagian dari pemimpin yang membuat kamuflase untuk menutupi strategi dan tujuan yang akan dicapai agar tidak menjadi kemelut. Tentunya ini bukan sebuah konspirasi biasa, melainkan konspirasi terhadap alam semesta. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun