Mohon tunggu...
Petrus Purnama
Petrus Purnama Mohon Tunggu...

Hanya seorang yang mau belajar 'mengetik' di keyboard... Dan Mau membaca ketikan orang lain. Pemerhati Social Entrepreneurship dan Internet Marketing, suka masalah Teknologi khususnya Internet.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Ngopi in The morning : Promise (Janji)

25 Juni 2010   00:00 Diperbarui: 26 Juni 2015   15:18 124 0 4 Mohon Tunggu...

[caption id="attachment_176374" align="alignleft" width="300" caption="littlebittygirl.com"][/caption] Secangkir kopi menyegarkan tubuh dipagi hari, memberi semangat baru untuk mengarungi hari. Inspirasi hidup menggugah hati - menyegarkan jiwa. S’mangat Pagi.

Seorang Perancis menginjakkan kakinya sebagai turis di Indonesia tahun 2004, memasuki daerah Sumba Barat. Pria 52 tahun, seorang pilot balon udara, mencoba menapaki sesuatu yang lain dari apa yang sehari-harinya dia lakukan. Memasuki desa demi desa dan mengabadikan pada sebuah foto, yang menjadikannya hobby baru diluar keahliannya sebagai seorang pilot dan keilmuannya sebagai lulusan fakultas biologi universitas Strasbourg.

Andr’e Graff nama pria itu, berjanji untuk memberikan foto yang dibuat kepada setiap orang atau tempat yang dia abadikan. Dengan tekun dia menulis dengan lengkap data diri setiap obyek foto yang dibuat sehingga dia bisa mengirim hasil fotonya dikemudian hari.

[caption id="attachment_176377" align="alignright" width="300" caption="thejakartapost.com"][/caption] Apa yang terjadi? Diakhir perjalannya dia ternyata sudah membuat 3500 foto baik obyek orang ataupun permandangan. Sesuai janjinya dia kemudian mencetak foto-foto tersebut untuk dikirimkan kembali kepada setiap obyek foto yang alamatnya sudah dia catat. Tetapi ketika dia melihat dan meneliti setiap alamat yang dia catat., tidak mungkin untuk mengirimkan hasil foto tersebut menggunakan jasa pos.

Tahun 2005 untuk menepati janjinya, Graff datang kembali ke Sumba Baratuntuk memberikan sendiri hasil foto sesuai janjinya dengan obyek foto, bahkan kedatangannya yang kedua mengugah Graff untuk membantu komunitas lokal. Dengan tinggal di pondok bambu dan fasilitas seadaanya, dia tinggal di desa 30 km dari Waikabubak, ibukota Laboya, Sumba Barat. Amaenodunama baru Graff yang diberikan oleh orang Sumba, membantu masyarakat setempat untuk mencukupi kebutuhan air bersih dengan mengali lebih dari 22 sumur, biaya tiap sumur bekisar10 juta rupiah. I did not have these skills at first but I learned them together with the community,”. “We studied together and eventually we could do the work together.” Kata Graff.

Untuk membiaya seluruh kegiatannya tersebut, Graff menyewakan rumahnya di Perancis disamping biaya dari tabungan pribadi dan support dari beberapa temannya. Graff melanjutkan untuk memasang pompa air yang mengalirkan air kerumah-rumah di dua desa yaitu Pancala Bawah dan Waru Wora dengan total nilai proyek 300 juta rupiah.

Janji adalah kata yang sudah sangat sering didengar dan dikatakan. Setiap pribadi pasti pernah menerima dan memberikan suatu janji. Ketika menikah janji di ikrarkan, ketika seorang Presiden dan Para Menteri mengawali Tugas Negara janji diucapkan, bahkan ketika kampaye berlangsung janji sering diberikan untuk menuai dukungan.

Janjisuatu kata yang mudah terucap tetapi mudah pula untuk dilupakan dan diingkari. Tidak usah menuduh orang lain, saya sendiri terkadang dengan mudah memberikan janji baik kepada istri dan anak saya atau kepada orang lain. Ternyata tidak mudah untuk saya bisa menepatinya, maafkan saya istriku dan anakku. Napoleon mengatakan :The best way to keep one's word is not to give it. Cara terbaik untuk bisa menjaga janji kita adalah dengan tidak memberikan janji.

Contohlah seorang Perancis bernama Graff yang dengan sepenuh hati menepati janji dengan mengirimkan sendiri semua foto tersebut kepada yang sudah dijanjikan, bahkan dia memberi lebih dari yang dijanjikan dengan memberikan air bersih untuk kehidupan masyarakat setempat.

Promises are like babies:  easy to make, hard to deliver. ~Author Unknown

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x