Humaniora Pilihan

Kamu adalah Tuhan

9 Maret 2018   09:57 Diperbarui: 9 Maret 2018   12:40 267 0 0
Kamu adalah Tuhan
dokpri

Manusia atau sesama itu seperti Tuhan- Tuhan kecil, semakin merasa dekat semakin kita menyadari bahwa dia semakin tidak bisa dipahami dan terselami.

Semacam Tuhan, yang katanya Roh yang tidak bisa diraba dan dirasa, bagaimana bisa kita mengklaim bahwa kita mengenal dan memilikinya?

Jangan-Jangan gambaran Tuhan yang selama ini kita klaim sebagai milik kita, sorga yang kita impikan, neraka yang membayangi dan meneror kita adalah hasil ciptaan otak cupet dan batin dangkal kita.

Ada yang bilang kapasitas otak dan batin kita tidak cukup mumpuni untuk memahami dan mengenalNya, semakin kita mencoba merangkai kata untuk menggambarkannya, semakin kita menunjukkan kebodohan kita sendiri.

Seperti orang buta warna total mencoba menjelaskan tentang pelangi atau orang dengan keterbatasan penglihatan meraba gajah, dan diminta menjelaskan apa itu gajah.

Nah dalam kesadaran seperti ini, apa sih yang bisa seharusnya kita lakukan. Dengan keterbatasan logika dan rasa, kemampuan analisa,  jangan lah mencoba menyimpulan apa yg dilihat, didengar dan dirasa.

Nikmati aja, ketawa, bicara, tatapan mata, langkah kaki, suara, nafas, warna, makan, senyuman, sedih, duka, kehilangan tanpa mengambil kesimpulan dan syak wasangka.

Karena sesama itu ya Tuhan-Tuhan kecil yang tidak bisa terpahami dan terselami, maka cintai dan dimengerti adalah yang terbaik yang seharusnya kita lakukan.