Mohon tunggu...
Sophia Felisitas Rexyna
Sophia Felisitas Rexyna Mohon Tunggu... Kimia, Fakultas Sains dan Matematika

Mahasiswa Universitas Diponegoro

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

KKN UNDIP Pulang Kampung, Berbagi Ilmu kepada Saudara di Kampung Halaman

4 Agustus 2020   15:15 Diperbarui: 5 Agustus 2020   21:16 145 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
KKN UNDIP Pulang Kampung, Berbagi Ilmu kepada Saudara di Kampung Halaman
(25/07) Pelaksanaan Program Monodisiplin Pertama yaitu "Pembuatan Disinfektan Sesuai Rekomendasi WHO".

Jakarta (04/08) -- Pandemi yang mewabah sejak akhir tahun 2019 yakni COVID-19 merebak dengan cepat ke seluruh penjuru bumi, hingga saat ini sudah mencapai kasus yang terlampau banyak yakni tiga juta jiwa lebih. Indonesia memiliki tingkat kematian tertinggi di Asia yang mencapai sekitar 8-9% dari jumlah kasus yang teridentifikasi. 

Hal ini tentunya mempengaruhi segala aktivitas umat manusia saat ini, hingga "memaksa" seluruh orang untuk tetap diam di dalam rumah. Begitu pula dengan Universitas Diponegoro yang wajib menjalankan program Kuliah Kerja Nyata Tim II TA 2019/2020 dengan sebutan "KKN Pulang Kampung". Tema KKN kali ini adalah "Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid 19  Berbasis Pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)".

Sophia Felisitas Rexyna dari Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Matematika, merupakan salah satu mahasiswi Universitas Diponegoro yang menjalankan program KKN di daerah rumahnya sendiri. Lokasi nya di RT02/RW03 Kel. Cipinang Melayu, Kec. Makasar, Jakarta Timur. Pada KKN ini terdapat 2 program dengan tema berbeda, yaitu Covid-19 dan Sustainable Development Goals (SDGs).

Program pertama Sophia yaitu "Pembuatan Disinfektan Sesuai Rekomendasi WHO". Disinfektan sangat wajib ada di dalam setiap rumah pada era pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, karena mampu membunuh bakteri/virus yang menempel pada benda-benda mati yang sering kita pegang seperti gagang pintu dan meja. Sehingga Sophia mengajak warga RT02/RW03 untuk bersama-sama memahami bahan-bahan yang efektif dijadikan sebagai disinfektan yang tentunya sesuai rekomendasi WHO. Disinfektan dapat dengan mudah diracik menggunakan natrium hipoklorit (pada pemutih pakaian), hidrogen peroksida atau bahkan pembersih lantai.

Program kedua Sophia yaitu "Spray Anti Nyamuk Berbahan Alami", sebagai bentuk usaha untuk membantu mewujudkan salah satu dari 17 tujuan yang ada pada SDGs, tepatnya tujuan nomor 3 yaitu Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan. Seperti yang terjadi di awal tahun 2020 lalu, banjir melanda wilayah Ibukota Jakarta dan tak luput juga wilayah RT02/RW03 Kel. Cipinang Melayu, Kec. Makasar, Jakarta Timur. Banjir menimbulkan genangan air yang cukup meresahkan semua orang karena airnya sangat kotor. Salah satu penyakit yang rawan terjadi pasca banjir adalah demam berdarah. Hal ini dapat terjadi karena genangan air yang kotor cukup luas dan berpotensi besar menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Sehingga Sophia memberi warga RT02/RW03 pemahaman tentang pengusiran nyamuk yang mudah dilakukan sendiri di rumah masing-masing. Bahan-bahan nya dapat ditemukan di dapur, hanya dengan menggunakan campuran sereh, daun jeruk, cengkeh, dan kulit jeruk (sebagai penguat aroma) yang direbus, kemudian dicampurkan dengan minyak zaitun atau minyak kelapa, larutan spray anti nyamuk sudah dapat dibuat. Spray anti nyamuk ini cukup efektif karena mengandung zat aktif sitronella, limonen, dan eugenol.

(30/07) Pelaksanaan program monodisiplin kedua yaitu
(30/07) Pelaksanaan program monodisiplin kedua yaitu "Spray Anti Nyamuk Berbahan Alami".

Kedua program ini tentunya dibimbing oleh Ibu Dr. Ir. Eny Fuskhah, M.Si selaku dosen pembimbing KKN. Pelaksanaannya dilakukan dengan cara memberi sample kepada Ketua RT 02 pada tanggal 25 Juli 2020 dan 30 Juli 2020. Serta dilakukan penempelan poster di sekitar wilayah RT02/RW03 Kel. Cipinang Melayu, Kec. Makasar, Jakarta Timur. Karena kasus salah satu warga yang dicurigai terpapar Covid-19 sehingga dilarikan kerumah sakit. Maka pihak RT 02 menyarankan agar sosialisasi kepada warga RT 02 dilakukan via online melalui aplikasi WhatsApp. Masyarakat setempat mengaku sangat senang mendapat sample produk serta informasi yang baru dan mudah untuk dilakukan ketika situasi pandemi seperti ini, karena bahan-bahan untuk pembuatannya adalah bahan yang digunakan sehari-hari ketika berada di dapur.

Sosialisasi Tambahan Via Sosial Media WhatsApp
Sosialisasi Tambahan Via Sosial Media WhatsApp

VIDEO PILIHAN