Mohon tunggu...
sony siswoyo
sony siswoyo Mohon Tunggu...

DOKTER UMUM, PENGARANG BUKU: *1JAM MENGUASAI TEKNIKAL ANALISIS (BERSAMA SONY INDIKATOR) *ANALISIS FUNDAMENTAL DAN TEKNIKAL UNTUK PROFIT LEBIH OPTIMAL

Selanjutnya

Tutup

Media

Dituntut 20 Tahun Penjara, Penasehat Hukum Banding?

28 Oktober 2016   13:15 Diperbarui: 1 November 2016   11:41 0 2 1 Mohon Tunggu...

Dalam sidang pada hari Kamis 27 Oktober kemarin, Hakim pengadilan Negeri Jakarta Pusat sudah memberikan keputusan hukuman 20 tahun penjara terhadap terdakwa kasus kopi sianida. Pihak penasehat hukum terdakwa langsung menyatakan nota keberatan dan akan mengajukan banding terhadap putusan Hakim tersebut. Beberapa hal akan dijadikan alasan oleh penasehat hukum sebagai dasar untuk menyusun nota “Banding”.

Alasan-alasan itu antara lain: mengenai keberadaan barang bukti nomer 4 yang tidak disinggung sama sekali, mengapa tidak ditemukan jejak sianida di tubuh jenazah mirna, mengapa harus terdakwa yang dijadikan tersangka tunggal (bukan orang lain yang berhubungan dengan korban), dan lain sebagainya. Adapun alasan-alasan tersebut sebenarnya dapat dijelaskan dan dipatahkan secara logis dan ilmiah oleh ilmu pengetahuan dan fakta-fakta yang sudah ada.

Pada tulisan saya sebelumnya sudah dijelaskan dengan rinci mengenai misteri kematian Mirna, apa itu otopsi, racun sianida, dan sebagainya. Berikut ini link nya.

PEMBAHASAN:

1. Pada Barang bukti nomer 4, disebut oleh sebagian orang(termasuk Penasehat hukum) berasal dari cairan lambung yang diambil 70 menit setelah kematian korban. Sebenarnya penyebutan “berasal dari cairan lambung” adalah TIDAK TEPAT. Karena kita dapat menyebutnya sebagai cairan lambung bila cairan tersebut berasal dari lambung (diambil melalui selang NGT yg dimasukkan ke lambung). 

Tetapi pada kenyataannya BB 4 ini diambil oleh dokter umum dari lelehan cairan yang ada dimulut jenazah, dimana cairan tsb bisa jadi berasal dari lendir paru dan saluran napas yg berbuih dan terangkat ke mulut akibat kejang (sebagaimana orang kejang pada umumnya yg mengeluarkan buih dimulut yg berasal dari lendir saluran napas yg terkocok-kocok sewaktu terjadi kejang). Perlu dicermati bahwa pada BB 4 ini semua zat yang diperiksa hasilnya negatif, termasuk KAFEIN JUGA NEGATIF, padahal disemua Barang bukti yg lain kafeinnya positif.  Kafein yg tidak mudah menguap saja negatif, apalagi sianida yg mudah menguap.

2. “Apabila penyebab matinya krn sianida maka HARUS bisa ditemukan sianidanya dalam tubuh korban”. Sebetulnya Pernyataan ini tidak bisa dibenarkan  100% karena dengan adanya kata “HARUS” , maka akan menjadi bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Logika pada ilmu matematika tidak sama persis  100% dengan logika pada ilmu kimia ataupun Fisika.

Perlu diketahui Sianida sendiri merupakan bahan kimia yang sangat mudah bereaksi baik secara kimia dan fisika sehingga menjadi senyawa-senyawa bentuk lainnya, hal ini akan menjadi lebih sulit untuk dideteksi keberadaannya(bila berubah menjadi gas).  Reaksi-reaksi sianida ini dapat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti suhu, PH, bentuk sediaannya [terlarut dalam air/berbentuk padat], dll.

Oleh krn itu apabila tidak ditemukan “sianidanya” maka ilmu pengetahuan HARUS bisa menjelaskan secara ilmiah mengenai proses-proses dan reaksi-reaksi yg mengakibatkan hilangnya keberadaan sianida tsb (dan ini sudah dijelaskan secara jelas pada tulisan saya sebelumnya).

Misal:

A.            Si X menaruh sebongkah es batu ke dalam gelas kosong, setelah beberapa saat kemudian es nya menghilang dan dalam gelas hanya ditemukan air. Dari Fakta diketahui bhw si X tadi menaruh es batu kedalam gelas kosong, tetapi bila sekarang tidak ada es batu didalam gelas tsb, apa berarti fakta tadi menjadi gugur? Disini peran ilmu pengetahuan untuk menjelaskan secara ilmiah mengapa es menjadi hilang dan berubah menjadi air.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x