Mohon tunggu...
sony siswoyo
sony siswoyo Mohon Tunggu...

DOKTER UMUM, PENGARANG BUKU: *1JAM MENGUASAI TEKNIKAL ANALISIS (BERSAMA SONY INDIKATOR) *ANALISIS FUNDAMENTAL DAN TEKNIKAL UNTUK PROFIT LEBIH OPTIMAL

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Kematian Mirna Karena Sianida dan Basa Kuat !!!

8 September 2016   14:04 Diperbarui: 7 Oktober 2016   20:40 0 7 6 Mohon Tunggu...

 [caption caption="sudut pandang"][/caption]

Beberapa hari ini masyarakat Indonesia disuguhkan oleh tayangan “live” persidangan kasus pembunuhan dengan kecurigaan keracunan sianida. Banyak sekali fakta-fakta yang telah dibeberkan oleh berbagai saksi Ahli, baik dari pihak Jaksa maupun dari pihak penasehat hukum. Adu argumentasi  menjadi sangat  menarik karena dari data toksikologi diketemukan ada beberapa barang bukti (yang seharusnya diharapkan mengandung sianida positif) tetapi pada kenyataannya tidak mengandung ion sianida(ion CN nya negatif), meskipun masih terdapat kandungan Natrium (ion Na).

Dari keterangan saksi dokter forensik UI yang diajukan oleh penasehat hukum, juga disebutkan, bahwa pada jenazah yang meninggal  akibat meminum racun sianida, maka akan diketemukan tanda pada tubuh/organ tubuh (kulit, lambung, dll) yang berwarna ‘cherry red’ (kemerahan) [sebenarnya lebih tepatnya 'bright scarlet/bright red' krn kalau cherry red biasanya lebih dikaitkan akibat keracunan CO], bukan menjadi kebiruan seperti pada hasil sebelumnya yang disebutkan bahwa bibir jenazah menjadi biru dan terdapat korosi, berikut juga pada lambung yang berwarna biru kehitaman serta terjadi korosi yang hebat. Dimana menurut pandangan saksi ahli tersebut warna kebiruan dan adanya korosi itu lebih diakibatkan oleh suatu zat korosif ( dalam hal ini) yang bersifat Basa Kuat, yang dapat menimbulkan korosi hebat disertai warna kehitaman.

Melihat urutan kejadian dari CCTV, bukti-bukti BAP, dan hasil visum et repertum dan toksikologi,  maka saya pribadi berpendapat bahwa bisa dipastikan kalau Mirna meninggal oleh akibat Zat BERACUN. Semua saksi ahli pun setuju kalau Mirna meninggal akibat racun, karena pada kematian tidak wajar di usia masih muda tanpa adanya tanda kekerasan fisik biasanya disebabkan karena racun, 《apalagi disini terlihat jelas dimana orang yang tadinya sehat walafiat kemudian minum es kopi vietnam dan seketika itu juga langsung mengibas-ibas mulutnya, dan setelah beberapa saat kemudian kolaps dan meninggal, dan pada akhirnya dari toksikologi juga diketahui bahwa es kopi vietnam tersebut mengandung racun, juga pada hasil visum jenazah korban didapatkan warna kehitaman dibawah mukosa bibir serta dijumpai adanya korosif dan perdarahan yang hebat disertai warna kehitaman pada mukosa lambung》, cuma saksi ahli dari pihak penasehat hukum masih kurang setuju kalau racun yang dimaksud adalah sianida,  karena pada hasil pemeriksaan jenazah terdapat tanda yang muncul adalah warna biru kehitaman baik di bibir dan permukaan lambung (dimana hal tersebut tidak terlalu khas pada keracunan sianida), maka timbul dalam benak saya, bahwa kemungkinan Mirna tewas akibat Lebih dari satu macam Zat Beracun.

Jadi saran saya ketika jaksa/hakim menanyai saksi ahli, maka sebaiknya tidak menyebutkan nama racun tersebut secara spesifik  (sianida), tetapi sebaiknya memakai istilah umum 'RACUN' (Mirna meninggal akibat zat BERACUN), sehingga saya yakin tidak akan ada saksi ahli kedokteran forensik yg berani menyangkalnya.

Bagi beberapa guru Kimia di SMU , ahli Farmasi, dan juga ahli toksikologi, tentunya bisa memperkirakan reaksi kimia berikut ini :

NaCN    + NaOH    + 2 HCL     -->    2 Nacl   + H2O   + HCN

Garam sianida  + basa kuat(NaOH)  + asam lambung   -->   garam Natrium  + Air + Gas sianida

Adanya penambahan  NaOH pada garam sianida(NaCN), maka akan membuat garam sianida menjadi Lebih STABIL (lebih tidak mudah menguap) bila di campur air, apalagi bila didukung dengan kondisi suhu yang dingin (dibawah 25 derajat Celsius) dalam Es Vietnam kopi, sehingga aroma khas sianida (aroma seperti bitter almond) tidak akan tercium. Pada cairan NaCN yang ditambah dengan NaOH (atau Cairan NaOH yang ditambah NaCN), maka akan terjadi kenaikan PH secara bermakna (dengan demikian dapat dijelaskan mengapa PH pada Barang bukti 1 & 2 bisa mencapai angka 13, yang berarti sangat basa [basa yg sangat kuat dan sangat korosif]). NaOH sendiri bisa digantikan dengan KOH, akan tetapi bila memakai KOH, maka dapat ditemukan adanya ion kalium pada es kopi vietnam. Dalam literatur disebutkan bahwa HCN adalah asam yang mempunyai pKa 9,2, artinya pada PH 9,2 dalam air kita akan mendapatkan 50 bagian anion sianida & 50 bagian HCN(menjadi gas yg akan menguap). Jadi apabila kita mencampurkan NaOH pada larutan NaCN sehingga mencapai PH 12,2 maka sudah dapat menghambat penguapan NaCN, dimana 99,9% akan masih tetap stabil dalam bentuk anion sianida dan sebagian yg  sangat kecil yaitu 0,1% akan menguap menjadi gas (HCN) [padahal PH dibarang bukti adalah 13(lebih tinggi dari 12,2). Sehingga pada barang bukti 1 & 2 (bekas es kopi vietnam yg diminum mirna), dimana didapati PH 13, maka jejak ion sianida masih dengan mudah terdeteksi. Berbeda dengan barang bukti lainnya yang PH nya dibawah 6, maka akan semakin banyak ion sianida yang berubah menjadi gas. Pada barang bukti tersebut(1& 2) juga didapatkan konsentrasi ion natrium yang sangat tinggi. Dimana dapat dijelaskan bahwa ion Na ini berasal dari garam sianida (NaCN) dan NaOH. Akan sangat aneh kenapa pada es kopi vietnam bisa terdapat ion Na yang cukup tinggi, jika tidak ada yang memasukkannya secara sengaja dari luar. NaOH sendiri dapat mengikat CO2 diudara sehingga menghasilkan air (H2O), sehingga tidaklah mengherankan bila pada es kopi vietnam (Barang bukti 1 dan 2) bisa terjadi penambahan volume. [Experimen lain yaitu dengan membiarkan NaOH padat dalam sebuah gelas terbuka, dalam waktu beberapa hari sampai minggu, maka akan didapatkan air yang semakin lama semakin banyak dalam gelas tersebut]

NaOH + CO2 --> Na2CO3 + H2O (air)

Bila cairan NaCN dan NaOH ( dengan PH 13) diminum seseorang, maka pada lambung akan bereaksi sangat cepat dengan asam lambung(HCL), sehingga NaCN akan berubah sangat cepat menjadi gas (HCN). Proses ini dipercepat lagi dengan adanya penurunan PH (karena bertemu dengan asam kuat) dan terjadi pada kondisi suhu tubuh(diatas 25 derajat celsius). Sehingga terjadilah reaksi kimia seperti diatas, dengan gejala dan tanda-tanda yang dapat dijelaskan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x