Mohon tunggu...
Ari Sony
Ari Sony Mohon Tunggu... Dapat menyelesaikan sebuah tulisan memberikan kepuasan tersendiri

Senang membaca semua berita dan informasi khususnya tema olahraga

Selanjutnya

Tutup

Bola

Label "The Next Maradona", Beban Terberat Messi bersama Argentina

16 Juni 2021   14:15 Diperbarui: 16 Juni 2021   14:31 158 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Label "The Next Maradona", Beban Terberat Messi bersama Argentina
(Gambar milik akun Youtube: Studio 47G)

Keberhasilan Diego Maradona, membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 1986 di Meksiko, membuat publik sepakbola Argentina men"dewa"kan sosok Maradona. Apalagi dalam perjalanan menuju tangga Juara, Maradona mencetak 2 gol ke gawang Inggris di babak perempatfinal. Kedua gol Maradona yang dicetak ke gawang Inggris, sampai sekarang masih dikenang oleh publik sepakbola dunia. Gol pertama tercipta, saat Maradona membawa bola dari tengah lapangan, kemudian beradu sprint menggocek 5 orang pemain Inggris, diantaranya : Glenn Hoddle, Peter Beardsley, Steve Hodge, Peter Reid, Terry Butcher dan yang terakhir menaklukkan kiper Inggris, Peter Shilton.

Sementara Gol Kedua tercipta lebih fenomenal, karena Maradona mencetak gol menggunakan tangannya, yang akhirnya gol tersebut dikenal dengan "gol tangan Tuhan". Bagi Argentina Maradona adalah sosok pahlawan, tetapi bagi Inggris Maradona menjadi sosok kontroversial.

Kemudian Pada Piala Dunia 1990, Maradona harus puas membawa Argentina hanya menjadi Runner Up di Piala Dunia Italia, karena kalah di pertandingan final menghadapi Jerman Barat. Sementara, di Turnamen Copa America 1991 dan 1993 ketika Argentina menjadi Juara , Maradona tidak ikut ambil bagian dalam dua edisi copa america tersebut.

Gelar Copa America tahun 1993, menjadi gelar juara prestius terakhir yang diraih oleh Argentina. Sejak saat itulah, dalam setiap edisi kejuaraan Piala Dunia maupun Copa America publik sepakbola Argentina selalu mencari sosok yang pas sebagai penerus Maradona.

Setiap ada pemain, yang memiliki skill individu, kecepatan, gocekan dan postur tubuh identik dengan Maradona. Julukan "the next Maradona" langsung tersematkan untuk para pemain tersebut. Beberapa pemain yang sempat mendapatkan julukan "the next Maradona" diantaranya: Marcelo Gallardo, Ariel Ortega, Juan Roman Riquelme, Pablo Aimar, Andres D'alessandro, Carlos Marinelli, Javier Saviola, Carlos Tevez, Sergio Aguero, dan Lionel Messi.

Nama-nama tersebut dicap gagal menjadi penerus tongkat estafet prestasi Argentina di ajang Piala Dunia maupun Copa America. Beban berat yang disandang oleh pemain dengan label "the next Maradona" membuat mereka tampil terbebani setiap mengenakan baju kebesaran timnas Argentina.

Nama terakhir, Lionel Messi sebenarnya diharapkan menjadi penerus "the next Maradona" selanjutnya. Bukan tanpa sebab, publik sepakbola berharap lebih kepada mega bintang Barcelona ini. Pada Tahun 2005 Messi berhasil membawa Argentina, menjadi Juara Dunia U-20 di Belanda. Tiga Tahun kemudian, Messi berhasil membawa Argentina meraih medali emas di Olimpiade Beijing, China.

Selain dua prestasi tersebut, bersama klubnya Barcelona, Lionel Messi berhasil meraih berbagai gelar juara dan penghargaan prestisius. Gelar La Liga, Gelar Liga Champions, Piala Super Eropa, Kejuaraan antar klub dunia dan penghargaan individu sebagai pemain terbaik dunia. Sehingga tidak salah sebenarnya, jika Publik Argentina berharap lebih kepada Messi.

Namun harapan, tidak semanis dengan apa yang dibayangkan. Di level Piala Dunia, prestasi terbaik Messi hanya mengantarkan Argentina menjadi Runner up di Piala Dunia 2014 Brazil, setelah kalah dramatis dari Jerman dengan skor tipis 1-0. Sementara di level Copa America, prestasi terbaiknya hanya sebagai Runner up di edisi Copa America tahun 2007, 2015 dan 2016.

Bahkan, saking kecewanya fans fanatik garis keras Argentina, mengecap Messi sebagai sosok yang tidak nasionalis. Messi di cap hanya bermain setengah hati ketika membela Argentina, berbeda 360 derajat ketika Messi berseragam Barcelona.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN