Mohon tunggu...
SoftwareSeni Indonesia
SoftwareSeni Indonesia Mohon Tunggu... Software House

A fast-growing Software House company with 100+ clients around the world.

Selanjutnya

Tutup

Digital

3 Teknologi yang Akan atau Sudah Mengubah Cara Kerjamu

13 Agustus 2019   13:19 Diperbarui: 13 Agustus 2019   13:47 0 0 0 Mohon Tunggu...
3 Teknologi yang Akan atau Sudah Mengubah Cara Kerjamu
dok. SoftwareSeni

Beberapa tahun tekahir, terjadi kemajuan yang sangat signifikan dalam perkembangan teknologi. Misalnya saja kita lihat ponsel yang sedang kamu genggam atau kamu miliki. 5 tahun yang lalu, masih ingat betul "jidat" dan "dagu" ponsel yang begitu-begitu saja. Hanya dalam kurun waktu 4 tahun, kini ponsel berlomba-lomba untuk menciptakan ponsel dengan "jidat" dan "dagu" yang nyaris tidak ada. Bezel-less  katanya.

Nah, itu baru pada 1 industri. Banyangkan jika perkembangan teknologi terjadi pada hampir setiap sektor industri. Jika kemajuan teknologi pada ponsel saja bisa merubah kebiasaan kamu sehari-hari, bukan tidak mungkin kalau teknologi lainnya juga mampu untuk merubah kebiasaan kerja kamu.

Yuk cari tahu, kira-kira teknologi apa saja yang secara kamu sadari atau tidak telah merubah pola kerja kamu sehari-hari.

3 teknologi yang bisa merubah cara kerjamu.

1. IoT (Internet of things)

Kehidupan kamu sehari-hari tidak akan dan mungkin untuk sekarang "tidak bisa" tanpa internet. Bayangkan perkerjaan kamu sehari-hari tanpa internet. Mau teleconference, e-meeting, atau hanya sekadar browsing istilah asing yang belum kamu tahu, semuanya butuh internet.

Awalnya banyak yang berpendapat bahwa hadirnya internet dapat menciptakan generasi yang "malas". Tuntutan akan semua hal ang serba "instan" misalnya. Dulu, kamu harus membuka kamus bhs. inggris untuk tau arti kata yang asing. Tapi, setelah internet hadir, tinggal tanya mbah Google, selesai.

Apakah kamu setuju jika intenet bisa menciptakan generasi yang "malas"?

Yang bilang setuju, apa alasannya? Yang tidak setuju, juga harus punya alasan dong. Tulis opini kalian tentang "internet membuat malas" di kolom komentar ya.

Sebenarnya, dibalik masalah "hal yang serba instan", ada makna "efisiensi" yang tersembunyi. Ya, internet menawarkan efisiensi kerja yang selama ini orang cari. Ketik pertanyaanmu dan internet akan memberikan jawabannya. Kamu tidak perlu lagi buka buku, mencari satu per satu dsb. Efisien.

Nah, hal ini lah yang secara drastis merubah cara kamu bekerja.

Dengan perkembangan teknologi yang belum menunjukan titik stagnan, internet di bawa ke level yang lebih tinggi. Ke dalam benda-benda sehari-hari. Jam tangan, lampu rumah, bahkan rice-cooker. Itu yang personal. Untuk jangkauan yang lebih besar lagi, traffic lamp, hingga di kolam ikan, ada internetnya.

Bukan cuma manusia saja yang bisa merasakan manfaat internet, hewan, tumbuhan, pun bisa merasakan manfaat dari internet. Istilah ini sering kita dengar dengan frase Internet of things atau bahasa Indonesianya adalah internet untuk segala hal.

Apakah kamu sudah merasakan manfaat dari hadirnya teknologi internet of things?

2. Jasa transportasi "Online"
Jasa transportasi "Online". Ada kata "online" bukan berarti ketika kamu memakai jasa transportasi online pergi kesekolah lewat jaringan wifi. Tidak. Bukan juga transportasi nya lewat jaringan kabel fiber optik. Tidak. Kata "Online" di beri tanda petik karena memang tidak merubah arti kata transportasi. Medium dan caranya tetap sama yaitu dengan mobil dan motor. Hanya saja, cara pemesanannya yang berbeda.

Tidak perlu teriak "abang ojek abang ojek" agar dapat tumpangan. Cukup duduk manis sambil memesan ojek online lewat aplikasi mobile di ponsel kamu. Bak raja atau ratu.

Tetapi apakah kamu sadar kalau jasa transportasi "online" merubah cara kamu bekerja?

Jawabannya sama. Efisiensi. Untuk orang yang memiliki mobilitas pekerjaan tinggi. Hadirnya jasa transportasi "online" dirasa sangat membantu. Kamu tidak perlu mencari lahan parkir yang makin hari makin sulit karena bertambahnya volume kendaraan. Kamu juga tidak perlu membayar uang parkir. Intinya, "ease your life".

3. E-money
Teknologi terakhir yakni E-money. Di Indonesia, pasar e-money sedang panas-panasnya. Tiga pemain besar (Go-pay, OVO, Dana) ditambah satu produk BUMN (link aja) telah meramaikan panasnya laga e-money ini.

Sangat panasnya sampai ada istilah "bakar-bakar duit". hahahahaha

Hadirnya e-money turut mendorong terciptanya transaksi "cash-less". Dengan harapan, peredaran uang palsu dapat ditekan. Itu karena permintaan akan uang tunai semakin berkurang.

Coba hitung, dalam sebulan terakhir, sudah berapa banyak e-money yang kamu pakai untuk kegiatan konsumtif?

Sebenarnya, apakah E-money sendiri itu merupakan hal baru?

E-money itu bukan hal baru. Tetapi, e-money yang akhir-akhir ini banyak di kembangkan dan digunakan bisa dibilang pengembangan dari e-transaction. Metode transaksi dengan menggesek kartu kredit / debit kamu.

Tetapi, siapa yang bisa menyangka, jika pengembangan e-moeny bisa secepat ini dengan penetrasi pasar yang bisa dibilang cukup cepat?

Jawabannya balik lagi, efisiensi.

Dari ketiga teknologi diatas, mana teknologi yang paling merubah kebiasaan kamu bekerja? IoT, Jasa transportasi Online, atau E-money ? Tulis di kolom komentar ya!

Dari ketiga teknologi yang sudah disebutkan tadi, ada satu garis merah yang memicu perkembangan serta penetrasi pasar yang cukup baik.

Efisiensi

Permintaan akan efisiensi terhadap suatu pekerjaan semakin tinggi. Mulai dari dalam rumah, hingga lingkup pekerjaan. Ketika di rumah, kamu ingin mendapatkan makanan yang cepat, dan pasti enak, jasa antar makanan online sudah ada. Hingga ketika kamu telah lelah bekerja, dan ingin dipijat pun kini tersedia secara "online" (bukan dipijat melalui layar ponselmu loh ya!).

Begitu pula pada lingkup bisnis atau kantor. Ketika bisnis mu butuh untuk toko online, ada jasa pembuatan website e-commerce. Ketika kamu butuh sistem terintegrasi, tinggal hubungi jasa pembuatan sistem aplikasi web app. Semua ada di genggaman mu,

Memang, akan ada kesan "malas" seperti yang kebanyakan orang bilang. Tetapi, kamu harus tahu juga, bahwa "malas" belum tentu tidak produktif. Karena, permintaan akan efisiensi dalam bekerja semakin tinggi. Tentu akan berdampak pada peningkatan produktifitas perorangan hingga bisnis.

Jika teknologi membuat orang menjadi "malas" tentu perusahaan-perusahaan enggan untuk melakukan transformasi digital bisnis mereka. Meskipun demikian, memang perlu diakui bahwa masih banyak yang gagal dalam menerapkan teknologi. Akibatnya, daya saing baik berseorangan atau dalam sekala perusahaan juga tidak akan terbantu.

Memberikan definisi yang tepat akan kata "produktif" adalah langkah yang tepat. Jangan sampai ke "malas" an yang banyak orang prasangka kan terhadap teknologi berubah menjadi ke tidak produktif an.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x