Mohon tunggu...
Sondi Triananta
Sondi Triananta Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Senang melihat orang tersenyum

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Pendidikan Teknologi di Era Sekarang Sangat Diperlukan meskipun Belum Bisa Menjangkau Seluruh Indonesia

30 November 2022   22:23 Diperbarui: 30 November 2022   22:46 65
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ruang Kelas. Sumber Ilustrasi: PAXELS

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 31 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan, dan ayat (3) menegaskan bahwa Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. Untuk itu, seluruh komponen bangsa wajib mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan salah satu tujuan Negara Indonesia.

Namun masih sangat jauh daripada tercapainya apa yang berisi dalam undang-tersebut karena pendidikan yang tidak merata antara di daerah perkotaan dan daerah terpencil.

Pendidikan di daerah terpencil mengalami perbedaan yang sangat pesat dengan pendidikan yang ada di kota terutama dalam bidang  Teknologi Informasi dan Komunikasi. Untuk itu kami disini melakukan observasi di desa Asam Petik yang  terdapat di kota langsa. Di desa tersebut masyarakatnya masih banyak yang belum mengetahui pentingnya TIK untuk meningkatkan mutu pendidikan anak di sekolah.

Sarana dan prasarana yang terkait dengan TIK adalah perangkat keras (hardware) seperti laptop, dan LCD proyektor dan perangkat lunak (software) seperti program presentasi (PPT) serta modul pelatihan pembuatan bahan/materi presentasi. 

Dari hasil pengamatan ketersediaan sarana dan prasarana masih sangat terbatas, yakni hanya memiliki satu laptop dan satu LCD proyektor. Pada hal jumlah guru di sekolah tersebut terdapat lima guru. Jika hanya ada satu laptop dan satu LCD maka kebutuhan sarana pembelajaran di sekolah tersebut sangat kurang. Dari hasil wawancara, pemanfaatan laptop dan LCD termasuk kurang efektif. 

Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengoperasikan sarana tersebut. Namun demikian, pihak pimpinan sekolah berkeinginan sekali untuk mengupayakan dan memaksimalkan, baik sarana maupun tenaga pendidiknya. Dengan harapan proses pembelajaran bisa berjalan lancar dan menghasilkan didikan yang maksimal dan memuaskan dari berbagai pihak.

Menurut  Association of Education and Communication Technology (AECT) , media merupakan segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan informasi. Dapat dipahami bahwa media pembelajaran merupakan alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi yang mampu mendukung proses pembelajaran.

Jenis media pembelajaran semakin beragam, mulai dari media audio, media visual, media audio-visual, media multimedia, dan media realita. Proses pembelajaran daring (online) membutuhkan media pembelajaran yang dapat dijangkau secara luas dan dapat diakses dalam jumlah anggota yang banyak. Seiring perkembangan teknologi yang semakin maju, maka  ada berbagai pilihan aplikasi yang dapat digunakan sebagai media dalam pembelajaran daring. Diantaranya whatsapp groub, zoom meeting, gmeet, E-learning,  google classroom, quizizz, dan sebagainya. Berbagai aplikasi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Gaptek (Gagap Teknologi )merupakan masalah yang dialami oleh masyarakat yang ada di pedesaan,alasan utamanya karena ketertinggalan informasi dan pengetahuan tentang teknologi digital saat ini.oleh karena itu, program pembelajaran daring ini, agak memberatkan siswa yang belum mengerti menggunakan teknologi digital, bukan hanya siswa saja yang mengalami kendala, bahkan seorang gurupun ada yang tidak mengerti teknologi dan tidak tahu bagaimana cara menggunakan aplikasi zoom, google classroom, video call whats app,dsb.karena sudah terbiasa mengajar para siswanya menggunakan buku paket mata pelajaran. Banyak masyarakat di daerah terplosok sangat sulit untuk mendapatkan pendidikan karena terhambat beberapa hal seperti, fasilitas yang kurang memadai, jauhnya jarak dari rumah ke sekolah dan beberapa faktor lainnya.

Bagi daerah yang sering disebut 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal), pelaksanaan kegiatan pembelajaran jarak jauh tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kendala utama bagi daerah ini adalah sulitnya sinyal internet untuk didapat. Jikapun ada, tidak sekuat di daerah non 3T. Tentu juga ada daerah 3 T yang sudah mendapatkan sinyal, namun masih ada juga yang belum.Program Digitalisasi Sekolah merupakan terobosan baru yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mempermudah proses belajar mengajar.

"Guru dan siswa makin mudah mengakses bahan ajar. Guru, siswa kepala sekolah dan unsur pendidikan juga bisa mengaksesnya. Selain itu, komunitas guru bisa bekerja sama membuat materi bahan ajar digital, membuat tes ujian harian secara bersama-sama, baik di luar jaringan atau offline maupun dalam jaringan atau online.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun