Mohon tunggu...
Solihin Solihin
Solihin Solihin Mohon Tunggu... Guru - Tenaga Pendidik

Tenaga Pendidik di Jurusan Agroindustri SMK SPP Negeri Jambi dan Trainer di Pintaro Kreasi

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Pentingnya Kelas Industri Kelapa Sawit di SMK Pertanian

11 September 2022   21:51 Diperbarui: 11 September 2022   21:53 499
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Kebutuhan Tenaga Kerja Terampil di Perkebunan Kelapa Kelapa sawit  di Indonesia skalanya terus berkembang sehingga semakin banyak pekerja terlatih yang dibutuhkan. Hal ini sejalan dengan target produksi CPO Indonesia di atas 40 juta. Upaya replanting perkebunan kelapa kelapa sawit  dan peremajaan tenaga kerja pada tahun 2020. Apalagi mengingat dunia ekonomi, persaingan antar bangsa terutama ASEAN (MEA).

Asosiasi Minyak Sawit Malaysia (MPOA) mengatakan perkebunan kelapa sawit negara itu menghadapi kekurangan lebih dari 100.000 pekerja, bahkan saat musim panen memasuki. Industri kelapa sawit Malaysia telah melaporkan kesulitan musim panen karena kekurangan tenaga kerja, yang diperburuk oleh penutupan perbatasan terkait pandemi Covid-19. Industri ini mempekerjakan 337.000 pekerja asing pada April 2020, tetapi banyak yang telah kembali ke rumah dan pendatang baru telah dilarang karena pandemi Covid-19. Sekitar 80% tenaga kerja di perkebunan kelapa sawit Malaysia adalah tenaga kerja asing, terutama dari Indonesia. Sejak bulan lalu, Malaysia telah membuka kembali perbatasannya dan mengizinkan masuknya tenaga kerja asing, namun hal ini belum memenuhi permintaan tenaga kerja di perkebunan kelapa sawit.

Pernyataan tersebut membuktikan bahwasanya industri kelapa sawit sangat kekurangan tenaga terampil untuk dibidang pengelolaan kelapa kelapa sawit . Dengan dibentuknya kelas industri kelapa kelapa sawit  di SMK, akan dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil dalam industri kelapa kelapa sawit .

Pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan akan membuat masyarakat Indonesia memiliki kecakapan hidup (life skills) sehngga mendorong tegaknya pembangunan manusia seutuhnya serta masyarakat madani dan modern yang menjiwai nilai-nilai Pancasila, sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Hal ini ditujukan untuk lebih memantapkan pembangunan Indonesia disegala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM) termasuk kemampuan ilmu dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian.

Tantangan yang ada pada saat ini yang berhubungan dengan pendidikan antara lain meningkatkan kuantitas dan kualitas pendidikan kejuruan (vokasi) untuk memenuhi kebutuhan lokal dan nasional serta mampu bersaing secara global, serta menghasilkan SDM kreatif melalui pendidikan yang diperlukan dalam pengembangan ekonomi kreatif. Pembelajaran merupakan suatu proses yang berlangsung seumur hidup, sejak lahir hingga akhir hayat yang diselenggarakan secara terbuka dan multi makna. Proses Pembelajaran berlangsung secara terbuka melalui jalur: formal, nonformal, dan informal yang dapat diakses oleh peserta didik setiap saat tanpa dibatasi usia, tempat, dan waktu.

Salah satu kondisi pembelajaran yang dapat mendukung pencapaian kompetensi adalah mengembangkan proses pembelajaran berbasis aktivitas peserta didik dengan latar kegiatan dunia kerja dan industri. Pembelajaran yang perlu dikembangkan dalam rangka pembentukan kompetensi adalah interaksi yang memungkinkan peserta didik mampu membangun pengetahuan, sikap, dan keterampilannya melalui berbagai model dan metode pengalaman belajar.

Oleh karena itu, pengembangan kurikulum program keahlian SMK perlu berorientasi pada dunia kerja dan industri, sedangkan pembelajarannya berorientasi pada peserta didik. Upaya untuk mencapai kualitas lulusan pendidikan kejuruan yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja tersebut, perlu didasari dengan kurikulum yang dirancang dan dikembangkan dengan prinsip kesesuaian dengan kebutuhan stakeholders. Kurikulum yang merupakan salah satu kelengkapan dalam penyelenggaraan pendidikan memegang peran penting dalam menentukan arah dan tujuan pendidikan. 

Kurikulum pendidikan kejuruan secara spesifik memiliki karakter yang mengarah kepada pembentukan kecakapan lulusan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pekerjaan tertentu. Hal ini disebabkan karena perkembangan teknologi di dunia kerja dan industri terjadi sangat cepat, sementara hal yang sebaliknya terjadi pada dunia pendidikan. Untuk itulah mitra dudika sangat diperlukan sebagai wahana pengenalan terhadap dunia kerja, standar kerja, dan perkembangan teknologi mutakhir. Jaringan kerja dengan industri atau dunia kerja perlu dikembangkan untuk membantu kelancaran dan keuntungan akademik yang optimum.

Agar daya serap lulusan dari sejumlah SMK tinggi maka salah satu usaha pemerintah yang perlu dilakukan adalah adanya kebijakan regulasi pembentukan SMK menurut sektor lapangan usaha dan profil ketenagakerjaan pada tingkat lokal, nasional, serta internasional yang akan sangat berguna untuk merencanakan kebutuhan SMK di masa yang akan mendatang. Secara tidak langsung, hal ini merupakan cara SMK untuk menyediakan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan dudika yang relevan dengan sumber daya masing-masing daerah.

Kebutuhan program pendidikan SMK ditentukan oleh adanya kebutuhan akan kualifikasi jabatan dan keterampilan tenaga kerja yang sangat diperlukan guna mengembangkan berbagai sektor perekonomian. Program kelas industri di SMK pada dasarnya merupakan salah satu program pembelajaran yang bertujuan untuk penanaman nilai-nilai orientasi industri melalui pembiasaan, penanaman sikap, pemeliharaan perilaku, dan karakter di dunia usaha dan industri. Kelas Industri merupakan program pengadaan kelas khusus dalam lingkungan sekolah. Kelas ini dikelola secara bersama antara sekolah dengan industri. Sekolah diberikan kebebasan untuk mencari rekanan dan bekerja sama dengan industri yang sesuai dengan kompetensi di yang ada di sekolah tersebut. Untuk meningkatkan kualitas SDM yang nantinya harus dihasilkan oleh sekolah, beberapa sekolah ada yang bekerja sama dengan satu atau bahkan lebih dunia industri. Program ini disinyalir menjadi program yang paling optimal dalam meningkatkan mutu pendidikan disekolah, karena dunia industry juga ikut dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) didalam kelas.

Kelas industri kelapa sawit  yang menerapkan pengintegrasian mata pelajaran terintegrasi tanaman kelapa sawit  pada setiap muatan produktif, pada kelas industri kelapa sawit  ini diharapkan lebih efektif dalam penanaman karakter dan keterampilan dalam bidang industry perkebunan kelapa kelapa sawit. Sehingga para calon lulusan SMK Perkebunan Agribisnis tanaman nantinya lebih mandiri/ professional dalam pengelolaan industry kelapa sawit  nasional dan global. Perlu adanya kesiapan dari para tenaga pendidik dalam pelaksanaan kurikulum kelas industri kelapa sawit  serta sarprasnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun