Ekonomi

Upaya Perlindungan Lingkungan PT RAPP dan Asian Agri Dibawah Kepemimpinan Sukanto Tanoto

4 Desember 2017   10:37 Diperbarui: 4 Desember 2017   10:46 235 0 0

 

Sukanto Tanoto -- Sebagai pemilik sekaligus pendiri RGE Group yang merupakan grup usaha perusahaan Sukanto, Sukanto Tanoto selalu berusaha untuk menekankan betapa pentingnya lingkungan hidup untuk generasi yang akan datang. Usaha milik Sukanto memang usaha yang berbasis alam dan memanfaatkan alam. Akan tetapi semua perusahaan miliknya selalu berupaya memperhatikan aspek lingkungan dalam seluruh operasinya.

Dalam operasional bisnisnya termasuk dalam menjalankan perusahaan Asian Agri dan PT RAPP, Sukanto Tanoto memanfaatkan potensi lahan yang terbengkalai. Hal ini juga bisa ditemukan dan disaksikan dari perkebunan kelapa sawit yang dikelolanya. Luasnya sebesar 1,5 kali lipat dari luar Singapura. Selain itu pabrik pulp and paper yang dimilikinya di Kerinci juga merupakan yang terbesar di dunia. Lalu seperti apa upaya perlindungan lingkungan PT RAPP dan Asian Agri untuk menyelamatkan lingkungan?

Upaya Perlindungan Lingkungan Dibawah Kepemimpinan Sukanto Tanoto

Pria yang lahir di Belawan ini memang selalu berusaha memberikan yang terbaik. Melalui upaya perlindungan lingkungan, Sukanto Tanoto berusaha menyadarkan semua pihak bahwa merusak alam merupakan suatu hal yang justru sangat merugikan. Ketika terjadi bencana dan kerusakan lingkungan bahkan tak akan ada pihak yang diuntungkan. Semua pihak akan dirugikan bahkan korporasi besar akan lebih sering disalahkan.

Perusahaan yang bergerak didalam pemanfaatan sumber daya hutan seperti Royal Golden Eagle justru tidak diuntungkan sama sekali. Pasalnya imbasnya juga seperti efek domino yang akan selalu merugikan kinerja sebuah bisnis. Tentunya jika ada kebakaran yang dapat merusak hutan akan mengurangi nilai dan produktivitas aset -- aset serta hal ini menciptakan kabut asap. 

Pembakaran secara liar seperti yang telah terjadi juga memiliki dampak negatif terhadap lingkungan secara sangat signifikan. Nutrisi tanah akan menjadi berkurang, kualitas air akan mengalami penurunan, belum lagi resiko dengan erosi tanah yang semakin merugikan manajemen hutan tanaman secara berkelanjutan juga akan terjadi. Alhasil, pembalakan liar hanya akan menciptakan kerugian bagi semua pihak termasuk pemerintah.

Karena itu Sukanto Tanoto selalu berusaha mengingatkan agar kinerja semua perusahaan dibawah naungan Royal Golden Eagle selalu bersahabat dengan alam. Bersahabat dengan alam memang menjadi suatu hal dan langkah yang sangat penting demi kelangsungan bisnis apalagi ada lebih dari 60 ribu orang karyawan yang menggantungkan hidup pada mereka. 

Para pegawai Royal Golden Eagle tak hanya di Indonesia, mereka juga ada yang di Singapura, Malaysia bahkan sampai dengan Finlandia. Demi memastikan juga kinerja RGE yang bertanggungjawab terhadap alam, Sukanto Tanoto menggariskan sebuah prinsip kerja. Ia turut mengistilahkannya sebagai prinsip 5C yang harus dijalankan pada semua perusahaan dibawah kendalinya. Prinsip 5C sendiri sebenarnya merupakan kependekan dari Good for Community, Good for Country, Good for Climate, Good for Customer and Good for Company. 

Prinsip ini merupakan basis panduan operasi semua perusahaan yang berada dibawah grup Royal Golden Eagle. Dimulai dari prinsip yang pertama yaitu Good for Company. Sebagai sebuah institusi bisnis mau tak mau memang profit perlu dikejar. Jika perusahaan tak bisa menghasilkan untung, maka mereka tak akan bisa bertahan. Agar dapat mendapatkan untung, Sukanto memberikan kiat menarik yang dapat ditiru oleh para pengusaha lain. Sukanto mengatakan "Do the right thing and do the thing right."  Secara garis besar, Sukanto memberikan informasi dan pelajaran bahwa semua langkah bisnis perlu dipikirkan matang -- matang agar bisnis bisa berjalan optimal.