Analisis

Terungkap, Ada Skenario Menduetkan Amien Rais-Prabowo di Pilpres 2019

12 Juni 2018   07:07 Diperbarui: 12 Juni 2018   09:28 683 1 1
Terungkap, Ada Skenario Menduetkan Amien Rais-Prabowo di Pilpres 2019
miroring.com

Politisi Senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menyampaikan niatnya untuk maju sebagai calon presiden dalam pemilihan umum 2019 beberawa waktu lalu.

Amien Rais mengaku terinspirasi dari kemenangan Mahathir Mohammad di Pemilu Malaysia mengalahkan Perdana Menteri inkumben, Najib Razak.

Jika Amien Rais maju sebagai capres, lalu siapa yang akan mendampinginya sebagai cawapres?.

Belakangan, muncul wacana menduetkan antara Amien Rais dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Tentu, Prabowo yang akan menjadi cawapresnya.

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Pemenangan Pemilu Partai Gerindra Sandiaga Uno. Sandiaga mengatakan, kemungkinan berduetnya kedua tokoh tersebut sangatlah cair di dalam politik.

"Dalam politik semua sangat cair dan sangat possible," kata Sandiaga, seperti dilansir tempo.co, Selasa (12/6/2018).

Sebelumnya, Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sepakat mengusung Prabowo sebagai calon presiden 2019 nanti. Namun belakangan, PAN tampak merapat ke Gerindra dan PKS kendati belum resmi menyatakan berkoalisi.

Kendati kemungkinan cair bagi Amien Rais dan Prabowo untuk berpasangan, namun pasangan capres-cawapres masih akan dibahas ketiga partai tersebut jika resmi berkoalisi nantinya.

Hal yang lebih penting lagi adalah apakah Prabowo sendiri sudi menjadi cawapres?. Sementara diketahui bahwa kader Gerindra se-Indonesia sudah bulat untuk mengusung Prabowo sebagai capres.

Selain itu, Prabowo juga mendapat amanat dari kaum buruh pada peringatan 'May Day'beberapa waktu lalu untuk capres di Pilpres 2019 mendatang.

Bila Prabowo mau berbesar hati untuk menjadi cawapres, maka itu hal yang luar biasa dan bahkan menjadi sejarah baru bagi perpolitikan Indonesia.

Dan, apabila skenario ini benar-benar terwujud, maka ini akan menjadi mimpi buruk bagi kubu Joko Widodo (Jokowi). Pertarungan sengit akan berlangsung tahun depan.