Mohon tunggu...
Sokat Rachman
Sokat Rachman Mohon Tunggu...

Ayah 3 anak yang penikmat bacaan, tukang nulis cerpen, komik, skenario sitcoms, suka jajanan kaki lima, dan penulis di: http://sokatandlife.com/

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Ini Penyebab Kemacetan di Depan Balai kota

30 September 2014   00:03 Diperbarui: 17 Juni 2015   23:01 109 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ini Penyebab Kemacetan di Depan Balai kota
14119839741485667406

[caption id="attachment_362573" align="aligncenter" width="384" caption="Gerbang KLNM"][/caption]

Malam Minggu di akhir September itu cerah dengan bulan baru di langit.  Di jalan Medan Merdeka Selatan, kendaraan berjalan lambat. Antrean kendaraan itu sudah dimulai sejak lepas dari lampu lalu lintas di depan patung Arjuna sampai menuju arah stasiun Gambir.

Banyaknya mobil yang diparkir di badan jalan, mulai dari pintu masuk parkir IRTI sampai putaran di depan pintu masuk stasiun gambir menjadi sebab tersendatnya arus kendaraan. Sementara itu, parkir IRTI sudah dipenuhi juga oleh kendaraan roda dua.

Sebaliknya, jalan di depan balai kota, sejak dari depan kantor wapres sampai di depan wisma Antara justru tak bisa dilalui kendaraan apa pun.

Di ruas jalan itu, malah pedagang kaki lima yang saling berbagi tempat. Tenda-tenda berwarna putih berjajar di kiri dan kanan jalan. Tiap-tiap tenda memiliki nomor urut sendiri dengan satu meja etalase di depannya.

Beragam produk dijual, dari  mulai makanan, minuman, pakaian, dan kerajinan tangan. Sementara itu, di ujung jalan masing-masing terlihat panggung yang menyuarakan musik dan lagu dari penyanyi yang tak segan menyapa pengunjung.




[caption id="attachment_362575" align="aligncenter" width="300" caption="Panggung hiburan"]

14119841401801888754
14119841401801888754
[/caption]

Acara yang diselenggarakan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil & Menengah dan Perdagangan pemprov DKI Jakarta itu menjadi Kegiatan rutin mengisi Sabtu malam di bulan September sampai akhir bulan Desember 2014.

Acara yang bertajuk “Kaki Lima Night Market” ini mengundang perhatian banyak orang. Tak heran kalau mobil yang datang membludak dan badan jalan pun menjadi tempat parkir sebab tak ada angkutan umum yang  melintas. Tidak sedikit orang yang juga berjalan kaki dari halte Transjakarta terdekat.

Lelaki, perempuan, tua, muda, dan anak-anak menikmati ruas jalan yang sudah berubah menjadi area pasar malam. Ada yang melihat-lihat baju, tidak banyak pilihan untuk yang ini sebab lebih kepada baju/kaos anak dan pakaian santai untuk perempuan.

Sajian makanan terlihat menguasai deretan tenda itu. Ada yang menjual soto betawi, minuman tradisional seperti bir pletok, atau menjajakan kerak telor, dodol, bolen bakar, gudeg, sosis bakar, roti maryam, nasi jamblang, pempek, sampai nasi ulam khas Jakarta.




[caption id="attachment_362576" align="aligncenter" width="300" caption="Bir Pletok"]

14119842432125245218
14119842432125245218
[/caption]

Di sisi lain, dijajakan juga kerajinan tangan yang menyerupai model bajaj, permainan anak dari bambu, dan replika ondel-ondel, serta kaligrafi berbahan bulu domba.

Semua tersedia dalam jejeran tenda-tenda tersebut, tidak ada pedagang yang berjualan di luar tenda sehingga tampak teratur. Namun ada satu pedagang keliling yang menjual mainan anak berupa ketapel baling-baling dari bambu. Pedagang ini cukup merebut perhatian anak-anak.




[caption id="attachment_362578" align="aligncenter" width="300" caption="Aneka makanan"]

14119843211562878343
14119843211562878343
[/caption]

Pengunjung yang memesan makanan bisa menyantapnya di belakang tenda beralas tikar, boleh juga di area depan panggung sambil menikmati lantunan lagu, atau di mana pun sesukanya.

Tak perlu ragu untuk menyantap makanan dengan tangan, sebab panitia menyediakan wastafel bergerak yang ada di pinggir tenda. Wastafel ini berbentuk gerobak dan mendapat pasokan air dari mobil tanki air yang parkir di seberang jalan.




[caption id="attachment_362580" align="aligncenter" width="300" caption="Wastafel berjalan"]

1411984402344225918
1411984402344225918
[/caption]

Untuk keamanan konsumsi makanan yang dibeli, pemprov DKI menggandeng Badan POM RI, yang juga membuka tenda tepat di depan pintu masuk balai kota. Jadi, setiap makanan yang diperjualbelikan di area KLNM ini sudah melalui uji kelayakan oleh instansi ini.

[caption id="attachment_362582" align="aligncenter" width="300" caption="Booth-BPOM"]
1411984510391460872
1411984510391460872
[/caption]

Di setiap pusat keramaian, tentu tidak hanya produk saja yang disediakan, fasilitas pendukung lainnya juga menjadi satu syarat keberhasilan di setiap acara.

Fasilitas umum seperti toilet berjalan yang biasa tersedia di dalam kawasan parkir IRTI di area Monas dan itu tidak terlihat di sekitar area KLNM.

Namun, kedekatan lokasi dengan balai kota membuat pihak pemprov mempersilakan pengunjung yang membutuhkan toilet untuk mempergunakan toilet mesjid di area dalam balai kota.




[caption id="attachment_362583" align="aligncenter" width="300" caption="Makan lesehan"]

1411984575332475166
1411984575332475166
[/caption]

Di sisi lain, kesigapan petugas kebersihan dalam menjaga kawasan agar tak ada sampah yang berserak juga patut mendapat acungan jempol.

Meski begitu, kesadaran membuang sampah pada tempatnya juga harus keluar dari diri para pengunjung agar tercipta kenyamanan bersama.




[caption id="attachment_362584" align="aligncenter" width="300" caption="Kaki Lima Night Market"]

14119847201242443049
14119847201242443049
[/caption]

Kaki Lima Night Market memang menjadi pilihan tersendiri buat warga ibu kota mengisi acara di Sabtu malam. Salah satu tempat menikmati aneka jajanan kaki lima bersama keluarga dan teman. [sr]

VIDEO PILIHAN