Mohon tunggu...
Pemerintahan

Malam Tahun Baru, Gubernur Banten Gelar Istighosah

30 Desember 2018   17:03 Diperbarui: 1 Januari 2019   16:04 168 0 0 Mohon Tunggu...

Gubernur Banten Wahidin Halim mencanangkan menggelar istighosah di Masjid Al Bantani pada malam tahun baru. Acara tersebut digelar untuk memohon kebaikan, keberkahan dan keselamatan, Senin (31/12/2018).
Gubernur Banten rencananya akan hadir bersama Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Penjabat Sekretaris Daerah Ino S Rawita, dan para kepala OPD serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.
"Kita meminta kepada Allah SWT untuk diberi keselamatan dan dijauhkan dari bencana," ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut, Wahidin Halim juga mengundang anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Banten, dan Bupati Pandeglang beserta jajarannya. Untuk itu, Gubernur menginstruksikan kepada seluruh OPD agar mempersiapkan segala keperluannya.
Dalam acara tersebut Gubernur Banten mengundang dan menghadirkan pula para ulama, guru ngaji, masyatakat dan aparatur pemerintah setempat mulai dari camat sampai dengan ketua RT, serta para korban yang berada di area tersebut.
"Kita memohon terus kepada Allah SWT, supaya diberi kelancaran dalam proses tanggap darurat penanganan bencana tsunami Selat Sunda dan dampak-dampaknya cepat dipulihkan," ungkapnya.
"Kita hiasi perayaan pergantian malam tahun baru nanti itu dengan berdo'a, dan penuhi dengan berbagai amalan dzikir, ini kan lebih positif dari pada kita hura-hura, dan nantinya mendapat murka Allah," tambahnya Gubernur Banten yang biasa disapa WH.
Bencana tsunami telah menerjang kawasan Pantai di Banten pada 22 Desember 2019. Menurut data BPBD Provinsi Banten Sampai   tanggal 28 Desember 2018 pukul 24.00 WIB menyebutkan, 309 orang meninggal dunia, 757 orang luka-luka dan 9 orang hilang. Tidak hanya itu terdapat 39.425 orang mengungsi untuk mencari lokasi aman. Adapun untuk kerugian material terdapat 602 rumah rusak, 14 hotel rusak, 85 unit mobil rusak,  14 unit motor roda dua, 60 warung kuliner, 215 gazeebo, 44 unit perahu. Meski respon cepat Pemerintah Provinsi Banten bersama-sama dengan pemerintah pusat, dan Pemkab Pandeglang beserta masyarakat membuahkan hasil. Akan tetapi tim tanggap darurat belum usai bekerja.
Penetapan Tanggap Darurat
Gubernur Banten Wahidin Halim telah menetapkan tanggap darurat penanganan bencana tsunami Selat Sunda mulai dari 27 Desember 2018 sampai dengan tanggal 9 Januari 2019 di Wilayah Provinsi Banten.
Penetapan tersebut telah termaktub dalam Keputusan Gubernur Nomor 366/Kep.350-Huk/2018 tentang Penetapan Status tanggap darurat penanganan bencana tsunami Selat Sunda di Wilayah Provinsi Banten.
Keputusan tersebut dibuat berdasarkan kepada Keputusan Bupati Pandeglang Nomor 362/Kep.425/2018 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Tsunami di Kabupaten Pandeglang dan Keputusan Bupati Serang Nomor 360/Kep.504-Huk/2018 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Tsunami di Kabupaten Serang.
Potensi Bencana
Berdasarkan informasi yang didapat dari BMKG potensi bencana masih terus mengancam. Hal itu merupakan hasil monitor kondisi Gunung Anak Krakatau yang dilakukan BMKG, berada dalam status siaga.
Atas adanya ancaman potensi bencana itu, Gubernur Banten memberikan himbauan dan meminta kepada warga agar tidak melakukan aktivitas di sepanjang pantai dan menjauhi minimal radius 1 kilometer dari pantai.
Gubernur juga mengingatkan kepada wisatawan untuk sementara tidak mengunjungi pantai sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Gubernur juga meminta agar warga tidak panik, tetap tenang, namun selalu waspada.

VIDEO PILIHAN