Surya Rianto
Surya Rianto Jurnalis

Blogger, Jurnalis Ekonomi, Pecinta Badminton, Penggemar Anime dan Dorama Jepang.

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Pilihan

Menakar Peluang Indonesia di Piala Sudirman 2019

12 Mei 2019   13:26 Diperbarui: 12 Mei 2019   13:29 99 0 0
Menakar Peluang Indonesia di Piala Sudirman 2019
sumber : BWF

Sudirman Cup akan digelar di China pada tahun ini. Saya jadi teringat, kesan pertama mendengar Piala Sudirman itu adalah pialanya Jendral Soedirman, pahlawan nasional Indonesia.

Sempat bertanya-tanya, apa hubungannya Jendral Soedirman dengan bulu tangkis. Ternyata, Sudirman di sini bukan sang Jendral, tetapi sosok yang memiliki pengaruh kuat dalam lembaga bulu tangkis dunia.

Seperti dikutip di situs BWF, nama Sudirman dalam piala itu berasal dari sosok Dick Sudirman. Dia adalah salah satu pendiri Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Selain itu, dia juga menjabat sebagai Ketua PBSI selama 22 tahun.

Eks pemain bulu tangkis Indonesia itu juga pernah menjadi ketua International Badminton Federation (IBF).

Salah satu peran terbesar Sudirman adalah membantu penyatuan badan bulu tangkis dunia. Pasalnya, pada Februari 1978 IBF terpecah menjadi dua kubu.

Salah satu kubu pun memutuskan untuk memisahkan diri dari IBF. Nah, Sudirman memiliki kawan di dua kubu tersebut.

Dia pun mengadakan pertemuan informal di Bandung, Indonesia, dengan dua pemimpin federasi pada 28 Mei 1979. Pertemuan itu untuk membicarakan kebuntuan yang terjadi pada  dua kubu.

Rekonsiliasi yang dilakukan Sudirman pun berhasil. Pada 28 Mei 1981, kedua badan bulu tangkis dunia itu bersatu.

Namun lima tahun kemudian, tepatnya Juni 1986, Sudirman meninggal akibat serangan Stroke. Wakil Presiden PBSI yang juga teman Sudirman Suharso Suhandinata mengirimkan surat kepada Presiden IBF Arthur Jones terkait mengenang jasa Sudirman.

Dalam surat itu, Suharso menyarankan untuk membuat sebuah peringatan tentang peran Sudirman terhadap bulu tangkis dunia. Salah satunya berbentu kompetisi resmi badan bulu tangkis dunia tersebut.

Arthur Jones pun langsung membahas gagasan itu dalam pertemuan dewan IBF pada 1986. Dua tahun berselang, IBF pun memutuskan bakal mengadakan kejuaraan beregu campuran dunia dan menerima tawaran Indonesia untuk membuat pialanya.

Berhubung agenda pertandingan internasional sudah sangat ketat, kejuaraan beregu campuran itu akan digelar bersamaan dengan kejuaraan dunia dalam dua tahun sekali.

*Gengsi Piala Sudirman Cup*

Piala Sudirman Cup terbuat dari lapisan emas dan perak dengan kadar 22 karat. Piala itu memiliki tinggi 80 cm dan berdiri di atas papan berbentuk segi delapan yang terbuat dari kayu jati terbaik.

Bentuk cawan piala Sudirman Cup berbentuk kok, sedangkan pegangannya berbentuk benang sari yang melambangkan benih bulu tangkis.

Perusahaan di Bandung Masterix yang menjadi pembuat Piala Sudirman tersebut. Konon, biaya pembuatan piala itu senilai 15.000 dolar AS [nilai saat itu].

Gelaran Sudirman Cup pertama dilaksanakan di Indonesia pada 24 Mei 1989 sampai 29 Mei 1989. Ada 28 tim perseta yang bersaing memperebutkan piala senilai US$15.000 tersebut.

*Peluang Indonesia di Sudirman Cup 2019*

Pada gelaran Piala Sudirman 2019, Indonesia berada di grup 1 B bersama Denmark dan Inggris. Melihat persaingan itu, Indonesia berpeluang besar untuk lolos ke babak gugur.

Pasalnya, komposisi tim Denmark tengah tidak merata. Otomatis hanya sektor tunggal putra yang bisa diandalkan Denmark untuk meraih poin melawan Indonesia.

Adapun, sektor ganda putra Denmark belum menemukan pengganti sepadan Mathias Boe/Carsten Mogensen. Lalu, sektor ganda putri dan campuran juga tidak memiliki taji setelah Christina Pedersen dan Kamilla Rytter pensiun.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2