Mohon tunggu...
Sobat Sosial
Sobat Sosial Mohon Tunggu... Anything I Do Just For My God
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Menginformasikan Berita Terkait Bidang Sosial dan Bidang Pendidikan

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Pilihan

Mensos Paparkan 4 Langkah Perlindungan Sosial Warga Terdampak Banjir Konawe Utara

11 Juni 2019   10:32 Diperbarui: 11 Juni 2019   10:35 0 0 0 Mohon Tunggu...
Mensos Paparkan 4 Langkah Perlindungan Sosial Warga Terdampak Banjir Konawe Utara
DOKPRI

Jakarta (10 Juni 2019) - Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan ada empat langkah yang dilakukan Kementerian Sosial dalam upaya perlindungan sosial korban bencana alam banjir di Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.

"Pertama, mendirikan dua dapur umum di Kecamatan Asera. Kedua, menurunkan 26 personel Taruna Siaga Bencana (TAGANA). Ketiga, menyalurkan bantuan logistik dan perlengkapan kebersihan untuk pengungsi, dan yang terakhir adalah memberikan pendampingan melalui Layanan Dukungan Psikososial (LDP)," kata Menteri kepada wartawan usai kegiatan halalbihalal bersama karyawan Kementerian Sosial di Gedung Aneka Bhakti (GAB), Jakarta Pusat, Senin.

Turut mendampingi Mensos dalam wawancara adalah Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat, Sekretaris Jenderal Hartono Laras, dan Kepala Biro Humas Sonny W. Manalu.

Mensos menjelaskan dapur umum didirikan untuk pemenuhan kebutuhan makanan warga terdampak banjir selama mereka berada di pengungsian. Dapur umum ini dikelola oleh personel Tagana.

"Selain memberikan layanan kebutuhan makan di dapur umum, Tagana juga membantu evakuasi, memobilisasi bantuan dan juga memberikan pendampingan kepada pengungsi," katanya.

Terkait bantuan-bantuan, Menteri Agus mengatakan pihaknya telah mengerahkan bantuan total Rp1,5 miliar. Dengan rincian bantuan logistik tanggap darurat yang dikirim melalui Gudang Regional Timur di Makassar senilai Rp1.084.217.000 dan bantuan perlengkapan kebersihan untuk pengungsi senilai Rp450.120.000.

Barang bantuan terdiri dari Makanan Siap Saji Paket A, B, C, D sebanyak 3.200 paket, lauk pauk 2.500 paket, makanan anak 860 paket, mie instan 20 ribu bungkus, Family Kit 276 paket, Kids Ware 286 paket, Food Ware 500 paket, Sandang 100 paket, tenda gulung 300 paket, kasur 100 lembar, matras 1.165 unit dan selimut 200 lembar.

Bantuan perlengkapan kebersihan untuk pengungsi terdiri dari pel bertangkai 500 buah, serok air 500 buah, ember 500 buah, sikat bertangkai 500 buah, sapu ijuk 500 buah, keset kaki buah, gerobak dorong 58 buah, sekop gagang besi 500 buah, selang air 100 rol, tangki air kapasitas 1.100 liter sebanyak 20 unit, sepatu boot 100 pasang, paku 300 kg, palu 100 buah, gergaji 100 buah, gayung air 500 buah, sapu lidi 500 buah, dan air minum galon kapasitas 19 liter sebanyak 500 buah.

"Bantuan perlengkapan kebersihan tujuannya agar pengungsi yang telah kembali ke rumah bisa segera membersihkan rumah dan lingkungan sekitarnya," tutur Mensos.

Seperti diketahui hujan deras mengguyur Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara sejak Sabtu (1/6) hingga Minggu (9/6) mengakibatkan janjir di enam kecamatan. Sebanyak 1.000 rumah terendam banjir, 58 rumah hanyut, 1.054 KK/4.089 jiwa mengungsi, dan 28 desa terisolasi, sementara akses jalan menuju lokasi lumpuh karena jalan dan jembatan terputus. Sebanyak enam kecamatan terdampak banjir adalah Andawia, Asera, Oheo, Langgikima, Landawe, Wiwirano.

 

Kepala Biro Humas Kementerian Sosial RI 

Sonny W. Manalu