Mohon tunggu...
Siti Nurjanah
Siti Nurjanah Mohon Tunggu... Wiraswasta - Newbie Writer

Pencinta buku dan perjalanan yang sedang belajar menulis artikel.

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Gunung Bromo dengan Segala Keindahan Alamnya

17 September 2022   22:45 Diperbarui: 18 September 2022   05:43 1360
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Gunung Bromo Dengan Segala Keindahanya

Siapa yang tidak tahu Gunung Bromo, tempat terbaik untuk melihat sunrise. Gunung Bromo sendiri adalah gunung berapi aktif yang berada di Provinsi Jawa Jimur. Gunung Bromo masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Tengger Semeru. Nama Tengger berasal dari sejarah Gunung Bromo yaitu dari Legenda Roro Anteng dan Joko Seger yang diyakini sebagai asal usul nama Tengger, yaitu Teng akhiran nama Roro An-teng dan ger akhiran nama dari Joko Se-ger. Bagi suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai gunung suci. Di bawah kaki Gunung Bromo terdapat pula Pura Luhur Poten yang menjadi tempat ibadah masyarakat suku Tengger.

Setelah gagal beberapa kali karena pandemi dan sempat ditutup untuk kunjungan wisata, Alhamdulillah tahun ini akhirnya bisa mengunjungi salah destinasi impian yaitu Gunung Bromo. Saya mengikuti trip bersama Backpaker Karawang dengan biaya 780ribu. Biaya tersebut sudah termasuk penginapan selama di Bromo dan destinasi lain seperti Air Terjun Tumpak Sewu, Gili Ketapang dan pusat oleh-oleh. Biaya ini termasuk lebih murah jika dibanding dengan jasa trip lain yang pernah saya ikuti. Kami berangkat dari Karawang menggunakan bus sebanyak 30 orang. Perjalanan menempuh waktu sekitar 12 jam sampai Malang. Lantas, apa aja sih yang ada di Taman Nasional Bromo ini. Berikut tempat-tempat yang saya kunjungi ketika di Taman Nasioal Bromo Tengger Semeru.

Seruni Point

Pemandangana dari Seruni Point (Dokpri)
Pemandangana dari Seruni Point (Dokpri)

Untuk melihat sunrise di Gunung Bromo kita harus berangkat dari penginapan sekitar pukul 02.00 pagi dengan menggunakan mobil jeep. Hal itu dilakukan karena untuk menghindari macet dan perjalanan menuju puncak seruni masih membutuhkan waktu dan tenaga yang lumayan menguras energi. Apalagi untuk yang baru pertama kali mendaki gunung. Meski tidak terlalu tinggi tapi cukup menguruas energi apalagi dengan kondisi dingin. Namun jika punya budget lebih, kalian bisa menggunakan kuda untuk sampai tangga menuju Seruni Point. Biaya naik kuda sendiri sekitar 100-150ribu.

Sebenernya untuk melihat sunrise di Gunung Bromo di seruni point ini tergantung faktor cuaca yang tidak bisa ditebak. Untuk saya sendiri kemaren tidak melihat sunrise karena cuaca mendung dan sedikit gerimis. Meskipun kecewa tapi itu tidak membuat kekaguman saya terhadap Gunung Bromo berkurang. Gunung bromo tetap terlihat cantik meski tanpa sunrise. Setelah puas berfoto-foto saya dan romobongan naik kembali ke jeep untuk mengunjungi tempat lain di Kawasan Bromo.

Pasir Berbisik

Pasir Berbisik (Dokpri)
Pasir Berbisik (Dokpri)

Setelah turun dari seruni point, saya dan rombongan kembali menggunakan jeep menuju pasir  berbisik. Kenapa ya dinamakan pasir berbisik ? Konon katanya jika musim kemarau pasir di kawasan Gunung Bromo akan berbunyi seperti suara bisikan. Di tempat ini saya dan rombongan hunting foto di tengah luasnya pasir dengan latar belakang gunung batok dan mobil jeep. Karena saya datang masih pagi jadi belum terlalu rame orang. Sehingga bisa puas berfoto. Untuk yang mau berfoto dengan naik kuda juga bisa, biayanya sekitar 20ribu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun