Mohon tunggu...
SNS
SNS Mohon Tunggu... Freelancer - Konsultan Bedah Cinta

A wife, mommy of 1 boys, working mom also as consultan Bedah Cinta, Contact me: WA 083153707731, Email shashanaura9@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Finansial

Jerat Pajak hingga Lubang Jarum?

18 Oktober 2021   04:35 Diperbarui: 18 Oktober 2021   04:54 56 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Finansial. Sumber ilustrasi: PEXELS/Stevepb

Wacana terbaru di negeri ini adalah soal menjadikan NIK (Nomor Induk Kependudukan ) sekaligus menjadi nomor NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Integrasi NIK menjadi NPWP di nilai merupakan sebuah terobosan baru sistem pendataan sederhana bagi warga wajib pajak. Namun apakah hal ini menjadi masalah sederhana pula, bagi masyarakat?

Sebuah kebijakan sejatinya adalah wujud dari perkara cabang pemikiran ideologi yang di emban sebuah negara. Saat sebuah negara mengadopsi cara berfikir yang kapitalistik, tentu saja kita akan mudah sekali menemukan sebuah kebijakan publik yang lebih memanjakan kaum korporasi di atas derita rakyat. Kepentingan segelintir orang yang punya kekuasaan ini di prioritaskan tanpa memandang lagi kondisi kebanyakan rakyat lainnya.

Memang katanya untuk kesejahteraan rakyat. Tapi sebagai rakyat, kalau kita survei langsung di lapangan, tanpa melakukan analisis pun, mudah sekali melihat bahwa kondisi rakyat belum merasakan kesejahteraan seperti yang di janjikan. Rakyat sudah tak peduli lagi pada janji, mereka hanya ingin bisa makan tiap hari, bisa hidup untuk menyambung nyawa. 

Tapi mereka semakin tercekik dengan pajak individu yang di kejar hingga ke lubang jarum. Artinya bahwa setiap hal yang rakyat miliki, baru saja bisa rakyat miliki untuk bertahan hidup, layakkah harus di pikirkan menjadi aset pajak? Sedangkan pengelolaan SDA di negeri ini tidak lepas dari tangan segelintir orang elit yang menguasai. Kemiskinan tersistem saat ini sudah tak mampu lagi terhindari. Bukan hanya tujuh turunan tapi beranak hingga tujuh turunan dari turunan lagi. Benar-benar  kondisi yang sangat menyedihkan.

Islam merupakan agama yang sempurna. Islam sudah menghadirkan solusi bagi persoalan manusia. Kekayaan SDA di kelola bukan untuk segelintir orang tapi untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Saat negara mampu menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok semua masyarakat, secara ekonomi masyarakat sejahtera tanpa was-was harus bayar pajak. Pajak dalam islam hanya di pungut saat negara berada dalam situasi genting saja. Artinya kebijakan yang hanya bertumpu pada pajak untuk kesejahteraan rakyat, hanya ada pada sistem kapitalisme bukan pada sistem islam. Jadi kembali pada sistem islam maka masyarakat akan kembali merasakan kesejahteraan. Wallahu alam bishowab. ()

Mohon tunggu...

Lihat Konten Finansial Selengkapnya
Lihat Finansial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan