Mohon tunggu...
Smartfm Banjarmasin
Smartfm Banjarmasin Mohon Tunggu... Jurnalis - A Part Of Magentic Network, Kompas Gramedia
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

101.1 FM -The Spirit of Indonesia Check these out : Facebook : Smartfm Banjarmasin Twitter : @SmartFM_Bjm Instagram : Smartfm Banjarmasin Youtube : Smartfm Banjarmasin

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan

Pantau Perkembangan CoVID-19 di Tabalong, Sahrujani Minta Masyarakat Jujur

30 April 2020   13:51 Diperbarui: 30 April 2020   14:11 37
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

SMARTFM Banjarmasin

Banjarmasin - Masyarakat Kabupaten Tabalong yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur diingatkan untuk benar-benar mematuhi anjuran pemerintah untuk diam di rumah dan menggunakan masker saat berada di luar.

Hal itu diungkapkan Sahrujani, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, usai rapat bersama Pemerintah Kabupaten Tabalong dan juga Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) setempat.

Pertemuan itu sendiri untuk melihat sejauh mana kesiapan pemerintah daerah tersebut dalam menangani wabah yang saat ini semakin meluas di Kalimantan Selatan.

“Kita ingin memonitor apa yang sudah dilakukan oleh daerah, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Tabalong,” tuturnya

Ia juga meminta masyarakat jujur terkait riwayat perjalanan ke luar daerah yang bisa jadi menjadi titik penularan virus Corona.

Apalagi jika mengingat banyaknya kasus positif berasal dari aktivitas perjalanan ke luar daerah, terutama daerah zona merah, seperti Gowa, Sulawesi Selatan.

Mereka yang memiliki riwayat tersebut diharapkan aktif dan tidak perlu takut melaporkan kondisinya ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Misalnya kita ada yang terkontaminasi, berbicara ke dokter apa adanya tentang kondisi kita,” tambahnya lagi.

Terlebih kasus-kasus positif yang ada saat ini juga sudah merupakan turunan atau ada kontak dengan pasien yang sebelumnya terkonfirmasi.

Ia menilai, sudah seharusnya kejujuran menjadi yang utama saat ini agar upaya penanganan wabah CoVID-19 dapat lebih optimal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun