SKD SoeKa Institute Gresik
SKD SoeKa Institute Gresik

Sekolah Kader Desa Soenan Kalidjaga Institute Gresik

Selanjutnya

Tutup

Hukum

Proses Hukum Pelaku Onar dan Perusakan Mobil di Banyutengah!

9 Juli 2018   10:08 Diperbarui: 9 Juli 2018   10:50 253 0 0
Proses Hukum Pelaku Onar dan Perusakan Mobil di Banyutengah!
Tangkapan layar dari Facebook

Panceng, Gresik

Sabtu (7/7) di Desa Banyutengah, sekitar pukul 18.00 WIB atau antara waktu Maghrib dan Isya, telah terjadi perusakan mobil, perbuatan tidak menyenangkan, bahkan kejahatan dan/atau pelanggaran ketertiban umum oleh segerombol pemuda.

Pelaku diduga dalam kondisi mabuk, dan sejak memasuki Desa Banyutengah, mengendarai sepeda motor dengan mengeraskan bunyi knalpot.

Mereka membuat rasa tidak aman dan nyaman selama melintas di jalan dengan menguasai badan jalan serta mengintimidasi pengguna jalan dan warga sekitar. Mereka bahkan melakukan perbuatan anarkis dan brutal dengan melakukan perusakan mobil yang sedang melintas.

Menurut penuturan korban perusakan mobil, pelaku mengerubungi mobil dengan membleyer-bleyerkan motornya, lalu memukul spion mobil sampai rusak. Pelaku juga berusaha menjumpingkan motor, hendak menerjangkannya ke mobil, dan seperti akan mengeroyok, melukai korban.

Setelah itu, pelaku melajukan motornya ke arah utara dan sempat memasuki jalan gang dengan tetap membleyer, mendengungkan keras bunyi knalpotnya dan menciptakan suasana ingar selama melintas di Desa Banyutengah.

Berdasar kronologi itu, maka:

Saya selaku warga Desa Banyutengah, mendesak kepada pelaku agar mempertanggungjawabkan perbuatannya dan segera menyerahkan diri karena kejadian tertanggal 7 Juli itu telah dilaporkan ke kepolisian, dalam hal ini Polsek Panceng.

Mengingat perkara ini telah mengakibatkan rusaknya barang atau kerugian materil warga, maka, mendesak kepada Polsek Panceng untuk memproses kasus ini. Pelaku dapat dijerat pidana perusakan barang milik orang lain sebagaimana diatur dalam Pasal 406 KUHP.

Saya dan warga Banyutengah menunggu hasil proses penyelidikan untuk menemukan titik terang, siapa pelaku perusakan tersebut. Selanjutnya, agar kasus ini diproses secara litigatif sebagaimana prosedur acara pidana dengan tujuan menimbulkan efek jera bagi pelaku.

Kecuali itu, mengingat kasus ini juga menyangkut hak rasa aman dan nyaman warga Desa Banyutengah yang dilanggar, maka mengharap dan mendesak Pemerintah Desa Banyutengah untuk mengawal kasus tersebut di kepolisian.

Perbuatan pelaku terang dan jelas mengganggu kenyamanan dan ketentraman warga, bahkan membahayakan dan mengancam kemerdekaan warga secara kolektif. Karenanya dapat dijerat sebagai perbuatan tidak menyenangkan, atau bahkan kejahatan dan/atau pelanggaran terhadap ketertiban umum.

Bagaimana mungkin di tengah masyarakat, di waktu dan saat kegiatan keagamaan berlangsung, ada segerombol orang dapat melakukan tindakan brutal, melakukan perusakan di muka umum, serta melakukan serba tindakan yang mengancam dan membahayakan kemerdekaan orang lain.

Apalabila kasus ini dibiarkan, tanpa proses serta tindak tegas hukum, maka akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum serta potensi bertebarnya kondisi tidak aman dan nyaman di Panceng. Melebihi itu, bahkan menimbulkan kesan dan rasa ketidakpercayaan masyarakat terhadap kinerja aparat penegak hukum.

Karena itu, kami masyarakat mendukung segala upaya represif yang tegas oleh aparat terhadap segala tindak perusakan, kejahatan dan/atau pelanggaran terhadap ketertiban umum, agar sekaligus menjadi upaya preventif demi terciptanya rasa aman, nyaman, dan tentram bagi warga Panceng secara umum.

Demikian, terima kasih perhatiannya.
BPG, 8 Juli 2018

Achmad Faiz MN Abdalla