Mohon tunggu...
Supartono JW
Supartono JW Mohon Tunggu... Pengamat

Niat berbagi

Selanjutnya

Tutup

Bola

Perjuangan Timnas U-19 Versus Hong Kong dan Boikot Suporter

8 November 2019   14:48 Diperbarui: 8 November 2019   14:49 0 1 0 Mohon Tunggu...
Perjuangan Timnas U-19 Versus Hong Kong dan Boikot Suporter
Sumber: BolaSport.com

Kekecewaan publik sepak bola nasional atas hasil Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada Sabtu (2/11/2019) berbuntut adanya rencana boikot kepada Timnas. 

Termyata rencana aksi boikot supertor kepada Timnas Indonesia memang sudah direalisasikan saat laga perdana Kualifikasi Piala Asia U-19 2020. 

Namun, kendati suporter tak memenuhi stadion, Timnas U-19 Indonesia tetap sukses menang atas Timor Leste 3-1, pada Rabu (6/11/2019). Kendati menang, bahkan pelatih Timor Leste pun membela diri bahwa Indonesia dapat menang karena melawan 10 pemain Timor Leste, aura laga memang cukup terasa bahwa tanpa kehadiran suporter yang memenuhi stadion, daya semangat untuk pemain kurang. 

Kendati Fakhri Husaini berujar bahwa Timnas U-19 bermain untuk harkat dan martabat bangsa, dan menganggap penting tidak penting atas kehadiran suporter, tetap saja, semestiya Fakhri berharap dan memohon kepada suporter untuk mendukung langsung Bagas-Bagus. 

Fakhri harus bijak, jangan jemawa bahwa skuat U-19 sudah tahan banting, ada suporter atau tidak Timnas U-19 sudah kuat, maka ketika suporter memboikot Timnas, seolah Suporter sedang menjadi musuh Fakhri atau Timnas U-19. Jadi, ada ucapan persuasif dari Fakhri maupun pasukannya, melunakkan hati suporter agar tetap hadir mendukung Timnas saat bentrok melawan Hong Kong. 

Jangan terulang seperti laga Timnas U-19 Indonesia versus Timor Leste yang sepi dukungan di Stadion Madya, Jakarta. Haruskah Timnas U-19 yang tidak berdosa pada perhelatan sepak bola Kualifikasi Piala AFC , malah menjadi korban dari aksi kekecewaan suporter. 

Ke mana PSSI atas sikap suporter yang tak main-main ini? Segelintir pengurus baru dan pengurus lama yang mesih mencengkeram, semuanya tak dapat diterima oleh suporter bila mereka yang harus mengurus roda organisasi PSSI yang selalu nirprestasi. 

Jadi, baik Fakhri dan suporter, ayolah saling mendukung. Jangan seolah malah kalian yang memiliki masalah. 

Percuma berlaga untuk harkat dan martabat bangsa dan negara, bila publik sepak bola nasional tak mendukung. 

Bukankah suporter adalah bagian terbesar dari harkat dan martabat bangsa itu sendiri? Selamat berjuang U-19 singkirkan Hong Kong. 

Jangan hukum Timnas U-19 yang tak berdosa, suporter.