Mohon tunggu...
Amatur Ganda Ulibasa Situmorang
Amatur Ganda Ulibasa Situmorang Mohon Tunggu... Freelance Writer - Konsultan

Menulis tentang anti korupsi, tata kelola, keadilan sosial, pengembangan masyarakat, lingkungan dan perubahan iklim, kebijakan publik dan politik. https://gandasitumorang.carrd.co/

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Ancaman Resesi Global Tahun 2023

10 Oktober 2022   11:44 Diperbarui: 10 Oktober 2022   11:58 537
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

Ancaman Resesi Global Tahun 2023

Kenaikan Suku Bunga The Fed

Bank Sentral AS, The Fed memutuskan menaikan suku bunga acuan 0,50% menjadi 0,75-1%. Kenaikan suku bunga setengah poin persentase ini menjadi kebijakan paling agresif The Fed dalam menekan laju inflasi yang mencapai level tertinggi dalam 40 tahun terakhir.

Terima kasih kepada Presiden Jokowi dan Tim, khususnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, karena saat ini perekonomian Indonesia masih cukup baik. Neraca perdagangan masih surplus dan cadangan devisa relatif stabil. Namun, risiko arus keluar modal asing dan perlambatan ekonomi akibat kenaikan suku bunga acuan oleh Federal Reserve Amerika Serikat harus diwaspadai.

Krisis Multi Dimensi Global

Pandemi Covid-19 dari tahun 2020 telah menyebabkan krisis global sampai saat ini. Namun, kelesuan ekonomi dan ancaman resesi global semakin kuat seiring dengan berbagai krisis di seluruh dunia. Ancaman resesi dan sinyal kelesuan ekonomi global semakin kuat. Krisis pangan, krisis energi, dan krisis finansial menjadi awan gelap yang terjadi hampir di semua negara.

Arus Keluar Modal Vs Konsumsi Domestik

Sejumlah bank sentral negara maju dan berkembang merespons dengan menaikkan suku bunga acuan untuk menahan inflasi yang tinggi. Arus keluar modal akibat kenaikan suku bunga perlu diwaspadai dengan mengoptimalkan seluruh modal dan kekuatan untuk bertahan dalam situasi penuh gejolak. Pemerintah Indonesia harus terus berupaya untuk mencapai semua target yang telah ditetapkan untuk kemajuan bangsa.

Pemerintah perlu menjaga kekuatan domestik yaitu konsumsi domestik yang berkontribusi hingga 51,47 persen terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan II 2022. Untuk itu, pemerintah harus melanjutkan bantuan sosial dan bantuan tunai langsung untuk menjaga tingkat daya beli masyarakat dan konsumsi rumah tangga di seluruh Indonesia.

Bantuan Sosial kepada Masyarakat

Indonesia telah melakukan apa yang harus dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi menuju tahun 2023 yang diprediksi akan membawa resesi global. Antara lain, memberikan kompensasi sosial kepada masyarakat agar mereka dapat bertahan dalam situasi yang tidak mudah dalam menyongsong resesi ekonomi global tahun 2023.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun