Mohon tunggu...
Ganda Situmorang
Ganda Situmorang Mohon Tunggu... Konsultan - Konsultan

Menulis tentang anti korupsi, tata kelola, keadilan sosial, pengembangan masyarakat, lingkungan dan perubahan iklim, kebijakan publik dan politik. https://gandasitumorang.carrd.co/

Selanjutnya

Tutup

Indonesia Sehat Pilihan

Urgensi Antara Air Minum Kemasan dan Konversi Kompor Listrik

24 September 2022   09:10 Diperbarui: 24 September 2022   16:55 121 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Indonesia Sehat. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Urgensi Antara Air Minum Kemasan dan Konversi Kompor Listrik

Oleh: Ganda Situmorang

 

Penggunaan air minum kemasan menjadi solusi cepat namun berbahaya, tidak murah bagi rumah tangga di Indonesia. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa kualitas air pipa dari PDAM masih sebatas layak untuk Mandi Cuci kakus (MCK).

Pengeluaran rumah tangga untuk air minum kemasan bervariasi antara 4 - 10 galon per bulan. Harga air minum kemasan juga bervariasi antar galon isi ulang seharga Rp. 10rb hingga Aqua galon seharga Rp. 20rb-25rb. Ini harga di Kota balikpapan. Sehingga pengeluaran rumah tangga untuk belanja air minum kemasan antara Rp. 50rb - Rp. 300rb per bulan.

Disamping pengeluaran tambahan, ternyata santer isu terkait masalah kesehatan daripada air minum kemasan. Hal ini bersumber dari kemasan galon berbahan plastik bisa terkontaminasi kandungan Bisphenol-A (BPA). Dalam jangka panjang ada resiko ekonomi dari biaya kesehatan yang harus ditanggung oleh masyarakat dan negara akibat penggunaan kemasan galon polikarbonat.

Target SDGs pada tahun 2030 bahwa air minum dan sanitasi yang aman sudah tersedia bagi semua. Bandingkan dengan urgensi pemerintah terkait pengadaan energi untuk rumah tangga. Minggu terakhir publik panik dan gaduh dengan sosialisasi terkait rencana pemerintah mengkonversi kompor gas dengan kompor listrik. Argumen utama pemerintah sih, demi penghematan subsidi gas, bukan demi penguatan ekonomi rumah tangga.

Menurut penulis, alih-alih sibuk memikirkan konversi energi gas ke listrik sebaiknya pemerintah fokus kebutuhan yang paling mendasar yaitu air minum yang murah dan aman bagi seluruh rakyat indonesia. Supaya pemerintah tidak terkesan terlalu memaksakan rekayasa perubahan pola hidup masyarakat terkait konversi kompor gas ke kompor listrik. 

Sejatinya masyarakat indonesia memiliki daya tahan tinggi dengan kemampuan adaptasi dan mitigasinya. Toh, jika memang kompor listrik murah dan aman serta daya listrik PLN murah otomatis rumah tangga akan berlatih dan beralih dengan sukarela.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Indonesia Sehat Selengkapnya
Lihat Indonesia Sehat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan