Mohon tunggu...
Ganda Situmorang
Ganda Situmorang Mohon Tunggu... Konsultan - Konsultan

Menulis tentang anti korupsi, tata kelola, keadilan sosial, pengembangan masyarakat, lingkungan dan perubahan iklim, kebijakan publik dan politik. https://gandasitumorang.carrd.co/

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Pilih Mana, Quiet Quitting atau Reputasi dan Integritas?

22 September 2022   09:24 Diperbarui: 22 September 2022   09:26 238 7 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Pilih Mana, Quiet Quitting atau Reputasi dan Integritas?

Oleh: Ganda Situmorang

Tindakan bekerja seperlunya sesuai dengan kompensasi dan apresiasi yang diperoleh, lebih popular dengan istilah kekinian "Quiete Quitting"

Di dunia kerja khususnya perusahaan swasta, hubungan kerja antara karyawan dengan perusahaan tentu dilaksanakan berdasarkan perjanjian kerja tertulis dengan tanda tangan di atas materai. Perjanjian kerja bentuknya bisa berupa kontrak, permanen, lelang, outsourcing dan lain-lain.

Dilihat dari bentuk hubungan perjanjian kerja, maka kemungkinan besar yang dimaksud dengan fenomena Quiet Qutting terjadi pada karyawan yang memiliki perjanjian kerja tetap permanen.

Ada banyak faktor yang menyebabkan lingkungan kerja di perusahaan bervariasi. Dari sisi internal antara lain; kultur perusahaaan, karakter atasan atau supervisor langsung, politik kerja di antara  karyawan, dan lain-lain.

Dari sisi eksternal adalah kondisi persaingan dunia usaha sekarang yang sangat dinamis, cepat berubah (disruptif) sehingga menuntut karyawan untuk memiliki insiatif tinggi, senantiasa meningkatkan skill baru (up skills) serta integritas tinggi.

Karyawan di jenjang menengah ke atas, sepertinya sangat jarang terjadi fenomena Quiet Quitting. Karyawan fresh graduate hingga jenjang pelaksana, admin, dan semua posisi yang sifatnya spesialist tanpa fungsi supervisi manajerial dengan pengalaman kerja di bawah 5 tahun kemungkinan besar terjadinya fenomena Quiet Quitting.

Kemungkinan besar, faktor penyebab Quiete Quitting bisa berupa rendahnya integritas karyawan, kurangnya motivasi, dan ketidaksukaan terhadap pekerjaannya.

Saran saya kepada adek-adek millenial yang sedang dilanda galau, jangan biarkan tindakan Quite Quitting anda berlarut-larut. Segera putuskan tetap kerja atau segera mengundurkan diri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan